
Setibanya Marcell di kantor, ia langsung memanggil Vanya dan juga Cynthia agar mendatangi ruangannya.
*tok
tok
tok*
"Masuk,'' sahut Marcell dari dalam sana. Vanya dan Cynthia yang sudah berada di luar pintu segera memasuki ruangan milik atasannya tersebut.
''Duduklah,'' titah Marcell kepada keduanya.
Vanya dan Cynthia mematuhi dan duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu. Marcell pun menghentikan kerjaannya sejenak dan menghampiri mereka dan duduk di seberang keduanya.
''Ada yang perlu saya bicarakan kepada kalian.'' ucap Marcell membuka suaranya. Vanya dan Cynthia masih setia mendengarkan ucapan Bos mereka itu.
__ADS_1
''Kalian tentu sudah mendengar kabar bukan, kalau agency kita sedang mengajukan kerjasama dengan Wijaya group ?'' tanya Marcell. Kedua wanita itu tampak mengangguk, mengiyakan pertanyaan darinya.
''Agency kita terpilih dan kalianlah jugalah yang dipilih untuk menjadi model mereka. Saya berharap kalian bisa menjalankan pekerjaan ini dengan sebaik mungkin. Jangan sampai mempermalukan nama agency kita. Jika nanti kalian berhasil, nantinya nama kalian juga lebih terkenal dari sekarang. Kalian paham?'' tanya Arga. Kedua wanita itu tampak bahagia mendengar berita itu.
''Paham, Pak.'' ucap Vanya dan Cynthia serempak. Wajah keduanya berbinar mendengar nama mereka yang terpilih.
'Yes, dengan begini aku bisa mendekati Tuan Arga lebih mudah. Ha-ha-ha ,'' ucap Cynthia dalam hati. Ia sangat bahagia mengetahui dirinyalah yang menjadi model hotel baru tersebut.
'Takkan kubiarkan Vanya berdekatan dengan calon pacarku. Aku akan memberi perhitungan padanya nanti,' seringai Cynthia sambil melirik kearah Vanya. Tak akan ia biarkan mangsa sebesar Arga lolos dari tangannya. Ia akan melakukan segala cara agar bisa berdekatan bahkan menjerat laki-laki itu.
''Vanya?'' panggil Cynthia saat keduanya sudah berada di luar ruangan Marcell.
Vanya yang tadinya berjalan mendahului Cynthia kini berhenti sejenak dan memutar tubuhnya.
''Ya? Ada apa?'' tanya Vanya.Vanya melihat tatapan sengit dari Cynthia sambil berjalan menghampiri dirinya. Vanya yang mendapatkan tatapan tajam seperti itu tentu saja dibuat heran. Bahkan ia sampai mengerutkan dahinya karena merasa aneh dengan sikap sesama model tersebut.
__ADS_1
''Gue peringatin ya sama Loe. Saat kita berada di sana, jangan sekali-kali loe berani deketin pemilik perusahaan itu. Ingat! Loe itu udah punya Pak Marcell. Loe udah nggak pantas mendekati laki-laki sekelas dia. Loe itu ibaratnya udah barang bekas, bahkan untuk sekelas Regan saja loe itu udah gak cocok. Makanya hanya cocok dengan Pak Marcell. Sama bina...tang.'' ucap Cynthia tepat di depan wajah Vanya. Bahkan kedua mata Cynthia memancarkan kobaran api yang sanggup membakar tubuh Vanya hanya dengan tatapannya saja. Sedangkan Vanya hanya bisa mengepalkan kedua tangannya karena menahan emosinya. Namun wajahnya tampak masih datar mendengar cacian yang keluar dari mulut rekan sesama model tersebut.
Regan adalah seorang model pria yang juga bernaung dibawah M.D Entertainment. Dulu Regan mendekati Vanya sebelum Vanya menjalin hubungan dengan Marcell. Walau Vanya dan Regan sudah sempat dekat, namun bagi Vanya hanya menganggapnya sebatas teman tak lebih. Hingga akhirnya Marcell-lah yang menjadi kekasih Vanya. Walau diawal-awal Vanya menjadi bahan gunjingan dari beberapa orang yang bekerja di agency-nya, namun Vanya tak ambil pusing. Ia sengaja menulikan pendengarannya agar ia tak berpengaruh terhadap omongan mereka.
Saat ini hubungan Vanya dan Regan masih jalan ditempat. Tampak Regan selalu menghindar dan tak pernah bertegur sapa dengan Vanya. Padahal kejadian itu sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu, tapi sepertinya laki-laki itu masih belum menerima kekalahannya itu. Namun ia juga tidak bisa keluar dari agency tersebut dikarenakan kontraknya yang masih berjalan satu setengah tahun lagi. Entah jika nanti ia sudah selesai dengan kontraknya. Bisa saja ia lebih memilih keluar dari agency tersebut daripada harus bertemu dengan Vanya setiap saat.
Tapi sejauh ini sikapnya masih profesional jika ia dan Vanya tak sengaja bertemu atau mendapatkan pekerjaan yang sama.
Vanya tampak menyeringai mendengar ucapan Cynthia kali ini. Kini ia paham arti ucapan Cynthia kepadanya itu.
''Kenapa? loe takut kan jika pemiliknya tergoda sama gue? seperti Pak Marcell dulu, hm? Cynthia, Cynthia. Loe itu takut jika pemiliknya itu menyukai gue seperti Pak Marcell yang memang sejak dulu loe kejar-kejar tapi malah nyantol nya ke gue. Ck,ck,ck.'' Dengan santainya Vanya memutar balikkan ucapan Cynthia hingga membuat wajah Cynthia berubah memerah karena menahan emosinya.
''Kurang a..jar! Jaga bicara loe! Gue nggak akan segan-segan buat merobek mulut loe. Dasar Pela...cur murahan!'' sembur Cynthia sambil menudingkan jari telunjuknya di depan wajah Vanya. Vanya tampak santai dan tak terpengaruh dengan ucapan wanita itu.
''Pela...cur teriak pela...cur! Nggak pernah ngaca? Atau memang loe nggak punya kaca?''
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...