Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 131 I Love You (END)


__ADS_3

Setelah mengendarai mobil sekian lama, kini keduanya telah sampai di salah satu tempat wisata yang paling terkenal dan diminati seluruh para wisatawan yang berkunjung ke negara Perancis tersebut. Sungai Seine atau lebih di kenal dengan sebutan Seine Rivers.


Sungai Seine ini membelah kota Paris menjadi dua bagian yang dalam bahasa Prancis disebut dengan istilah la rive droite ("tepi kanan") dan la rive gauche ("tepi kiri"). Yang dimaksud dengan tepi kanan adalah Paris Utara dan tepi kiri adalah Paris Selatan. Paris Utara lebih makmur daripada Paris Selatan.


Arga ingin memberikan kenangan yang indah untuk sang wanita yang dicintainya itu. Oleh karena itu, Arga sudah menyewa sebuah kapal pesiar mewah yang membawa keduanya mengelilingi kota Paris. Keduanya juga bisa melihat megahnya menara Eiffel dari atas kapal.



Di atas kapal, Arga memeluk tubuh Vanya dari belakang. Saat ini keduanya tengah berdiri di pinggir pagar sambil menatap ke arah pemandangan menara Eiffel yang terlihat dari atas kapal.


''Pemandangannya sangat indah,'' ucap Vanya memuji keindahan menara itu dari tempatnya berdiri. Arga tampak tersenyum mendengarnya.


''Hm, sangat indah.'' Arga malah tengah memuji kecantikan Vanya yang tengah tersenyum itu. Ia tak menghiraukan apa yang ada di sekitarnya. Pandangannya hanya terfokus pada sosok Vanya, wanita yang sangat ia cintai.


''I love you, baby. I really do love you," bisik Arga tepat di telinga Vanya. Vanya sampai merinding dibuatnya. Ia pun mengelus punggung tangan Arga yang masih betah di perutnya itu.


''Hm, aku tahu.'' dengan senyumannya, Vanya hanya mengiyakan perkataan Arga. Arga hanya bisa tersenyum tipis mendengar jawaban Vanya. Perlahan Arga menarik tangan kanannya dan merogoh saku celananya.


Saat Vanya tengah menatap pemandangan di sekitar sungai Seine yang tampak indah, ia merasakan sesuatu pada jemarinya. Vanya seketika terbelalak saat melihatnya.


''I-ini?'' ucap Vanya tak percaya.


''Untuk wanita paling cantik dihati dan duniaku.'' Bisik Arga padanya. Vanya tak bisa berkata-kata lagi selain kedua matanya yang terasa memanas hingga setitik air mata miliknya menetes mengenai punggung tangannya.



''Hon?'' Vanya berbalik dan menatap kedua mata Arga. Arga dengan lembut mengusap pipi mulus Vanya.


''Jadilah ratu di hidupku ini, Vanya. Kaulah satu-satunya wanita yang aku inginkan. Tak ada yang bisa memilikimu selain aku,'' Arga mengecup punggung tangan kiri Vanya yang terdapat cincin pemberiannya itu.


Sebenarnya sudah sejak lama Arga memesan cincin itu. Tepatnya setelah keduanya menghabiskan waktu di Singapura saat Vanya mendapatkan pekerjaan disana. Namun karena berbagai permasalahan datang sampai membuat keduanya berpisah, Arga tak bisa memberikannya kepada Vanya.


Hingga saat inilah, hari yang sangat dinantikan oleh Arga. Hari dimana ia bisa memakaikannya langsung di jari manis kekasihnya itu.


Vanya berkata apapun selain hanya bisa menangis sambil menganggukkan kepala.


''I love you,'' ucap Vanya sambil menatap Arga. Arga tersenyum bahagia saat mendengar ungkapan cinta dari kekasihnya itu.

__ADS_1


''Hm, aku tahu.'' sahut Arga sambil tersenyum kepada Vanya. Vanya yang mendengarnya seketika cemberut hingga menghadiahi Arga sebuah pukulan di dada Arga.


Bugh


"Aw, sakit sekali, baby.'' keluh Arga sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping Vanya.


''Cih, kau membalas ku, kan? Lepaskan.'' sungut Vanya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Arga. Arga terkekeh sambil melirik ke arah belakang Vanya.


''Lihatlah di belakangmu, baby.'' ucap Arga tiba-tiba. Vanya yang mendengarnya seketika mengeryitkan dahi.


''Ada ap...'' Belum sempat Vanya meneruskan ucapannya, kedua tangannya langsung menutup mulutnya.


''Oh my God. What the ....'' Vanya langsung melepaskan pelukannya dari Arga dan menghampiri semua orang yang ada di hadapannya itu.


Arga tersenyum melihat wanitanya itu tertawa bahagia.


