Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Rencana Baruna - Ethan


__ADS_3

Hari ini Ethan terlihat lebih santai. Dia mengajak Baruna untuk makan bersama sambil membahas rencana untuk mendekati Frans dan menjauhkan Rico dari Frans.


Sekaligus juga mereka ingin membahas tentang bagaimana mencari si Mutiara Bulan yang entah di mana saat ini.


Baruna membutuhkan bantuan Ethan jika memang ingin memancing si pemilik Mutiara Bulan untuk keluar saat ini.


"Aku akan keluar makan siang. Jika ada yang harus aku temui tolong di geser ke jam sore"


Pesan Ethan pada asistennya.


"Baik Tuan Muda"


Ucap Asisten pribadi Ethan.


Ethan segera menyambar jas dan ponselnya. Dia langsung menuju lift untuk turun ke parkiran perusahaan.


Dia langsung mengemudikan mobil menuju ke apartemen Baruna untuk menjemput Baruna juga Snowy.


Begitu tiba di loby sudah ada Baruna dan Snowy yang menunggu kedatangan Ethan.


"Kita ke cafe pet friendly saja. Kami bawa Kitty"


Ucap Baruna saat sudah masuk ke dalam mobil. Ethan tentu mengikuti permintaan Baruna itu.


Mereka memasuki salah satu cafe pet friendly di kota itu. Beruntung cafe sedang sepi karena bukan weekend. Jadi tidak banyak pengunjung.


Ketiganya memesan makan masing - masing. Sambil menunggu pesanan mereka di sajikan, ketiganya mulai membahas mengenai masalah Frans juga Mutiara Bulan yang masih belum di ketahui lokasinya.


"Bagaimana dengan benda yang kalian cari? Masih belum di temukan lokasinya?"


Tanya Ethan pada Baruna dan Snowy sambil sesekali tangannya mengelus kepala Kitty yang terus mengajaknya bermain.


"Belum. Kami sudah menyusuri seisi kota. Aura benda itu terasa tapi wujudnya tidak bisa di temukan sama sekali"


Jelas Baruna yang tampak menghela nafas lelah.


Dia memang bingung harus mencari ke mana lagi Mutiara Bulan.


Sekuat apa pun dia bersemadi tetap saja benda itu tidak mau muncul ke permukaan seolah di halangi oleh sesuatu.


Mereka kehilangan jejak tentunya. Snowy juga sudah menanyakan ke berbagai makhluk yang sekiranya melihat kejadian ratu duyung di habisi dan mutiara bulan di curi. Tapi tetap saja buntu. Mereka hanya mengatakan melihat seorang pemuda yang berjalan pergi entah ke mana dan melihat mayat ratu duyung terdampar di dekat pantai.


"Sekuat apa benda itu?"


Tanya Ethan penasaran dengan kekuatan mutiara bulan yang harus mereka cari.


"Bukan sangat kuat tapi dia kuat melindungi siapa pun pemiliknya dan mampu menghipnotis jika benda itu di gunakan orang yang berilmu juga. Memang kekuatan ku ataupun raja langit tidak akan kalah darinya. Kami bisa menang tapi tidak bisa membunuh si pemilik benda itu. Dia akan dengan mudah menghindar dan menghilang untuk menyelamatkan diri"


Jelas Baruna panjang lebar sesuai apa yang pernah dia dengar tentang kehebatan mutiara bulan itu.


"Kalau sehebat itu kenapa ratu duyung bisa meninggal?" Tanya Ethan.


Pertanyaan itu membuat Baruna dan Snowy saling memandang. Mereka juga tidak tau kenapa bisa ratu duyung yang memilikinya malah terbunuh.

__ADS_1


"Entah lah. Itu juga yang kami cari tau untuk di laporkan. sayangnya tidak ada saksi mata atas kejadian yang menewaskan ratu duyung"


Ucap Baruna yang merasa buntu dalam pencariannya. Baruna kali ini dia merasa sangat buntu.


Tiba - tiba saja mata Snowy berubah menggelap, insting anj1ngnya sangat tinggi. Dia tampak mengeram ke arah pohon di luar.


Tentu Baruna dan Ethan langsung melihat ke arah pandangan Snowy namun tidak ada apa pun.


"Ada apa? Tahan emosi mu, Kau sedang berwujud manusia Snowy"


ucap Baruna menyadarkan Snowy.


Snowy menetralkan dirinya dan matanya kembali menjadi mata manusia seperti biasanya.


