Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 67 Di bawah Selimut


__ADS_3

Keesokan harinya


Cahaya pagi menembus sela-sela korden jendela sebuah kamar. Wajah cantik seorang wanita yang tadinya tertidur merasa terusik akibatnya. Merasa masih enggan untuk bangun, membuat wanita tersebut mengubah posisi tidurnya menjadi berbalik.


Merasakan kehangatan yang ada di depannya, membuat wanita itu semakin mendusel kesana. Aroma khas yang terkesan maskulin namun memabukkan membuat wanita itu seakan terhipnotis dan semakin memajukan tubuhnya.


Eugh


Lenguh wanita itu sambil mengendus-endus aroma yang semakin lama semakin jelas di indera penciumannya. Tangannya mulai meraba objek yang ada di depannya itu tanpa membuka matanya sama sekali.


'Apa ini? Apa gulingku? Sepertinya gulingku tak sekeras ini? Apa mungkin boneka Teddy bear ku? Tapi permukaannya tak sehalus ini,' batin wanita itu sambil memikirkan apa yang saat ini tengah ia raba. Hingga sebuah suara serak seorang laki-laki mengejutkan dirinya.


''Good morning, baby,'' suara berat seorang laki-laki yang terdengar sangat seksi di telinga wanita itu. Suara serak khas seorang yang baru bangun dari tidurnya.


deg


Seketika kedua bola mata wanita itu terbuka lebar. Ia tersentak hingga beberapa saat kemudian ia kembali tersadar dari lamunannya.


'Oh, God. Bagaimana aku bisa lupa jika semalam aku bersamanya? Bodoh. Bodoh sekali kamu, Vanya. Dasar,' runtuk Vanya dalam hati. Ia sangat malu apalagi sejak tadi jari jemarinya menari-nari di dada bidang milik Arga yang tak memakai apapun itu.


''Morning,'' sahut Vanya sambil memundurkan sedikit demi sedikit tubuhnya. Tak lupa juga ia memegang erat selimut itu tinggi-tinggi agar tak sampai melorot atau terlepas dari tubuhnya yang hingga sekarang masih polos di dalam sana.


Melihat gerak-gerik menggemaskan Vanya membuat Arga tersenyum tipis. Apalagi jika ia teringat tentang permainan panas mereka semalam, Oh God. Seketika membuat gairah Arga kembali terpancing.


'Oh, sh**.'' umpat Arga dalam hati.


Demi menetralkan kembali hasrat yang mulai menarik itu, Arga berdehem sambil mulai bangun dari tidurnya. Ia bersandar pada headboard ranjangnya sambil mengambil ponsel miliknya yang ada di atas nakas.


Sedangkan Vanya masih betah dengan posisinya yang membelakangi Arga sambil memeluk erat selimut itu tinggi-tinggi hingga menutupi lehernya.

__ADS_1


''Em, Ar-Arga ?'' panggil Vanya lirih.


''Hm,'' jawab Arga tanpa menoleh ke arah Vanya. Saat ini kedua matanya fokus melihat beberapa email yang masuk ke dalam ponselnya.


''Bisakah kau keluar sebentar? aku ingin pergi ke kamar mandi,'' ucap Vanya memohon.


Mendengar ucapan Vanya membuat Arga menghentikan aktivitas nya lalu menatap punggung Vanya.


Ia tahu jika Vanya saat ini masih malu-malu terhadapnya. Bukankah seharusnya keduanya sudah saling melihat satu sama lain? Bahkan semalam Vanya juga merasakan semua yang ada pada tubuh Arga tersebut.


''Why? Kan kamu tinggal berjalan ke sana, baby.'' ucap Arga sambil meletakkan kembali ponsel itu dan kini ia menggeser tubuhnya mendekati Vanya.


Vanya yang merasakan ranjang itu sedikit bergoyang menjadi deg-degan.


'Wait-wait. Kenapa aku jadi deg-degan gini ya? Oh my God.' batin Vanya sambil menggigit kecil bibir bawahnya karena merasa gugup dengan keadaannya saat ini.


hap


Tubuh Vanya membeku merasakan tubuh belakangnya yang kini menempel sempurna di tubuh bagian depan milik Arga. Apalagi Arga sedikit menarik pinggangnya mundur hingga bokong sintal itu berada tepat di depan milik Arga yang terbungkus ****** ******** saja.


'*Oh, God. Jantungku berdesir,' batin Vanya.


'What the Fu**. Posisi ini semakin membuatku gila. Tapi aku sangat menyukainya,' batin Arga sambil memejamkan matanya*.


Cup


Arga kembali melabuhkan sebuah kecupan di tengkuk Vanya sehingga membuat Vanya merasa geli sekaligus merinding. Ditambah lagi dengan tangan Arga yang berada diperutnya itu kini bergerak perlahan disana. Bergerak membentuk pola-pola abstrak yang kemudian terasa merambat naik. Tentu Vanya tahu arti dari kelakuan nakal tangan itu.


Sebelum tangan kekar itu mencapai tujuannya, dengan cepat Vanya meraih dan menangkap tangan tersebut.

__ADS_1


"Stop, Ar. see what time is it? we have to get out of here soon. I also have work waiting for me, okay? (lihat jam berapa sekarang? kita harus segera keluar dari sini. aku juga mempunyai pekerjaan yang sudah menantiku, oke?)" ucap Vanya sambil mengangkat tangan itu dan menggeser tubuhnya agar terlepas dari pelukan Arga. Namun bukan Arga namanya jika menurut begitu saja pada Vanya. Sebelum Vanya beranjak dari tidurnya, dengan cepat ia menarik tubuh Vanya hingga membuat dirinya terjatuh terlentang di sana.


Akh


Dengan cepat Arga kembali menindih tubuh polos Vanya. Melihat wajah bantal Arga entah mengapa bagi Vanya terlihat sangat seksi. Apalagi dengan rambutnya yang masuk acak-acakan seperti sekarang.


''A-Arga ?''


''Today is Sunday, baby.'' ucap Arga sambil memperlihatkan senyum gelinya.


duar


Seketika tubuh Vanya seperti diceburkan ke dalam got yang penuh dengan lumpur. Malu. Oh, God. Sungguh, mau di taruh dimana muka Vanya saat ini. Bagaimana bisa ia lupa jika hari ini merupakan hari Minggu.


'Sia..lan. Ingin rasanya aku menceburkan diriku ke dalam lautan lepas agar tak ada yang melihatku. Huaa.... malunya aku,' batin Vanya yang menangis karena malu akibat kebodohannya sendiri.


Sedangkan Arga yang melihat wajah Vanya memerah karena malu seketika terbahak-bahak. Sangat lucu baginya jika melihat wajah cantik Vanya yang tengah menahan malu seperti ini.


Ha-ha-ha


Melihat Arga yang malah menertawakan dirinya membuat Vanya kesal bukan main. Dengan wajah cemberutnya ia mendorong tubuh Arga yang ada di atasnya itu hingga jatuh ke samping. Lalu dengan cepat ia menarik selimut tebal itu dan beranjak dari ranjang.


Ia melemparkan tatapan mematikannya kepada Arga sebelum ia melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Sedangkan Arga masih senantiasa menertawakan tingkah Vanya yang terkesan seperti bocah ABG labil karena dirinya.


''Kau sangat menggemaskan sekali, baby. Ha-ha-ha,'' teriak Arga saat melihat Vanya masuk ke dalam kamar mandi.


''I HATE YOU, AR.''


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2