Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 113 Kebersamaan Ella dengan keluarga


__ADS_3

Leon tampak bermuka masam saat mendengar ledekan dari sang Mommy. Sedangkan Chris dan Vanya (Ella) hanya tersenyum tipis melihat wajah Leon.


''Oh ya, tanggal sepuluh bulan depan kamu ada acara gak, Ell?'' tanya Leon tiba-tiba. Ia teringat tentang undangan yang ia dapatkan dari salah satu rekan kerjanya.


Vanya (Ella) yang mendengarnya seketika mengeryitkan dahi lalu ia tampak memikirkan sesuatu.


''Tidak tahu, Kak. Kenapa?'' tanya Vanya (Ella) penasaran.


''Kakak ada undangan dari salah satu rekan kerja Kakak. Dia tengah berulang tahun,'' ucap Leon.


''Lalu?'' tanya Vanya (Ella).


''Kakak ingin kamu menemani kakak kesana. kamu bisa kan, baby?'' tanya Leon dengan wajah berharapnya. Vanya (Ella) tampak berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan itu.


''Pergilah, Sayang. Kamu belum pernah pergi kemana-mana selama disini. Anggap saja kamu berlibur di sana. Biar Daddy yang mengurus pekerjaan mu di kantor. Bisa kan Dad?'' kini Avril mengeluarkan pendapatnya. Ia juga meminta agar suaminya agar membantu membujuk sang putri tercinta.


'Meski kamu selalu memperlihatkan senyuman mu, tapi Mommy tahu apa yang ada di dalam hatimu, Sayang. Ikatan diantara begitu kuat, hingga Mommy bisa merasakan bagaimana kesedihan yang kau rasakan. Apa yang membuatmu sedih, Nak? Tak pernah sekalipun kamu berkeluh kesah kepada Mommy maupun Daddy.' batin Avril sambil menatap lekat ke arah Vanya (Ella).


Selama ini Avril hanya diam. Ia begitu berhati-hati jika ingin menanyakan sesuatu yang sensitif pada Vanya (Ella). Meski Vanya (Ella) telah mengatakan semua yang pernah terjadi dalam hidupnya dulu, entah mengapa Avril masih merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh putrinya tersebut.


''Sure. Pergilah, baby. Nikmati waktumu di sana. Leon akan membawamu pergi melihat tempat-tempat yang indah di sana. Iya kan, Leon?'' ucap Chris yang juga mendukung apa yang diinginkan oleh istrinya tersebut.


''Of course, Dad. Kakak akan membawamu melihat bagaimana indahnya Saint-Tropez, Ell. Okay?'' ucap Leon yang bersemangat untuk mengajak adiknya itu untuk berlibur ke salah satu destinasi wisata terkenal yang ada di wilayah Perancis bagian selatan. Vanya (Ella) mau tak mau menuruti kemauan semua orang yang ada di sana. Ia tak mau sampai mengecewakan mereka. Dengan senyuman manisnya, Vanya (Ella) menganggukkan kepala.


Chris, Avril, dan Leon sangat bahagia melihat Vanya (Ella) yang bersedia untuk pergi berlibur bersama Leon.

__ADS_1


Setelah mereka menghabiskan waktu bersama di sana, Chris segera mengajak seluruh keluarganya untuk pergi meninggalkan restoran tersebut.


Namun di saat keempat orang itu hendak keluar dari pintu restoran, terdengar suara yang memanggil nama Chris.


''Christofer?'' suara berat seorang laki-laki dari arah belakang mereka. Membuat keempat orang itu seketika berbalik menatap ke arah sumber suara.


''Carlton? Is that you?'' tanya Chris yang seakan tak percaya melihat seseorang yang ia kenal semasa mudanya dulu.


''Yeah. Oh, God. Long time no see, bro.'' pemilik nama Carlton tersebut segera menghampiri Chris dan memeluknya erat. Begitu pula dengan Chris, ia sangat bahagia melihat salah satu sahabatnya yang saat ini berada di depan kedua matanya.


