
Kabar hilangnya Vanya telah tersebar dikalangan para sahabatnya. Seharian Arga mencari keberadaan Vanya namun tak ia jumpai dimanapun tempat yang pernah keduanya kunjungi.
Bahkan panti asuhan tempat tumbuh kembang Vanya pun kini telah kosong. Tak ada yang tahu semuanya pergi entah kemana. Membuat Arga seperti orang kesetanan mencari wanita yang dicintainya itu.
'Dimana kamu, baby? Kenapa aku tak bisa menemukanmu di semua tempat? Aku sangat merindukanmu,' batin Arga sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran jok mobil nya. Saat ini ia baru kembali ke apartemen miliknya setelah lelah mencari Vanya. Bahkan hingga malam saat ini, Arga tak pernah sedetikpun istirahat. Perutnya seakan ikut mati rasa, tak merasakan lapar sama sekali.
Setelah puas merenung di dalam mobil, Arga keluar dari dalam sana. Dengan langkah gontai nya, Arga masuk ke dalam lift yang tersedia di basemen tersebut.
Ting
Arga telah sampai di depan pintu apartemen mewahnya. Saat dirinya akan masuk ke dalam sana, kedua matanya menangkap sebuah amplop putih yang diselipkan di bawah pintu apartemennya.
Arga mengeryitkan dahinya saat melihat namanya di sana, tapi tak ada nama pengirimnya. Tak mau ambil pusing, Arga mengambil amplop itu dan membawanya masuk ke dalam apartemennya.
Setibanya di dalam sana, Arga segera masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dari keringat yang seharian ini menempel pada tubuhnya.
Tak butuh waktu lama, Arga telah selesai dengan ritualnya. Memakai celana kolor ya saja, Arga berjalan keluar kamar mandi. Saat ia ingin keluar dari kamar, pandangan matanya tertuju pada amplop putih yang tadi ia letakkan di meja sofa.
Arga mengambil amplop itu dan membawanya serta keluar dari kamar pribadinya.
Arga melangkahkan kakinya menuju dapur. Ia mengambil salah satu botol koleksi minumannya dari rak penyimpanan. Setelah mendapatkan minuman yang ia inginkan, Arga membawanya menuju ruang tamu yang ada tak jauh dari sana.
''Surat apa ini?'' gumam Arga sambil membolak-balikkan amplop putih itu. Perlahan Arga membuka amplop tersebut dan mengambil kertas putih yang ada di dalamnya.
Deg
Jantung Arga seakan berhenti berdetak saat melihat tulisan tangan yang familiar di matanya itu. Dengan tak sabar, Arga membaca setiap kata yang tertulis tinta hitam di kertas putih tersebut.
__ADS_1
......Dear : Arga 💜......
...Maafkan aku karena tak sempat menemui mu untuk mengucapkan perpisahan ini. Aku yakin, aku tak mampu jika harus bertemu dan berpisah denganmu saat ini....
...Saat ini aku sudah bertemu dengan keluargaku, Hon. Dia-lah yang membantuku keluar dari neraka itu. Aku tak bisa menjelaskan lebih detail lagi menyangkut ini. Aku hanya ingin mengatakan terimakasih padamu....
...Terimakasih atas cinta dan segalanya yang kau berikan padaku beberapa bulan ini. Aku sangat bahagia saat bersama denganmu. Akan ku simpan kenangan indah kita jauh di dalam hatiku yang paling dalam....
...Aku hanya ingin berpesan, jangan mencariku, Arga. Aku ingin menghabiskan waktuku saat ini untuk memulihkan hati dan ragaku dari semua yang pernah terjadi pada diriku selama ini. Aku juga ingin menikmati waktuku bersama keluarga yang selama ini masih terus mencariku....
