Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 48 Tanjung Lesung 2


__ADS_3

Brak


beberapa saat kemudian terlihat Rena dari jauh sambil membawa sebuah paperbag berukuran besar.


sesampainya di sana , Rena meletakkan paperbag itu di atas meja.


terlihat semua orang yang ada di sana melihatnya dengan tatapan bingung mereka.


'Kenapa perasaan ku jadi nggak enak ya?' batin Vanya saat melihat senyuman Renata. Dalam hati Vanya tahu Renata merupakan wanita yang sangat menjunjung tinggi harga dirinya.


" tadi apa kamu bilang ngel ?? gak berani ?? ckckck kamu lupa siapa aku hah !! " ucap Rena sambil tersenyum menyeringai.


kemudian ia mengambil sebuah selendang berwarna kuning mustard dari dalam paperbag itu kemudian mengikatnya di pinggang nya. lalu ia membuka resleting belakang dress nya dan menarik ke atas dress itu hingga terlepas. sontak membuat semua orang yang ada di meja itu terkejut melihat aksi dari Rena itu. tak terkecuali dengan David yang duduk di sebelahnya tadi. terlihat David menelan ludah kasarnya melihat aksinya. namun ia juga merasa marah karena sifat Rena yang menurutnya bisa membahayakan nya.


'Renata benar-benar gila. Aku harus bagaimana ini? Ya Tuhan,' batin Vanya tak tenang karena kelakuan dari sahabatnya itu.


kini terlihat Rena sudah berte***jang atas disana. karena ia seorang model , bisa dipastikan bagaimana bentuk tubuhnya itu. apalagi ia juga menggunakan b*a berwarna senada dengan selendang nya itu membuatnya terlihat sangat cantik.


" see !! sekarang giliran mu !! bukankah tadi kamu yang mengajak main kan " ucap Rena sambil berkacak pinggang menatap Angel.


seketika membuat Angel juga berdiri dari duduknya.


Angel pun langsung menarik kaosnya keatas hingga memperlihatkan pa**daranya yang dibungkus dengan b*a berwarna biru muda itu yang juga tampak serasi dengan celana jeans nya. Kedua mata Renata membulat saat melihat penampakan kulit putih dari Angel.


" waw .... aku suka tatto mu " ucap Rena saat kedua matanya langsung melihat tatto naga hitam yang sangat mencolok di pinggang kanannya. Warna tatto yang sangat kontras di tubuh Angela yang seputih tepung itu. terlihat Angel menatapnya tajam.

__ADS_1


" puas ?? " tanya Angel setelah ia melepas kaosnya itu. terlihat Rena menggeleng-gelengkan kepalanya tanda belum puas. kemudian ia menatap ke arah Vanya itu.


Vanya yang sedang minum jus nya langsung tersedak melihat Rena yang menatapnya dengan tatapan mata tajam.


uhuk ... uhuk ...


'Si...alan! Kenapa aku juga harus kena. Ish,' umpat Vanya dalam hati. Dalam hati ia menyumpah serapah i kedua wanita itu.


sontak membuat Arga menyodorkan botol air putih yang tersedia kepadanya. Vanya pun langsung menerimanya dan meminumnya.


" giliran mu Nya " ucap Rena sambil menatap tajam. Vanya menelan ludah kasarnya kala mendengar ucapan itu.


" aku gak ikut dehh !! " ucap Vanya berusaha menolak permintaan itu. Apalagi disini ada Arga dan juga yang lainnya. Dia juga masih mempunyai rasa malu untuk berpakaian terbuka. mendengar ucapan dari Vanya membuat Rena dan Angel saling bertatapan. Seakan kedua wanita itu tampak saling berkomunikasi dalam diam.


'What the fu..ck! Rena malah memgancamku segala. Ah, aku menjadi menyesal telah berbagi cerita dengannya,' batin Vanya. Mau tak mau ia harus menuruti permintaan Renata jika tidak wanita itu pasti akan memberitahukan semuanya pada Arga.


" ish ... " ucap Vanya setelah berdiri. kemudian ia melepas satu persatu kancing kemeja nya , setelah kancingnya terbuka semuanya ia pun melepaskan kemejanya dan meletakkan nya di kursinya. terlihat sekarang Vanya sama seperti Rena dan angel yang hanya menggunakan b*a. saat ini Vanya memakai berwarna maroon. karena Vanya saat ini menggunakan celana jeans panjang , sehingga membuat nya tidak perlu memakai selendang.


namun sepertinya Rena dan angel tidak menyukainya. keduanya terlihat masih menatap Vanya dengan tatapan mata tajam membuat Vanya bingung.


" memang ada orang yang bermain air menggunakan celana jeans panjang Nya ?? ckckck " ucap Angel sambil geleng-geleng kepala.


" haih .... " ucap Vanya sambil meminta paperbag itu. Rena pun menyunggingkan senyumnya sambil memberikan paperbag itu.


Dengan pasrah Vanya pun mengambil sebuah selendang berwarna maroon juga. ia pun langsung mengikatnya di pinggang nya dan kemudian ia melepaskan celana jeans panjang nya di tempatnya itu. Tak menghiraukan tatapan mata dari laki-laki yang ada di meja mereka.

__ADS_1


" puas kan !! " tanya Vanya kepada keduanya. seketika rena dan Angel pun langsung menganggukan kepalanya lalu Vanya pun kembali duduk di tempat duduknya.


" sepertinya aku pernah melihat tanda lahir itu !! tapi dimana ya ??" batin Arga setelah ia melihat tanda lahir milik Vanya di punggung kirinya. Tanpa ia sadari dirinya menatap Vanya dengan tatapan yang penuh arti. Vanya tentu saja mengetahuinya.


" ada apa ?" tanya Vanya kepada Arga. karena ia tahu sejak tadi Arga menatapnya.


mendengar ucapan itu membuat Arga tersadar dari lamunannya.


" eh tidak apa-apa " ucap Arga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


terlihat Vanya mengeryitkan dahinya sambil geleng-geleng kepala mendengarnya.


kini tinggal Vale yang masih berpakaian lengkap. walaupun ia datang bersama kekasihnya yaitu Alex , tidak membuat Angel tak berani menyuruh Vale. sedangkan Rena terlihat menyuruh Angel lewat sorotan matanya.


Angel yang mengerti arti tatapan mata dari Rena , ia menganggukkan kepalanya.


" Now it's your turn !! ( sekarang giliran mu ) " ucap Angel kepada Vale.


terlihat Vale santai berdiri dari duduknya. belum juga ia akan melepas bajunya , tangannya di cekal oleh Alex.


" apa kamu yakin ?? " tanya Alex serius kepada Vale. terlihat Vale bingung dengan pertanyaan dari Alex itu. sontak membuat Alex tersenyum sambil menjentikkan jarinya kepada Vale.


Vale pun mendekatkan telinganya ke arah Alex. kemudian terlihat Alex membisikkan sesuatu pada Vale. beberapa saat kemudian terlihat Vale membulatkan matanya sambil melihat ke arah bajunya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2