
Bab 119 - Makan Malam
Malam harinya
Avril terlihat sudah siap menyambut kedatangan tamu mereka makam ini. Saat ini Avril berada di area dapur dan meja makan untuk mengecek persiapan yang ada di sana. Raut wajah serius tampak jelas si muka Avril. Hingga tak menyadari jika suaminya sudah berdiri di belakangnya sambil geleng-geleng kepala.
''Sayang?" Panggil Chris. Avril tak bergeming. Ia sibuk dengan urusannya menata piring dan gelas yang nantinya akan digunakan oleh mereka. Dalam hati Chris sangat bersyukur melihat Avril yang bisa bangkit dari tempat tidurnya. Bahkan kadang ia masih tak percaya jika putri tidurnya kini sudah bangun dan bisa melanjutkan hidup bersamanya.
"Stop, Sayang. Biarkan para pelayan yang mengatur segalanya." Ucap Chris yang sudah tak dengan Avril yang tak menghiraukannya. Ia sampai menarik tangan sang istri untuk berjalan mengikuti langkah nya pergi dari sana.
"Sebentar, Hon. Ish," Avril tak bisa berkutik lagi jika sang suami sudah memberikan tatapan mata tajamnya pada dirinya. Ia hanya bisa menghela napas sambil mengikutinya.
"Daripada kamu sibuk di sana, lebih baik lihatlah putrimu di kamarnya. Sebentar lagi mereka akan datang, jangan sampai Ella terlambat menyambut kedatangan mereka," ucap Chris.
Avril seketika langsung menepuk jidatnya saat lupa dengan putrinya. Ia terlalu asyik dengan urusan dapurnya hingga melupakan sang putri tercinta.
"Aku lupa, Hon. Kalau begitu, aku ke atas dulu." Chris hanya menganggukkan kepala mendengar ucapan dari sang istri. Lalu Avril berjalan meninggalkan Chris yang kini sudah duduk di ruang tamu, sambil menunggu kedatangan Carlton dan keluarganya.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Avril segera mengetuk pintu kamar Ella setibanya ia di depan pintu. Tak beberapa lama kemudian terlihat pintu itu terbuka dan menampilkan Ella dengan penampilannya malam ini. Avril sampai tak berkedip melihat putrinya itu.
"You look so gorgeous, baby." Puji Avril saat melihat penampilan paripurna Ella. Ella tersenyum manis mendengar pujian yang terlontar dari mulut sang Mommy padanya.
"Mommy juga sangat mempesona menggunakan dress navy ini," balas Ella sambil menatap penampilan sang Mommy malam ini.
Avril langsung mencubit gemas pipi kiri Ella setelah mendengar ucapan tersebut.
"Mulutmu sangat manis, Sayang. Ayo, kita turun sekarang. Daddy-mu sudah menunggu di bawah," ucap Avril pada Ella. Ella tersenyum lalu bergegas meninggalkan kamar itu dengan mommy-nya.
Setibanya di bawah, ternyata tamu mereka sudah berada di sana. Terlihat juga Leon sudah berada di sana dan duduk di samping sang Daddy.
"Itu mereka," ucap Chris seraya beranjak dari duduknya dan diikuti oleh keempat orang yang ada di sana. Carlton dan istrinya tampak senang bisa bertemu dan berkenalan dengan Avril. Sedangkan Edward terlihat terpaku melihat kecantikan wajah Ella.
"Senang bertemu denganmu, Nyonya." Sapa istri Carlton yang bernama Beatrix Motaz tersebut. Ia dan Avril tampak saling cium pipi kanan dan kiri setelah berjabat tangan.
"Senang bertemu denganmu juga, Nyonya." Balas Avril tak kalah senangnya.
"Hi, Aunty." Kini giliran Ella yang menyapa Beatrix. Wanita itu tampak lebih senang lagi melihat Ella yang menyapa dengan sama ramahnya seperti sang Mommy.
"Putrimu sangat cantik, Nyonya Nerotouw." Puji Beatrix sambil memeluk tubuh Ella. Ella tersenyum dan juga membalas pelukan singkat itu.