...Kau tahu, Hon? Kau adalah salah satu anugrah terindah yang Tuhan berikan padaku. Tak pernah sekalipun aku tak bahagia bila bersamamu. Setiap debaran, sentuhan, bahkan aroma tubuhmu seakan menjadi candu bagiku. Ingin rasanya aku memilikimu, namun aku tak mampu. Terlalu banyak rintangan dan halangan untuk kita bila bersatu. Aku tak yakin jika laki-laki itu membiarkan kita bersama. Oleh sebab itu, aku memilih untuk mundur. Sudah cukup bagiku melihat bagaimana dirimu saat tak berdaya di hadapanku. Hatiku sakit melihatmu yang berjuang sendirian untuk bisa bersamaku. Aku tak mampu, Arga. Aku tak sanggup melihat engkau berkorban demi bisa bersamaku. Meski dalam hati aku sangat mencintaimu dan juga ingin bersamamu....
...Biarkan aku pergi untuk saat ini, Arga. Biarkan waktu yang bisa membuat kita saling mengerti apa yang diinginkan oleh hati kita. Jika kita memang ditakdirkan untuk bersama, kita pasti akan bertemu lagi. Tapi jika memang kamu sudah tidak mencintai ku lagi, kamu bebas untuk mencari pengganti ku. Aku bisa merelakan mu meski dengan berat hati....
...Time will always cure and time will always fix it, thank you for now and forever. Thank for that smile, and thank for everything that ever happened I promise you. I will learn to live. I love you,...
...Vanya💜...
Arga merasakan sebuah tetesan air yang jatuh dari matanya. Baru kali ini ia merasakan sakit ditinggal pergi oleh wanita yang sangat ia cintai.
Sakit. Arga merasakan sakit yang teramat sangat di dalam relung hatinya saat membaca surat dari Vanya. Meski Vanya melarangnya untuk mencari dirinya, tapi Arga tak akan tinggal diam. Ia semakin semangat untuk mencari keberadaan Vanya.
'Aku tak akan berhenti mencintai mu, Vanya. Aku akan terus mencari dirimu meski harus sampai ke ujung dunia sekalipun.' batin Arga yang bertekad untuk bisa menemukan cinta nya.
Arga meletakkan surat itu kemudian ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
''Perluas pencarian kalian. Periksa disetiap terminal, stasiun, pelabuhan, bahkan bandara. Pastikan dengan teliti mencari keberadaannya. Kalau perlu periksa juga setiap cctv yang ada di sana. Aku tak mau tau, kalian harus bertindak mulai sekarang,'' titah Arga saat sambungan telepon itu tersambung dengan orang yang ada di seberang sana.
__ADS_1
Setelah orang yang ada di seberang sana menyanggupi perintah Arga , Arga memutuskan panggilan itu. Kini Arga beralih menghubungi sahabatnya - David.
''Halo?'' suara David terdengar di sana.
''Aku minta bantuanmu. Kerahkan anak buahmu untuk mencari keberadaan Vanya,'' ucap Arga to the point'.
''Sorry, bro. Aku tak bisa. Saat ini anak buahku juga tengah mencari keberadaan Renata. Loe tahu sendiri, dia juga pergi entah kemana.'' sahut David. Arga menghela napas panjangnya mendengar ucapan sahabatnya itu. Namun ia juga tak bisa menyalahkannya, memang waktunya tak tepat. Vanya dan Renata menghilang di waktu yang hampir bersamaan.
''Baiklah,'' ucap Arga dengan lesunya.
''Loe bisa minta tolong Alex, Ga. Di bisa membantumu mencari keberadaan Vanya. Anak buahnya tersebar dimana-mana. Lo tahu sendiri, bukan kalau Alex itu pemimpin dunia hitam?'' ucap David yang seketika membuat Arga teringat kemudian ia tersenyum menyeringai.
''Ya. Kau benar. Aku sampai lupa akan hal itu. Baiklah, aku akan mencoba menghubunginya sekarang,'' ucap Arga.
''Oke. Good luck,'' sambungan telepon itu pun terputus.
Kini Arga beralih menghubungi nomor Alex. Namun hingga tiga kali nomor ponselnya tak bisa terhubung. Arga tak kehabisan akal, ia mencoba menghubungi Valerie yang notabenenya adalah kekasih Alex.
''Halo?'' suara lembut seorang Vale menyambut Indra pendengaran Arga .
''Vale?'' panggil Arga .
''Ya, Kak. Ada apa malam-malam menelepon?'' tanya Valerie.
''Aku membutuhkan bantuanmu, adikku tersayang.''
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1