''How are you, Dude? Sudah hampir sepuluh tahun, bukan?'' tanya Chris ketika keduanya melepaskan pelukan mereka. tampak Carlton menganggukkan kepala mendengar pertanyaan itu.


''Yeah. Sepuluh tahun lalu saat kita berada dalam sebuah pertemuan penting di California,'' sahut Carlton sambil mengingat-ingat kembali momen terakhir ia bertemu dengan sahabatnya - Christofer. Chris tampak mengangguk sambil tersenyum padanya.


''Yeah. Tapi sudah satu tahun ini aku dan putraku membuka satu cabang perusahaan kami di sini. By the way, i'm sorry jika aku mengganggu waktumu dan keluargamu, Dude.'' ucap Carlton yang merasa tak enak dengan Chris sekeluarga.


Chris menggelengkan kepala mendengar ucapan tersebut.


''No, no, no. It's okay. By the way, kenalkan. Ini istriku- Avril, ini putraku - Leon, dan ini putriku - Ella.'' ucap Chris seraya menunjukkan kepada Carlton tentang keluarganya.


''Oh, hi. Nice to meet you guys,'' ucap Carlton kepada ketiga anggota keluarga Chris. Setelah berbasa-basi sebentar, Chris pun pamit kepada Carlton untuk segera pergi dari sana.


'' Okay. Kami duluan, ya? Next time, berkunjunglah ke rumahku dengan istri dan anakmu. Aku akan dengan senang hati menyambut kedatangan mu,'' ucap Chris seraya memeluk tubuh sahabatnya itu.


''Yeah, of course. Aku akan menghubungimu lagi nanti,'' sahut Carlton.

__ADS_1


Mereka pun berpisah di sana. Carlton melanjutkan pergi menuju ke salah satu ruang VIP di dalam restoran tersebut. Sedangkan Chris dan keluarganya segera pergi meninggalkan area restoran.


Vanya (Ella) yang memang sudah selesai dengan pekerjaannya memilih untuk ikut pulang bersama kedua orang tuanya. Sedangkan Leon memilih untuk pergi menemui beberapa temannya yang ada di kota tersebut.


Sesampainya di rumah, Vanya (Ella) memilih untuk segera pergi ke kamarnya. Mengingat hari sudah malam ia pun memutuskan untuk segera membersihkan tubuhnya.


Dengan menuangkan beberapa tetes aroma terapi ke dalam bathtub nya, Vanya (Ella) memilih berendam di sana.


Perlahan ia mengusap-usap seluruh tubuhnya. Pandangannya lurus kedepan, namun sinaran matanya menatap kosong di sana. Pikirannya melayang jauh meninggalkan raga Vanya (Ella) yang kini berada disana.


Semakin lama semakin terlihat kedua mata Vanya (Ella) memancarkan sinar kesedihan disana. Tanpa ia cegah, tetes demi tetes air matanya menetes membasahi kedua pipinya yang putih tersebut.


Tak ada isakan disana. Hanya lelehan demi lelehan air mata yang mengalir deras. Tubuh Vanya (Ella) bergetar lalu ia pun melipat kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya di sana.


''I Miss him so much,'' gumam Vanya (Ella) sambil menahan Isak tangisnya agar tak sampai terdengar oleh orang lain. Sekuat tenaga ia mencoba untuk melupakan laki-laki itu, tapi nyatanya? Bukannya berkurang justru semakin menggunung rasa rindu yang tertahan dalam dirinya.


Meski hanya sekedar hubungan gelap, namun baik ia maupun laki-laki itu menikmati kebersamaan mereka dengan penuh kenangan manis. Kenangan itulah yang kini semakin menggerogoti relung jiwa Vanya (Ella).


Hanya disaat seperti inilah Vanya (Ella) bisa meluapkan apa yang ia rasakan. Tak ada orang lain, hanya dirinya saja.


''I Miss you so much, Hon. I really do miss you,'' ucap Vanya (Ella) disela-sela tangis kesedihannya.


''And still love you,''


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2