
Percakapan antar laki-laki
Setelah memperkenalkan Marcell kepada seluruh orang yang ada dimeja itu , Vanya pun mengajak Marcell untuk bergabung bersama mereka karena memang meja itu berukuran besar dan masih ada kursi yang kosong. sehingga Marcell bisa bergabung di sana.
'Si...alan! Kenapa juga harus datang. Bikin rusak mood gue aja,' gerutu Arga dalam hati. Ia menatap tajam ke arah Vanya dan juga kekasihnya itu.
terlihat wajah Arga berubah menjadi dingin. ia tampak tidak senang dengan kedatangan dari kekasih Vanya.
" kelihatannya kau sangat kesal sekali " ucap Alvin berbisik di telinga Arga yang ada di sebelahnya itu.
mendengar ucapan itu , Arga langsung memberi Alvin tatapan mematikan nya.
mendapatkan tatapan itu , Alvin hanya bisa cengengesan sambil mengangkat jari peace nya.
''He-he-he. Sorry bro,'' ucap Alvin cengengesan.
" tapi kenapa aku merasa Vanya justru terlihat tidak senang melihat kekasihnya itu datang ya ? " imbuh Alvin pelan. Namun karena Arga berada disampingnya , jadi ia bisa dengan jelas mendengarnya.
" apa maksudmu ?" tanya Arga penasaran dengan ucapan sahabatnya itu.
" lihatlah !!! senyum Vanya sekarang berbeda dengan tadi saat Marcell belum datang. Terlihat sangat dipaksakan," ucap Alvin sambil melihat-lihat ke arah Vanya yang saat ini sedang duduk di sebelah Marcell dan mereka sedang mengobrol dengan Rena , Angel dan juga Olivia.
sedangkan Vale terlihat sedang mengobrol bersama Alex dan juga Dallas.
" benar juga !! sepertinya ada sesuatu " ucap Arga setelah memperhatikan Vanya. Alvin juga terlihat menganggukan kepalanya.
''Tuh, lihat saja muka si Renata. Dia juga kelihatannya gak suka banget sama tuh cowok,'' ucap Alvin lagi sambil dagunya mengarah kepada Renata. Arga hanya menganggukkan kepala mengiyakan perkataan dari sahabatnya - Alvin.
Malam ini adalah malam yang sangat spesial dan juga menjadi ajang reuni bagi para orang tua Daniel dan sahabat. pasalnya orang tua dari Alvin , Arga dan juga David juga hadir di sana. Meja mereka pun bersebelahan dengan meja keluarga besar Vale.
_ _ _ _ _
Setelah beberapa lama kemudian kini tiba saatnya untuk acara dansa. Dan tentunya yang pertama turun ke lantai dansa adalah Daniel dan Annisa yang merupakan raja dan ratu malam ini.
Semua orang yang ada di sana terlihat kagum melihat Daniel dan Annisa yang sedang berdansa dengan sangat romantis itu.
"Bisakah kau membuat Marcell pergi dari sini ? " bisik Arga kepada Alex. Mendengar itu sontak membuat Alex mengeryitkan dahinya heran.
"Maksud mu? " tanya Alex heran.
"Dia ingin mendekati Vanya," bisik Alvin kepada Alex. mendengar ucapan alvin membuat Alex geleng-geleng kepala kemudian ia memanggil Arkana.
"Arkan?" panggil Alex.
__ADS_1
"Hm, ada apa, Kak?" jawab Arkan.
Alex pun menjentikkan jarinya kepada Arkana. Mau tak mau Arkana pun mendekatkan tubuhnya pada kakaknya itu.
"Apa kau punya cara untuk membuat dia pergi dari sini?" bisik Alex kepada adiknya itu seraya menunjuk ke arah Marcell dengan dagunya. Seketika terlihat Arkana mengikuti arah tunjuk Alex lalu memikirkan sesuatu. Tak selang waktu lama ia menyunggingkan senyumnya sambil menganggukkan kepalanya.
"Ada. Aku ada obat pencahar, tapi ada di mobil," ucap Arkana santai.
"Kalau begitu ambillah sekarang," ucap Alex memerintahkan adiknya itu.
"Ish," ucap Arkana menggerutu namun tetap ia berdiri dari duduknya.
"Baiklah. Sebentar," ucap Arkana lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Melihat itu , membuat Vale dibuat penasaran. akhirnya ia pun bertanya kepada Alex.
"Mau kemana Arkan ?" tanya Vale.
"Ke mobil !! sebentar lagi juga akan kembali," ucap Alex sambil tersenyum penuh arti.
