Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 71 Bersamamu


__ADS_3

''Sebenarnya Arga yang menemukan kalung itu. Kalung itu tertinggal di kamarnya dulu. Arga- lah laki-laki yang mengambil kesucianku waktu itu, Ren. Dan ternyata selama ini dia masih mencoba mencariku,'' ucap Vanya berbisik.


Renata yang mendengar penuturan dari sahabatnya itu seketika terbelalak.


''Are you serious? Gila sih, ini. Tapi bagaimana dia bisa tahu kalau loe itu cewek yang dulu bersamanya? Bukannya kejadiannya sudah lama banget,'' Renata seakan masih tak percaya dengan kenyataan ini. Ia masih bingung dengan semua yang diceritakan oleh sahabatnya itu. Dan Vanya bisa memakluminya.


''Gini. Katanya sih dia lupa sama wajahku. Tapi dia inget banget sama tanda lahir di pundak kiriku dan tatto mawar di pinggangku.'' ucap Vanya. Renata mengangguk-anggukkan kepalanya. Berusaha mencerna semua ucapan Vanya.


''Jadi kalian resmi jadian, dong?'' tanya Renata. Vanya menggeleng.


''Nope. Loe tahu gue masih jadi kekasih Marcell. Kami jalanin semuanya seperti air yang mengalir aja. Tapi yang pasti dia akan selalu ada buat gue. Dan hubungan kami masih sembunyi-sembunyi,'' jawab Vanya. Renata pun mengerti akan diri Vanya. Ia pasti akan mendukung semua keinginan Vanya.


''It's okay. Gue juga selalu ada buat loe, Nya. Gue cuma ingetin satu hal sama loe. Hati-hati, jangan sampai ketahuan sama Marcell atau loe pasti akan jadi bahan pelampiasannya lagi. Apalagi ini loe yang berbuat,'' ucap Renata memperingatkan Vanya. Vanya hanya bisa menganggukkan kepala.


''Hm, semoga bisa bertahan lama dan tak sampai ketahuan sama Marcell.'' ucap Vanya dan diaminin sama Renata.


Setelah menghabiskan waktu mereka di sana, Vanya dan Renata langsung pergi meninggalkan restoran lalu pulang.


Hari-hari mereka lewati dengan suka dan duka. Akibat perbuatan Renata dan Cynthia di mall waktu itu, keduanya kembali mendapatkan skors dari manager mereka.


Mereka dilarang mendapat job untuk bulan depan sebagai gantinya. Namun kali ini Vanya juga terlibat karena wajah Vanya juga masuk ke dalam video yang tersebar itu. Ketiganya menjalani hukuman itu dengan berat hati. Tapi juga tidak bisa mengelak karena memang ketiganya terbukti bersalah dan berdampak pada income agency mereka.


Dua bulan kemudian


Hubungan Vanya dengan Marcell masih berlanjut, meski keduanya terlihat sedikit lebih dingin. Tapi beberapa kali Marcell masih mendatangi apartemen Vanya hanya untuk melampiaskan hasratnya kepadanya.

__ADS_1


Karena tak bisa menolak membuat Vanya hanya bisa menerima itu dengan berat hati. Namun intensitas bertemu keduanya semakin sedikit karena mungkin Marcell mempunyai mainan baru diluar sana. Vanya pun tak mau ambil pusing dengan hal itu.


Sedangkan hubungan Vanya dan Arga semakin kesini semakin intens dan hangat. Arga kini memilih tinggal di apartemen yang berada di gedung yang sama dengan apartemen Vanya. Agar memudahkan keduanya agar bisa bertemu. Arga dan Vanya sepakat untuk tak memilih hotel karena memang banyaknya paparazi di luaran sana dan itu bisa berdampak buruk bagi keduanya.


Beberapa kali Arga menginginkan bermain di apartemen milik Vanya, namun Vanya menolak Ia tak mau ambil resiko jika ketika Arga mendatangi apartemen miliknya, Marcell tiba-tiba juga mendatangi apartemennya. Karena Vanya takut jika nanti sewaktu-waktu Marcell datang.


Arga pun menerima saja permintaan Vanya itu. Selama Vanya masih mau bersamanya, Arga tak memusingkan hal lain. Arga sangat tergila-gila dengan Vanya, tak pernah ada kata bosan jika bersama dengan wanita itu. Sifatnya, kecantikannya, tubuhnya, bahkan permainan ranjang Vanya menjadi candu bagi Arga. Seakan tak ada yang bisa menandingi Vanya di dunia ini.


