
Seminggu kemudian
Setelah pertemuan tak sengaja Chris dengan kawan lamanya - Carlton Motaz, hari ini Chris akhirnya bisa merealisasikan rencana pertemuannya dengan sahabatnya itu. Malam ini Keluarga Carlton datang bertamu ke rumah Chris.
Chris sangat bahagia, lalu menyuruh para pelayan untuk mempersiapkan semuanya untuk tamunya kali ini. Bahkan Avril sendiri yang turun tangan mengawasi pekerjaan para pelayan yang memasak untu hidangan malam ini.
Sejak pagi Avril sudah berkutat bersama para pelayan di dapur. Sedangkan Ella baru pulang dari kantor karena memang sekarang sudah pukul lima sore waktu setempat.
''Hai, Mom. Sepertinya Mommy sangat sibuk sekali,'' sapa Ella sambil memeluk tubuh Mommy-nya dari belakang saat Avril tengah berdiri memperhatikan para pelayan memasak.
Avril tersenyum lalu mengelus punggung tangan sang putri yang bertengger di perutnya.
''Hm, nanti malam akan ada tamu, Sayang. Mommy harap kamu juga bisa menjamu mereka bersama Mommy dan Daddy.'' ucap Avril. Ella mengeryitkan dahi mendengarnya.
''Siapa tamu Daddy, Mom? Apa orang penting?'' tanya Ella. Avril tampak menganggukkan kepala.
''Itu loh, Uncle Carlton yang bertemu di restoran seminggu yang lalu. Hari ini Daddy mu berkata keluarga dari Uncle Carlton datang kesini. Oleh karena itu, Mommy ingin menjamu mereka dengan sebaik mungkin.'' Ella tampak mengangguk-anggukan kepala mendengar ucapan dari sang Mommy.
''Oh, Tapi kakak hari ini juga datang gak Mom?'' tanya Ella.
''Entahlah. Tadi kata Leon, kalau masih sempat dia akan datang, Ell. Soalnya hari ini ia ada meeting penting dengan beberapa rekan kerjanya di kantornya.'' Jawab Avril.
''Baiklah, kalau begitu Mom. Ella ke atas dulu, ya?'' Avril tampak mengangguk lalu Ella pun bergegas menuju tangga naik ke kamarnya.
Sepeninggal Ella, Avril kembali menjadi pengawas makanan hari ini untuk para pelayannya. Sesekali ia ikut mencicipi masakan yang dibuat pelayan dan memberikan komentarnya. Ia sangat berharap jika apa yang direncanakan nya akan berjalan lancar.
flashback
__ADS_1
Beberapa hari yang lalu, Avril mendatangi kantor suaminya yang ada di pusat kota Perancis. Namun kedatangannya bertepatan dengan suaminya tengah mendapatkan tamu yang tak lain adalah Carlton. Namun kali ini Carlton membawa putra semata wayangnya yang bernama Edward Motaz.
''Sayang, kenalkan ini anaknya Carlton - Edward Motaz namanya.'' ucap Chris saat Avril tengah berjalan kearahnya. Wanita itu tampak tersenyum sambil melihat ke arah laki-laki muda tersebut.
''Hi, Aunty. Nice to meet you,'' sapa Edward sambil mengulurkan tangannya pada Avril. Dengan senang hati Avril menerima uluran tangan itu.
''Hi juga, Edward. Aku tak menyangka Tuan Carlton memiliki putra yang sangat tampan dan ramah.'' puji Avril yang seketika membuat Edward memperlihatkan senyum manisnya. Terlihat dua lesung pipinya nampak saat ia menarik kedua sudut bibirnya keatas.
''Ha-ha-ha, Nyonya Nerotouw bisa saja.'' sahut Carlton sambil tertawa.
Keempat orang itu pun terlibat obrolan yang santai dan juga menyenangkan. Terlihat beberapa kali mereka tertawa bersama saat Chris dan Carlton menceritakan persahabatan mereka semasa dulu.
''Bagaimana kalau kita undang Tuan Carlton bersama keluarganya untuk makan malam dirumah, Honey?'' tanya Avril pada sang suami. Chris mengalihkan pandangannya pada sang sahabat.
''Ide bagus. Bagaimana, Carl?'' tanya Chris padanya.
Carlton tampak berpikir terlebih dahulu.
''Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu. Kita sambung lagi nanti,'' imbuh Carlton seraya beranjak dari duduknya dan diikuti oleh ketiga orang lainnya.
Setelah kepergian kedua tamu itu, Avril tampak mendekati sang suami.
Chris yang tengah duduk di kursi kebesarannya tampak menaikkan sebelah alisnya saat melihat Avril kini berdiri tepat di samping kirinya.
''Hon?'' panggil Avril.
