Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 21 Birthday party 2


__ADS_3

Hari kian semakin malam. Bintang-bintang di angkasa mulai bermunculan kala sang Surya sudah tenggelam. Langit yang cerah semakin membuat pemandangan langit diatas semakin indah. Tak mau kalah dengan para bintang, sang rembulan pun menampakkan keindahan nya. Apalagi malam hari ini ia bersinar di seluruh bagiannya, bulat dan terang sekali.


Namun, walau langit saat ini sangatlah indah, berbanding terbalik dengan suasana hati seorang Arga. Hatinya terasa hampa, mengingat dirinya yang masih sendiri. Semenjak dua penghianatan yang ia alami selama hidup, membuatnya tak mempercayai lagi dengan yang namanya cinta. Bagi Arga cinta dan wanita hanyalah seonggok sampah yang tidak ada artinya.


Wanita hanya bisa berguna sebagai pelampiasan has...rat dan penampung be...nih lelaki saja. Cinta? that's a bull..sh...it.


Namun seiring berjalannya waktu, apalagi beberapa hari belakangan ini ia kembali merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Saat ia memandang sesosok wanita yang belakangan ini ia temui, ia selalu terpikirkan oleh dirinya. Entah apa yang terjadi pada dirinya, yang jelas perasaan yang tengah ia alami itu hampir sama dengan perasaannya pada saat ia masih bersama dengan Rebecca.


*drrrtt


drrrtt*


Ponsel milik Arga yang tergeletak di atas nakasnya bergetar. Ia yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung berjalan menghampiri nakasnya. Masih menggunakan handuk di pinggangnya, Arga mengambil ponsel itu dan memeriksanya.


Senyuman tipis terlihat kala ia mendapatkan sebuah pesan dari sahabatnya - Alvin.


^^^from : Alvin 💩^^^


...Dimana loe? gue otw ke apart loe. Bentar lagi sampe,...


Tak membalas pesan tersebut, Arga meletakkan kembali ke atas nakasnya. Lalu ia berjalan menuju ke walk in closet nya untuk bersiap-siap sebelum sahabatnya itu mengamuk.


Setelah dua puluh menit berlalu, kini Arga sudah siap dengan penampilannya. Dengan menggunakan setelan jas berwarna navy membalut tubuh kekar Arga, membuat laki-laki itu tampak mempesona.

__ADS_1


Karena haus, Arga melangkahkan kakinya menuju dapur.


*glek


glek


glek*


Setelah melepaskan dahaganya, Arga berjalan menuju ruang tamu. Baru saja ia duduk di salah satu Sofanya, terdengar suara bel apartemen miliknya berbunyi. Ia yakin bahwa itu adalah sahabatnya - Alvin.


Ia pun langsung beranjak dari sana dan berjalan ke arah pintu.


ceklek


Pemandangan pertama yang Arga lihat di depannya adalah Alvin yang menggunakan setelan jas yang berwarna hitam dengan kombinasi warna putih di salah satu keras jasnya.


"Hm, baiklah." sahut Arga.


Lalu keduanya pun segera pergi dari apartemen tersebut dan mengendarai mobil milik Alvin menuju ke alamat villa yang tertera pada undangan mereka.


Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam perjalanan, akhirnya mobil yang mereka kendarai sampai di depan sebuah villa yang tak terlalu mewah namun indah dipandang. Arga dan Alvin bisa melihat banyaknya mobil-mobil mewah yang berjejer rapi di sekitar villa tersebut.


"Gila, banyak banget yang datang, Ga. Lihat aja tuh! Mobil-mobil nya mewah semua," ucap Alvin yang kaget melihat banyaknya undangan yang hadir di acara ulang tahun milik Jonathan.

__ADS_1


"Daripada banyak bacot, mending cepetan cari tempat parkir terus kita masuk ke dalam." ucap Arga ketus.


"Iya-iya, sabar kenapa. Huh,"


Setelah memarkirkan mobilnya, kedua laki-laki itu keluar dan bergegas masuk ke dalam pesta itu.


*Tap


Tap


Tap*


Langkah kaki keduanya terasa berat kala masuk ke dalam acara tersebut. Namun jika Arga tak memenuhi undangan itu, takutnya Jo akan mengira jika Arga masih belum bisa melupakan kejadian bertahun-tahun yang lalu. Tepatnya belum bisa move on dari wanita yang merupakan cinta pertamanya.


Sama dengan saat Rebecca datang, baik Arga maupun Alvin menjadi pusat perhatian bagi para tamu yang ada di sana. Terlebih lagi Arga, tubuhnya yang kekar nan gagahnya membuat para wanita yang hadir disana berbisik-bisik ria. Banyak dari mereka yang terpesona melihat wajah tampan Arga.


Postur tubuh yang dimiliki Arga hampir sama dengan tubuh Jonathan. Tapi yang membedakan keduanya ialah jambang halus yang tumbuh di sekitar rahang tegas milik Arga. Sedangkan Jonathan, ia tidak memilikinya. Jonathan memiliki warna tubuh yang putih bersih, sedangkan Arga? warna kulitnya sedikit lebih gelap dan memiliki bulu di yang lumayan banyak. Namun percayalah justru itulah daya tariknya. Apalagi Arga memiliki tatto yang ada di beberapa bagian tubuhnya, membuatnya semakin terlihat hot sekali.


Saat keduanya tengah berjalan sampai di tengah-tengah acara, tiba-tiba Arga menghentikan langkahnya. Alvin yang melihatnya merasa terheran-heran.


"Kenapa loe?" tanya Alvin. Namun Arga tak memberikan jawaban. Namun pandangan matanya tertuju pada sebuah titik yang ada di depan sana. Apalagi tatapan matanya sangat tajam mengarah ke arahnya. Alvin pun mengikuti arah pandang sahabatnya itu.


"Apa yang loe li..." Belum sempat Alvin menyelesaikan ucapannya, kedua matanya terbelalak melihat pemandangan yang ada di depan mereka.

__ADS_1


"What the..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2