"Terimakasih, Nyonya." Ucap Avril seraya tertawa bersama yang lain. Setelah perkataan singkat itu, Chris segera mengajak ketiga tamunya itu menuju meja makan karena memang sudah siap.
__ADS_1
Kedua keluarga itu makan dengan suasana hangat dan juga bahagia. Terlihat jelas dari raut wajah kedua orang tua Leon dan Edward tertawa lepas saat mengingat jaman mereka muda. Sebagai yang paling muda, Ella hanya tersenyum menanggapi obrolan yang tercipta disana.
Sedangkan Edward tampak selalu mencuri-curi pandang pada Ella. Terlihat jelas dari raut wajahnya yang tampak tertarik dengan wanita muda dari keluarga Nerotouw tersebut. Semua gerak-gerik Edward tentu saja tertangkap oleh kedua mata Leon sebagai kakak Ella. Namun ia masih diam seolah-olah tak mengetahui semua itu.
Setelah makan malam yang hangat itu selesai, kedua keluarga itu melanjutkan obrolan mereka di ruang tamu yang ada di sana. Obrolan mereka merambat ke urusan pekerjaan mereka. Ella hanya bisa tersenyum tipis berada di samping sang Mommy tanpa ikut serta dalam obrolan keempat laki-laki itu. Ia lebih tertarik pada obrolan sang Mommy dengan Beatrix yang seputar urusan rumah tangga dan dapur.
"Kalau Ella? Sudah memiliki pacar atau calon suami?" Tanya Beatrix yang penasaran dengan sosok Ella yang cantik dan juga ramah.
Pertanyaan yang terlontar dari mulut Beatrix tentu terdengar di telinga Edward yang memang jarak kedua gender itu tak terlalu jauh. Kedua telinga Edward betul-betul dibuka lebar-lebar untuk mengetahui status dari wanita cantik itu.
"Belum, Aunty. Aku belum memikirkannya masih sibuk belajar bisnis pada Daddy dan Kakak." ucap Ella dengan senyuman tipisnya. Lagi-lagi ia harus dihadapkan dengan pertanyaan seputar tentang asmaranya. Namun sebisa mungkin ia tak memperlihatkan ketidaksukaan nya itu.
Diam-diam Edward tersenyum tipis mendengar jawaban itu. Ia merasa ada kesempatan bagi dirinya untuk mendekati wanita cantik itu. Leon melihat reaksi wajah Edward dalam hati mengejek.
'Kau butuh tenaga dan mental yang kuat jika ingin mendapatkan hati adikku ini, Dude.' batin Leon yang tahu bagaimana kerasnya sang adik. Ia tahu jika sampai saat ini adiknya itu masih belum bisa melupakan laki-laki yang berada di jauh sana.
Tanpa Ella tahu hingga saat ini Leon masih memiliki anak buah yang berada di negara Indonesia untuk terus mengamati Arga dan juga Marcell. Dan Leon jugalah yang menjadi dalang dibalik terkuaknya kasus-kasus Marcell hingga membuat laki-laki itu dipenjara saat ini. Leon sangat murka dengan perlakuan Marcell terhadap adiknya itu. Oleh karena itu, ia menyuruh orang-orang terbaiknya untuk mencari kebusukan Marcell lalu menghancurkannya.
Dan inilah hasil yang sangat memuaskan baginya. Ia senang melihat laki-laki biadab seperti Marcell akhirnya menuai hasil dari perlakuannya selama ini. Namun Leon tak pernah memberitahu semua informasi itu pada Ella. Ia hanya ingin adiknya itu hidup damai dan bahagia bersamanya dan juga kedua orang tuanya. Untuk masalah jodoh, Leon hanya akan berdoa yang terbaik untuk adik kesayangannya itu.
'Tuhan tidak tidur, Ell. Ia tahu apa yang kau butuhkan dan inginkan. Kakak hanya ingin kamu bahagia dengan semua yang kamu inginkan. Kakak akan selalu diaampingmu dan melindungimu. Kakak sangat menyayangimu,' batin Leon sambil menatap lekat ke arah Ella. Ella yang tak sengaja melihat kearah Leon, ia menyunggingkan senyum manisnya. Leon juga membalasnya dengan senyuman tipisnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1