Arga sengaja mendatangkan seluruh keluarga dan para sahabat mereka kemari. Ada keluarga dari Alex, Vale, David, dan juga keluarga Renata yang hadir dalam acara ini.


Arga telah memesan kapal pesiar mewah tersebut selama sehari semalam dengan bantuan asistennya Dinda.


Dinda juga tampak disana dengan suami dan kedua anak laki-lakinya.


''Congratulations, bro. Akhirnya setelah sekian lama, kalian bisa bertemu dan bersatu.'' ucap David saat menghampiri Arga dengan membawa dua buah gelas berisi wine. Arga tersenyum sambil menerima satu gelas darinya.


''Thank's. Bagaimana dengan anak-anak?'' tanya Arga. Anak-anak yang ia maksud adalah anak dari David dan Renata.


''Mereka berada di mansion Vale bersama para pengasuh mereka.'' Arga menganggukkan kepalanya mendengar hal itu.


''Cepatlah, buat dia menjadi milikmu secara sah. Apa kau tak ingin seperti ku?'' tanya David sambil mengedipkan sebelah matanya.


''Tunggu saja nanti. Aku akan perlihatkan kualitas premium ku padamu,'' jawab Arga dengan yakin. Mana mungkin ia tak ingin seperti David.


Saat ini David dan Renata sudah memiliki tiga anak. Hidup keduanya pun sangat damai dan harmonis. Tak pernah sekalipun terdengar isu miring dari keduanya karena memang keduanya saling mencintai.


''Haha, are you sure, brother? Kau tak bisa mengalahkan ku. Aku sudah memiliki tiga orang anak. Sedangkan kau? Menikah saja belum,'' ejek David pada Arga. Arga hanya bisa mendengus kesal mendengarnya.


''Aku bisikin. Apalagi saat ini Rena tengah hamil lagi.'' Arga seketika terbelalak saat mendengar ucapan tersebut. Saat ia hendak bicara, terdengar teriakan dari para wanita di sana.

__ADS_1


Aaaa


''Benarkah, Ren? Lo sekarang lagi hamil lagi? Oh , God. Congratulation, aku sangat bahagia mendengarnya,'' ucap Vanya dengan tulus. Ia memeluk tubuh Renata dengan erat, menyalurkan rasa bahagianya atas kehamilan sahabatnya itu.


''Thank's, babe. Cepetan nyusul,'' balas Renata sambil mengurai pelukan itu.


Vanya hanya tersenyum malu-malu mendengarnya. Ia melirik sekilas pada Arga yang ternyata juga melihat kearahnya.


Vanya tersenyum saat melihat gerakan bibir Arga yang mengatakan 'i love you' padanya. Vanya merasa menjadi wanita paling bahagia di dunia ini semenjak bersama dengan Arga.


Semua orang yang ada di dalam kapal pesiar mewah tersebut tampak bahagia. Mereka bersuka cita atas rencana pernikahan Arga dan Vanya serta kehamilan Renata. Mereka menghabiskan waktu bersama hingga malam hari.


Saat malam pemandangan di sana tampak lebih indah dibanding siang hari. Lampu-lampu terang yang menyoroti menara terlihat sangat indah. Menghipnotis setiap pasang mata yang melihatnya.


Seperti saat ini, semua orang yang ada di atas kapal tengah menikmati pemandangan sambil mendengarkan alunan musik yang tersedia disana. Sebagian orang tampak berdansa dengan pasangan mereka. Tak mau ketinggalan, Arga menarik tangan Vanya dan mengajaknya berdansa bersama yang lain.


''Terimakasih, sudah hadir dalam kehidupan ku, Vanya. Kau adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan padaku. I love you,''


ucap Arga dengan memandang kedua mata indah Vanya.


''Terimakasih karena sudah menerimaku dengan segala kekuranganku, Hon. I love you,'' balas Vanya sambil tersenyum kepada Arga.


Bertepatan dengan itu, sebuah kembang api meluncur di atas kapal.buat semua orang yang ada di atas sana seketika berhenti dari aktivitas mereka.


duar


duar


duar


Kembang api menyala dan berhamburan indah di atas kapal. Membuat semua orang tampak senang melihatnya. Terutama para wanita.


Beberapa dari mereka terlihat merekam kembang api tersebut. Hingga puncaknya saat runtutan kembang api melesat keatas hingga membuat tulisan 'I LOVE YOU AVRIELLA CHRISTOPERA NEROTOUW' membuat takjub bagi yang melihatnya.


Vanya sampai menutup mulutnya tiba-tiba saat melihatnya. Ia beralih menatap Arga yang saat ini juga melihatnya.


''I love you, baby. I Fu**ing crazy love you,''

__ADS_1


''Me too. I love you with all my soul and body,''


...END...


__ADS_2