Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 5 Kedatangan para sahabat


__ADS_3

"Nisa, Vanya,"


Seorang wanita dengan kacamata hitamnya yang masih bertengger di hidung mancungnya tampak berjalan ke arah meja Nisa dan Vanya.


kedua wanita di sana tersenyum kala melihat kedatangan sahabatnya yang tak lain adalah Renata.


"Sorry ya, telat. Congratulations, Nis. Semoga kedepannya makin sukses," ungkap Rena sambil memberikan buket bunga juga kepada Anisa.


"Thanks," balas Anisa sambil menerima buket bunga tersebut. Kemudian Renapun bergabung di meja tersebut.


Waktu terus berjalan hingga kini waktunya acara potong pita dimulai. Mau tak mau Anisa harus beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju panggung sesuai dengan instruksi dari MC yang memandu jalannya acara tersebut.


Setelah acara potong pita selesai, kini saatnya acara santai berlangsung, sambil menikmati alunan band yang menemani suasana cafe tersebut.


Saat meja milik sahabat Anisa tengah ramai, karena kedatangan dari Valerie, Alex, dan Angel. Terdengar suara panggilan dari atas panggung.


" mohon perhatian nya sebentar " ucap penyanyi cewek yang ada di atas panggung di sana.

__ADS_1


" mbak Nisa .. dimana ya mbak Nisa ? " tanya penyanyi itu sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang tuan rumah dari acara tersebut.


seketika semua orang disana melihat ke arah Nisa yang sedang duduk bersama Vale dan yang lainnya.


Terlihat Nisa sudah menghela nafas panjang karena ia sudah tau apa yang direncanakan penyanyi itu. karena ia dan penyanyi itu sudah kenal lama dan penyanyi itu memang sudah sering manggung di cafe ANDA yang ada di Surabaya.


"Wah .... ternyata Mbak Nisa disana ya !! teman-teman .... apa kalian setuju jika mbak Nisa memperlihatkan suara emasnya Malam ini ?? " tanya penyanyi itu sambil mengarahkan mic nya ke arah para pengunjung di sana.


"Setuju," ucap para pengunjung serempak.


"Baiklah .... mari kita sambut inilah bintang malam ini ... Annisa Putri ..... huuuu beri tepuk tangan," ucap penyanyi itu sambil berteriak. sontak para pengunjung pun serentak bertepuk tangan menyambut pemilik cafe itu.


Anisa .... Anisa* ....


Sorak Sorai dari para pengunjung menghiasi seluruh area cafe tersebut. Bahkan teriakan dari mereka terdengar sampai di luar cafe.


Mau tak mau Nisa pun ijin dengan teman-temannya itu lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke arah panggung tersebut. Sambil tersenyum tipis Nisa berjalan, sambil melemparkan tatapan menatap tajam ke arah penyanyi itu. Sedangkan penyanyi itu hanya bisa cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tahu kalau saat ini Anisa tengah menahan kesal terhadapnya.

__ADS_1


Setelah sampai di atas panggung penyanyi itu memberikan mic kepada Nisa. Nisa pun dengan berat hati menerima mic itu karena ia tidak mau mengecewakan para pengunjung nya itu.


"Hai mbak Nisa .... sudah lama ya kita tidak sepanggung seperti ini," ucap penyanyi itu membuka perbincangan. Membuat para pengunjung di sana bingung dan terlihat berbisik-bisik dengan lainnya.


"Hahaha .... sepertinya begitu ya," jawab Nisa sambil tersenyum terpaksa kepada penyanyi itu.


"Teman-teman pasti bingung, ya? aku kasih tau ya .... mbak Nisa ini dulunya juga seorang penyanyi seperti saya. Bahkan beliau lebih terkenal di Surabaya. Baiklah daripada menunggu lama, mari kita dengarkan suara emas dari mbak Nisa ini " ucap penyanyi itu. para pengunjung pun bertepuk tangan dengan meriah kepada Nisa.


Kemudian Nisa mengambil gitar yang ada di sana lalu meletakkan mic itu di stand nya lalu duduk di kursi penyanyi tadi. sebelum bernyanyi ia mengatakan sesuatu kepada semua orang disana.


"Selamat malam semuanya .... Terimakasih kepada kalian semua yang hadir di sini... Semoga pelayanan dari cafe ini memuaskan kalian," ucap Nisa dengan tulus.


"Em ... hari ini aku ingin menyanyikan sebuah lagu yang selalu menemani ku selama 5tahun belakang ini .... ku persembahkan lagu ini untuk seseorang di masa lalu ku. Seseorang yang hingga kini masih menempati tahta tertinggi di dalam hatiku," ucap Nisa sambil tersenyum.


Terlihat beberapa pengunjung bersiul untuk nya.


Sedangkan salah satu laki-laki yang ada diluar cafe tersebut mengentikan langkahnya kala mendengar suara merdu dari Anisa Putri. Pandangannya seketika kosong kala mendengar kembali suara merdu yang ia rindukan selama ini. Suara yang dulunya menemani dirinya sehari-hari.

__ADS_1


"Dia,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2