"Apa yang kalian sedang rencana kan ?" tanya Vale setelah melihat senyum misterius Alex. ia semakin dibuat penasaran dengan itu.
"Nanti kamu juga akan tahu, Sayang. Hm," ucap Alex sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Vale. Vale hanya mencebikkan bibirnya karena Alex yang tidak mau memberitahukan kepada nya.
Tak beberapa lama kemudian Arkana pun terlihat sudah kembali ke sana.
terlihat Arkana tersebut sambil memperlihatkan botol kecil di tangan kanannya itu.
"Bagus !! " ucap Alex sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya. kemudian ia beralih kepada Arga dan juga Alvin.
" Arkana sudah membawa obatnya , sekarang buat sedikit keributan agar dia melihat kesini sehingga nanti Arkana bisa memasukkan Obat itu di gelasnya. " ucap Alex. terlihat Alvin dan Arga tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kamu mendekat lah di samping Angel !! saat dia melihat ke arah sini segeralah tuang obat itu ke dalam gelasnya " ucap Alex.
"Baiklah " ucap Arkana sambil berdiri dan berjalan ke arah Angel yang duduk di samping Marcell itu.
"Ada apa ? " tanya Angel kepada Arkana yang sudah berada di sampingnya itu.
"Aku disuruh memasukkan ini " bisik Arkana kepada Angel sambil memperlihatkan tangannya.
prang
terdengar gelas kaca yang jatuh di sebelah kursi milik Arga. sontak membuat semua orang yang ada di meja itu melihat ke arah Alvin dan Arga.
__ADS_1
" kau gimana sih ?? " ucap Arga berakting kesal karena Alvin menjatuhkan gelas miliknya.
" sorry, sorry. Gue tidak sengaja " ucap Alvin kepada Arga.
" sudahlah !! biar pelayan yang membereskannya ... " ucap David sambil terlihat melambaikan tangannya kepada salah satu pelayan yang sedang berjalan tak jauh dari tempatnya. melihat itu , pelayan tersebut langsung menghampiri meja mereka.
melihat kesempatan itu , Arkana dengan segera memasukkan cairan bening itu ke dalam gelas milik Marcell. melihat itu , Alex , Arga dan juga Alvin menyunggingkan senyumnya. setelah memasukkan Obat itu , Arkana kemudian berpura-pura berbicara dengan Angel lalu kembali ke kursinya.
" baiklah kak !!! aku kembali dulu " ucap Arkana. Angel yang bingung pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Arkana.
" good " ucap Alex kepada Arkana saat Arkana sudah berada di kursinya.
" jangan lupa transfer !! " ucap Arkana sambil meminum minumannya.
" dasar !! baiklah ... " ucap Alex kemudian ia memerintahkan Dallas yang duduk di sebelah David untuk mentransfer uang ke rekening adiknya itu.
" Rick ... transfer ke Arkan !! " ucap Alex singkat kepada Dallas.
Dallas pun bingung dengan ucapan majikannya itu hanya bisa diam saja.
" 500 " ucap Alex singkat. Dallas pun yang sudah mengerti lalu ia mengambil handphone nya dan mengotak-atik nya.
" sudah tuan " ucap Dallas beberapa saat kemudian kepada Alex. Alex hanya menganggukkan kepalanya.
ting...
bunyi handphone milik Arkana yang ada di saku jasnya. kemudian ia mengambil handphone nya dan melihat pesan yang masuk itu.
terlihat Arkana menyunggingkan senyumnya setelah melihat isi pesan tersebut.
" thanks .. " ucap Arkana kepada Alex. Alex hanya menganggukkan kepalanya sambil menyesap minumannya.
terlihat Marcell pun meminum minumannya. baik Alex , Alvin dan Arga tersenyum melihat itu. sedangkan Arkana terlihat biasa saja sambil menikmati camilan yang ada di meja itu.
tak beberapa lama kemudian terlihat Marcell meninggalkan meja itu. setelah 10 menit kemudian ia kembali ke meja itu. namun tak lama kemudian ia kembali pergi meninggalkan meja itu setelah ia meminum kembali minumannya.
terlihat Alex , Alvin dan juga Arga tersenyum dengan kompak sambil saling bertatapan. David yang memang tidak tahu tentang itu terlihat penasaran karena melihat ketiganya tersenyum penuh arti.
" apa yang sedang kalian lakukan ?? kenapa kalian senyum-senyum begitu ? " tanya David penasaran.
terlihat Arga tersenyum lalu mendekatkan tubuhnya dan berbisik kepada David.
seketika membuat David membulatkan matanya.
__ADS_1
" APA !! ..... "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...