Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 13 Panti Pelita Kasih


__ADS_3

Setelah Vanya mengantarkan Danish ke cafe mommynya, kini wanita cantik itu berencana pergi mengunjungi adik-adiknya yang berada di Panti Pelita Kasih yang letaknya lumayan jauh dari keramaian kota.


Tak lupa pula ia mampir ke sebuah toko mainan untuk membelikan beberapa mainan untuk adik-adik nya yang masih berusia 5 tahunan. Selain itu, ia juga mampir di toko kue langganannya untuk membeli beberapa macam kue dari kue bolu, donat, cookies, dan lainnya.


Beruntung hari ini langitnya sangat cerah, membuat mood Vanya berubah yang tadinya buruk, kini menjadi cerah. Ditemani alunan lagu dari artis favoritnya - Selena Gomez, Vanya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari ikut bernyanyi.


🎶You got me scattered in pieces


🎶Shining like stars and screaming


🎶Lighting me up like Venus


🎶But then you disappear and make me wait


🎶And every second's like torture


🎶Heroin drip, no more so


🎶Finding a way to let go


🎶Baby, baby, no, I can't escape


🎶The bed's getting cold and you're not here


🎶The future that we hold is so unclear

__ADS_1


🎶But I'm not alive until you call


🎶And I'll bet the odds against it all


🎶Save your advice 'cause I won't hear


🎶You might be right, but I don't care


🎶There's a million reasons why I should give you up


🎶But the heart wants what it wants


🎶The heart wants what it wants


🎶The heart wants what it wants


🎶The heart wants what it wants


Setelah menghabiskan waktu hampir dua jam lamanya, kini mobil yang dikendarai oleh Vanya memasuki kawasan Pesisir kota metropolitan tersebut.


Senyum manis di bibir Vanya kian mengembang tatkala netranya menangkap sebuah bangunan bercat putih lantai dua yang memiliki halaman yang sangat luas di depannya itu. Perlahan Vanya menurunkan kecepatan laju mobilnya dan secara hati-hati ia menjalankan mobilnya memasuki gerbang kayu yang juga bercat putih.


Dari kejauhan tampak seorang anak perempuan berlarian menghampiri mobil milik Vanya.


"KAKAK"

__ADS_1


Vanya yang saat ini tengah menurunkan barang-barang bawaannya itu seketika mengalihkan pandangannya. Ia mengulum senyumnya melihat adik perempuannya itu sangat antusias melihat kedatangannya. Seketika Vanya berjongkok dan merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan dari anak kecil itu.


"Hai Alia sayang. Bagaimana kabarmu?" sapa Vanya saat anak kecil bernama Alia itu berada dalam pelukannya. Tak lupa ia memberikan usapan lembut di kepalanya. Alia adalah seorang anak berusia 5 tahun. Ia dulunya ditemukan oleh warga sekitar yang saat itu tengah hendak pergi ke ladang. Di sebuah saung di ladang, terdapat sebuah kardus berukuran kecil dan setelah dibuka ternyata berisi seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang kemudian diberikan kepada pihak aparat setempat. Kemudian setelah berunding, bayi tersebut dititipkan ke panti asuhan yang kebetulan tak jauh dari kawasan tersebut dan akhirnya diberi nama Alia Rahma.


"Baik, Kak. Alia rindu sekali sama Kak Anya, hiks" ucap Alia sambil terdengar Isak tangisnya. Vanya yang mendengar hal itu sontak melepaskan pelukannya pada adiknya.


"Hei, sayang. Kenapa menangis? Kakak kan sudah datang sekarang. Kakak juga rindu sama adik kakak yang cantik ini," ucap Vanya sambil menghapus butiran air mata yang mengalir dikedua sudut mata bening Alia.


"Hiks. Kakak sudah lama nggak kesini. Padahal waktu Alia masih di rumah sakit, Kakak janji akan datang kesini sering-sering," ucap Alia yang mengutarakan isi hatinya. Vanya yang mendengarnya semakin merasa bersalah karena sudah melupakan janjinya dengan adik kesayangannya itu.


"Maafkan Kakak, ya sayang. Dua minggu ini kakak sangat sibuk makanya nggak bisa nemenin Alia." ucap Vanya yang memberi pengertian kepada Alia yang tengah bersedih itu.


"Kak Vanya?" terdengar suara dari arah gerbang panti yang memanggil nama Vanya. Vanya dan Alia mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara.


Terlihat dua orang gadis dan seorang laki-laki berjalan ke arah Vanya dan Alia. Di tangan ketiganya terdapat kantong kresek yang berukuran lumayan besar.


"Naila? Talita? Daffa? Kalian darimana?" tanya Vanya kepada ketiga adiknya itu. Sesampainya di depan sang Kakak, ketiga anak itu bergantian pelukan menyambut kedatangan Vanya.


"Kami dari pasar, Kak." jawab gadis bernama Naila. Naila merupakan anak perempuan paling besar di panti asuhan tersebut. Saat ini dirinya masih duduk di bangku SMA dan kini berusia 16 tahun.


"Oh begitu. Kalau begitu kalian masuk dulu, panggilkan Adam, Bagas, dan Delon untuk membantu Kakak membawa barang-barang ini masuk ke dalam ya," ucap Vanya.


"Baik, Kak." Ketiganya pun segera masuk ke dalam panti dan memanggil adik-adik mereka yang lain untuk membantu Vanya membawa barang-barang tersebut masuk ke dalam panti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2