''Hm,'' balas Chris sambil tersenyum tipis. Ia masih berpura-pura tidak mengetahui kemauan sang istri. Melihat Chris yang tampak acuh, membuat Avril cemberut. Tak kehabisan akal, wanita itu menarik tangan kiri Chris dan mendudukkan tubuhnya di atas pangkuan sang suami.
__ADS_1
''Honey?'' panggil Avril dengan cemberutnya. Chris terkekeh geli pada akhirnya.
''What's up, Baby? Katakan. Aku tahu kamu,'' ucap Chris seraya melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping sang istri. Begitu pula dengan Avril. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami. Meski keduanya sudah tak lagi muda, namun keromantisan mereka tak mau kalah dengan pasangan muda diluar sana.
''Aku ingin memperkenalkan Edward pada Ella. Bagaimana menurutmu?'' tanya Avril sambil mencari kenyamanan dalam duduknya. Namun justru karena gerakan itu membuat Chris memejamkan mata.
''Jangan bergerak sembarang, Baby. Atau aku akan melahap mu sekarang juga,'' balas Chris dengan memberikan sebuah kecupan di leher sang istri. Avril tampak tersenyum melihat Chris yang masih tampak perkasa di usianya yang sudah menginjak diangka lima puluh tahun itu.
''Nanti dulu. Jawab dulu pertanyaan ku, Sayang.'' ucap Avril sambil memegang tangan kekar Chris yang berusaha masuk ke dalam dress yang ia gunakan saat ini.
Chris tampak menghela napasnya. Lalu ia pun memberikan pendapatnya.
''Boleh saja memperkenalkannya dengan siapapun asal dari keluarga yang baik attitude nya, Baby. Tapi jangan sekali-kali kamu memaksakan kehendak mu pada putrimu itu. Kamu tahu sendiri kan, kehidupan putrimu sebelumnya? Kalau dari apa yang Daddy rasakan, Daddy masih merasa jika Ella masih memikirkan laki-laki yang bernama Arga itu.'' ucap Chris. Ia tentu tahu dengan kehidupan putrinya meski sang putri tak menceritakan semuanya padanya. Avril pun juga tahu karena memang Chris tak pernah mempunyai rahasia dari wanita yang dicintainya itu.
Mendengar itu membuat Avril tampak mengangguk sambil memeluk wajahnya. Ia terlihat sedih jika teringat dengan semua yang terjadi pada hidup sang malaikat kecilnya.
''Tapi, menurutmu, Ella dan laki-laki itu bisa bersama lagi?'' tanya Avril. Chris mengendikkan bahunya mendengar pertanyaan itu.
''Kita tidak tahu, Baby. Kita serahkan saja semuanya pada Tuhan. Jika memang keduanya berjodoh, pasti ada jalan untuk mereka bertemu. Kita sebagai orang tua harus mendukung apa yang menjadi kebahagiaan putri kita, Sayang.'' jawab Chris yang seketika membuat Avril tersenyum.
Inilah yang disukainya dari Chris. Laki-laki itu selalu bijak dalam bertindak dan bertutur kata. Tak pernah sekalipun Chris bersikap egois meski itu padanya atau kedua anaknya. Kebahagiaan menjadi prioritas utama dalam hidup Chris. Dan Avril sangat bersyukur bisa menjadi prioritas dalam hidup laki-laki yang telah menikahinya lebih dari tiga puluh tujuh tahun itu.
''You know, Honey? I really do love you,'' ucap Avril sambil mengecup rahang kokoh sang suami. Mendapatkan perlakuan manis seperti itu seketika membuat Chris menginginkan hal yang lebih darinya.
''Kalau memang kamu sangat mencintaiku, lakukanlah dengan benar dan jangan hanya menggodaku, baby.'' bisik Chris dengan memberikan sebuah kecupan mesra di bibir sang istri. Avril tentu tahu arti dari ucapan sang suami. Dengan senyum menawannya, Avril berdiri dari duduknya dan menatap ke arah suaminya. Perlahan ia memegang tali dress nya yang ada di kedua pundaknya. Lalu dengan sengaja ia menariknya hingga dress longgar itu merosot kebawah.
''With pleasure, My Husband.'' Dimulailah petualangan cinta kedua insan tersebut meski berada di dalam ruang kerja Chris. Tak mau ada orang yang mengganggu, dengan cepat Chris menekan tombol kunci ruangannya yang ada di bawah mejanya. Setelah itu ia membopong tubuh molek sang istri yang hanya berbalut sepasang dalaman berenda itu ke dalam kamar pribadinya yang ada di sana.
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar sayup-sayup suara ******* dan erangan dari kedua insan tersebut yang menandakan bahwa keduanya tengah berada dalam gelora cinta yang sangat menggebu dan memabukkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...