Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 60 Resepsi 3


__ADS_3

" apa kalian sudah gila ?? " ucap David yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar itu.


" itu karena Arga yang ingin mendekati Vanya " ucap Alvin kepada David. seketika membuat David melihat ke arah Arga. sedangkan Arga hanya bisa mengedipkan sebelah matanya kepada David sambil tersenyum.


" kalian memang gila !! " ucap David sambil geleng-geleng kepala.


" aku ingin memastikan sesuatu " ucap Arga sambil menyesap minumannya lalu melihat ke arah Vanya.


mendengar itu membuat Alex , Alvin dan David melihat ke arah Arga.


" memastikan apa ? " tanya Alvin penasaran.


" nanti aku ceritakan kalau sudah terbukti " ucap Arga.


mereka pun hanya bisa pasrah dan menganggukkan kepalanya.


" Marcell kemana Nya ?? " tanya Angel pada Vanya.


" katanya mau ke toilet " jawab Vanya.


" biar saja !! sekalian jangan balik lagi !! merusak mood aja " ucap Rena yang tidak senang dengan kehadiran Marcell di tengah-tengah mereka.


karena Rena berkata lumayan keras sehingga membuat semua orang yang ada di meja itu melihat ke arah nya.


setelah mengatakan itu ia mendapatkan tatapan tajam dari Vanya.


" kenapa Nya ?? kamu tahu kan kalau aku muak dengannya " ucap Rena kepada Vanya. terlihat Vanya hanya bisa menghela nafasnya karena sahabatnya itu.


tring.... tring ....


terlihat handphone milik Vanya berdering. mendengar itu , Vanya langsung mengambil handphone nya yang ada di dalam tas kecilnya lalu melihat nya.


terlihat nama Marcell pada layar handphonenya, lalu ia dengan segera mengangkat panggilan itu.


" halo Cell ... " ucap Vanya setelah mengangkat panggilan itu. mendengar nama itu membuat Rena melihat ke arah Vanya karena penasaran.


" .... "


" tapi kamu baik-baik saja kan ?? apa perlu aku temani ke rumah sakit ? " tanya Vanya.

__ADS_1


" .... "


" baiklah kalau begitu !! kamu hati-hati di jalan " ucap Vanya.


" .... "


" bye .. " ucap Vanya kemungkinan ia mematikan panggilan tersebut.


" Marcell ?? kenapa dia ? " tanya Rena penasaran.


" dia pulang dulu katanya tiba-tiba dia diare !! jadi dia memberi tahu ku " ucap Vanya.


" bagus lah !! biar tidak merusak suasana " ucap Angel lalu meminum minumannya.


mengetahui Marcell telah pergi , Arga sangat bahagia hingga tanpa sadar ia menyunggingkan senyumnya penuh arti.


Angel yang tidak sengaja melihat senyuman Arga , ia pun penasaran dengan itu. lalu ia melihat ke arah Arga dan bertanya kepada nya.


" kenapa kak Arga tersenyum ? " tanya angel kepada Arga.


Arga yang ketahuan tersenyum , kemudian ia berdehem demi menetralkan kembali dirinya agar tidak terlihat.


" haih !!! apa kau tidak percaya padaku ?? " ucap Arga kepada Angel.


terlihat Angel menggelengkan kepalanya tanda tidak percaya dengan sahabat Daniel itu.


" aish ... whatever !! " ucap Arga pasrah.


prok .... prok .... prok ...


Terlihat semua orang yang ada di dalam ruangan itu bertepuk tangan kepada Daniel dan juga Annisa yang sudah selesai dengan dansa mereka.


karena sang pengantin sudah berdansa , kini giliran seluruh keluarga besar pengantin yang dipersilahkan untuk berdansa.


semua orang tua mereka terlihat berjalan ke lantai dansa dan setelah sampai mereka pun langsung berdansa sambil diiringi musik yang merdu.


Tak mau ketinggalan, Alex pun mengajak Valerie untuk bergabung bersama mereka di lantai dansa. Disusul Alvin yang bergerak cepat mengajak Olivia untuk berdansa dengannya. Olivia yang memang seorang yang humble tentu menyambut baik ajakan dari dokter itu.