Seperti saat ini. Keduanya kembali bertemu dan menghabiskan malam bersama di ranjang milik Arga. Melepas rindu setelah beberapa hari keduanya tak bertemu karena aktivitas kesibukan keduanya. Tanpa sehelai benang, keduanya menikmati permainan mereka dengan semangat yang tak ada habisnya. Merajut asmara yang tengah menggelora di dalam diri keduanya.


''You so hot, baby.'' ucap Arga sambil menatap wajah Vanya yang saat ini tengah bergerak diatasnya. Tubuhnya terlentang namun kepalanya bersandar pada headboard ranjangnya.


Vanya bergerak liar diatas Arga. Pandangan mata keduanya bertemu, saling menatap dalam-dalam. Merasakan kehangatan dan kenikmatan bersama. Sedangkan tangan Arga membantu dari bawah dengan mencengkeram bokong Vanya. Memberi tenaga tambahan agar bisa mengontrol gerak Vanya.


''Masih kuat, baby?'' tanya Arga pada Vanya. Ia melihat Vanya yang mulai kehilangan tenaga dan napasnya tersengal saat ini. Napas keduanya saling memburu, namun hasrat mereka masih berkobar dimana-mana. Mendengar ucapan Arga membuat Vanya hanya bisa menggelengkan kepala. Ia merasa sudah tidak kuat lagi menopang berat badannya sendiri.


Sudah lebih dari tiga puluh menit ia berada di atas tapi ia belum menemukan tanda-tanda Arga mencapai puncaknya. Menyebalkan bukan? Tapi terlalu nikmat untuk diabaikan oleh Vanya. Ya. Vanya pun juga tergila-gila pada Arga. Entah karena parasnya, tubuhnya, maupun permainannya. Ia juga tergila-gila dengan apa yang ada pada Arga - Sang Cassanova.


''Oke. Aku akan mengambil alih kendalinya, baby.'' ucap Arga lalu ia menarik tubuh Vanya dan kini posisinya terbalik.


Arga memiringkan tubuh Vanya dan mulai menghentak nya. Semakin lama semakin cepat gerakan itu membuat Vanya dan Arga semakin terbakar hawa nafsu mereka. Jeritan dari mulut Vanya beberapa terdengar saat Arga menghentak keras mencapai titik terdalamnya.


Walau posisi itu membuat milik Arga terasa terjepit kuat, nyatanya tak mampu membuat Arga gampang mencapai puncak. Sedangkan Vanya sudah dua kali karenanya.


''Aku capek, Ar.'' keluh Vanya disela-sela desahannya. Arga yang mulai merasakan tubuhnya hampir sampai langsung membalikkan tubuh Vanya hingga membelakanginya.

__ADS_1


''Sedikit lagi, baby. Tahanlah,'' ucap Arga lalu ia langsung kembali memimpin permainan itu dengan buasnya. Ia tahu saat ini Vanya sudah berada di ambang sadarnya akibat melayani buasnya dirinya. Saking cepatnya gerakan yang dibuat oleh Arga hingga terdengar suara nyaring penyatuan keduanya yang memenuhi kamar besar milik Arga.


Bahkan Vanya dibuat sampai menjerit-jerit akibat permainan panas itu. Hingga tak lama kemudian tubuh keduanya mengejang dan bergetar hebat bersama-sama.


''Oh, God. Ini sangat nikmat. You're amazing, baby. I Love you,'' ucap Arga sambil mendongak saat mencapai puncaknya.


*hosh ...


hosh ...


hosh* ...


''Thank you, baby. You're the best. I love you,'' ucap Arga sambil memeluk tubuh Vanya sari belakang. Keduanya masih berusaha mengambil napas dalam-dalam karena merasa pasokan udara yang ada di sekitar mereka seakan habis karena permainan panas mereka.


Vanya tak lagi bisa membalas ucapan Arga. Tubuhnya lemas bahkan ia tak bisa bergerak hanya untuk menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


''Dingin,'' keluh Vanya dengan suara lirihnya. Arga yang mendengarnya hanya bisa tersenyum.


''Tidurlah,''


cup


Arga mencium punggung polos Vanya kemudian menarik selimut tebalnya dan menutupi tubuh keduanya. Arga melingkarkan tangannya di perut Vanya dan keduanya pun terlelap setelah itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2