Melihat hal itu, Arga pun tak ingin melewatkan kesempatan emas itu. Ia beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Vanya yang masih berbicara dengan Renata.

__ADS_1


" berdansa lah denganku," ucap Arga sambil mengulurkan tangannya kepada Vanya. Vanya yang tengah mengobrol dengan Renata seketika menoleh. Ia melihat sebuah tangan kekar yang terulur di depan matanya. Pandangannya semakin keatas hingga melihat seorang laki-laki gagah yang tengah menatapnya dengan tatapan penuh makna.


''Cepatlah. Tunggu apa lagi,hm? Sepertinya dia menyukaimu, Nya. Come on, terima saja.'' Bisik Renata di telinga Vanya. Saat ini bisikan Renata seakan seperti bisikan setan yang sangat mengganggu telinga Vanya.


Vanya yang tidak tahu harus berkata apa , ia hanya bisa menganggukan kepalanya dan meraih tangan itu lalu keduanya pun turun ke lantai dansa. Lagipula pasangannya saat ini sudah tidak ada disana. Tidak apa-apa, bukan? Apalagi semua sahabatnya juga berdansa disana.


Di lantai dansa , Arga tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Vanya. Sedangkan Vanya hanya bisa mengikuti alunan musik itu dan terus menari bersama Arga. Wajah cantik Vanya seakan menghipnotis Arga hingga membuatnya tak bosan-bosannya melihatnya.


''So beautiful,'' ucap Arga tiba-tiba. Mendengar ucapan itu, membuat Vanya seketika mendongak. Memang tinggi tubuhnya hanya sebatas dagu Arga. Walaupun Vanya merupakan seorang model, namun tinggi badannya hanya seratus enam puluh sembilan sentimeter saja. Sedangkan Arga mempunyai tinggi badan seratus sembilan puluh enam sentimeter. Hampir menembus angka dua ratus bukan?


''Ya? Kamu bicara apa?'' tanya Vanya. Ia tak mendengar dengan jelas ucapan Arga karena memang ia tengah asyik menikmati alunan musik yang mengiringi tarian mereka.


''I said, you are so dazzling tonight, baby. (Aku berkata, kamu sangat sangat mempesona malam ini, sayang.)" ucap Arga sambil menatap lekat ke manik mata Vanya.


blush


Rona merah seketika muncul di kedua pipi Vanya. Ia merasa wajahnya memanas akibat ucapan yang dilontarkan oleh Arga. Apalagi pandangannya yang mampu menembus relung hatinya, membuat detak jantungnya semakin berdegup kencang. Vanya langsung menunduk, menghindari kontak mata dengan Arga. Ia malu karena pujian dari Arga membuatnya seakan terbang tinggi. Ditambah keduanya saat ini tengah berdansa, tangan kekar Arga senantiasa nangkring di pinggang rampingnya.


'Oh, God. Aku merasa sesak,' batin Vanya. Ia berusaha untuk tak menghiraukan ucapan Arga, menikmati dansa mereka diiringi lagu slow milik salah satu artis luar negeri yang terkenal.


" apa kau mencintai nya ? " tanya Arga lagi kepada Vanya.


Vanya yang tadinya tidak berani menatap Arga , kini memberanikan diri untuk menatap nya setelah mendengar pertanyaan itu.


" maksud mu ? " tanya Vanya yang tidak mengerti sepenuhnya dengan perkataan dari Arga itu.


"Aku tahu kau tidak mencintai Marcell kan ? " ucap Arga menjelaskan kepada Vanya maksud pertanyaan nya tadi.


Vanya yang tidak tau harus menjawab apa , ia hanya bisa diam dan mengalihkan pandangannya.


Arga semakin yakin dengan pikirannya bahwa memang benar Vanya tidak mencintai kekasihnya itu. ia pun menghentikan dansanya dan melihat ke arah Vanya.


"Ikut denganku " ucap Arga sambil menarik tangan Vanya meninggalkan lantai dansa tersebut.


"Mau kemana ?? " tanya Vanya penasaran sambil berjalan mengikuti langkah Arga.


"Aku ingin memastikan sesuatu " jawab Arga sambil berjalan ke arah meja mereka.


sesampainya di sana Arga mengambil tas milik Vanya dan keduanya pergi meninggalkan pesta tersebut.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2