"Maaf. Aku merasa sesuatu menatap tajam dan mengawasi kita dari sana"


Ucap Snowy menunjuk ke sebuah arah.  Namun tidak ada apa pun.


"Mungkin hanya makhluk yang penasaran pada ku atau pada dirimu. Sudah abaikan saja dan jaga sikap Snowy"


Tegur Baruna mengingatkan Snowy. Dengan patuh anj1ng langit itu mengangguk paham.


"Insting Snowy sangat tajam"  Ucap Ethan tiba - tiba.


"Namanya juga anj1ng perang langit ke sembilan. Dia dulu anj1ng perang tentu dia kuat dan instingnya mengerikan"


Jelas Baruna pada Ethan.


Ethan hanya mampu ber-oh ria merasa kagum pada Snowy. Pantas dia tampan dan tangguh.


Ethan tampak memastikan rencana Baruna yang ingin sesegera mungkin mendekati Frans.


"Tentu tidak bisa aku biarkan lagi perbuatannya. Dia sudah mengambil banyak korban wanita dan bukan hanya aku saja. Langit juga akan setuju jika aku menghukumnya dengan keras"


Jelas Baruna dengan santai.


"Dia di lindungi Rico"


Ucap Ethan mengingatkan Baruna tentang keberadaan Rico.


"Karena itu aku butuh kau. Bisa kau membantu ku?"


Tanya Baruna tampak serius.


"Apa yang kau inginkan?"


Ethan juga tampak sangat serius mau membantu Baruna.


"Ajak Rico pergi sejauh mungkin seharian agar aku bisa mendekati Frans dan menjatuhkannya secara hukum manusia. Setelah itu aku akan menjatuhkannya dengan hukum dunia ku"


Baruna menatap Ethan dengan serius,


"Baiklah. Aku akan melakukannya. Kau harus berhati - hati di dekatnya"

__ADS_1


Ucap Ethan yang khawatir jika Frans akan mencoba melecehkan Baruna yang menggunakan sosok Avisa dan sangat di incar Frans.


"Tenang saja. Akan aku urus itu. Aku akan bergerak dengan Snowy. Dia akan menyusuri dan menghancurkan benda apa pun yang di pakai oleh Frans selama ini"


Ucap Baruna yang memang berencana akan bergerak bersama Snowy. Dia tidak akan membiarkan manusia seperti Frans semakin merajalela.


"Baiklah. Lalu bagaimana dengan mutiara bulan? Apa aku harus mencari di toko antik atau pelelangan?"


Tanya Ethan lagi.


"Aku tidak yakin benda itu ada di tempat seperti itu tapi tidak ada salahnya jika kau mau mencoba mencarinya melalui koleksi mu"


Baruna tampak membiarkan Ethan mencoba mencari mutiara bulan dengan semampunya dan dengan koneksi Ethan tentunya. Mungkin saja benar jika benda itu jatuh di tangan kolektor dan di perjual belikan.


Tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan tiba. Mereka memutuskan segera menyantap makanan itu sebelum melanjutkan pembicaraan.


Bukan hanya mereka bertiga yang menikmati makanan. Tampak Kitty juga sangat menikmati makanannya. Dia begitu senang di bawa oleh Snowy ikut. Sebelumnya memang Snowy berencana meninggalkannya sendirian di rumah.


Namun saat melihat tatapan kitty yang terlihat memelas dan ingin ikut membuat Snowy tidak tega meninggalkannya sendirian di rumah.


Beruntung mereka bisa makan di cafe yang pet friendly. Jika tidak mungkin snowy akan menyelipkan Kitty ke dalam baju atau kantongnya agar bisa dia bawa bersama.


"Miaw!!! Miaw!!"


Kitty tiba - tiba marah dan menarik - narik lengan baju Ethan menjauh dari kursinya. Dia menarik Ethan hingga mau tidak mau Ethan memilih mengikuti kemauan Kitty yang dia kira sedang mengajaknya bermain.


"Kenapa. Mau main apa? Kan bisa duduk di sana?"


Tanya Ethan pada Kitty sambil mengelus kepalanya.


"Eh!!!!"


Tiba - tiba suara salah satu pelayan memekik. Nampan yang dia bawa berisi gelas juga teko penuh air panas terjatuh dan mengenai kursi yang tadi Ethan duduki.


Sontak Ethan, Baruna dan Snowy saling memandang kemudian mereka bertiga bersamaan menatap Kitty.


"Apa dia menyelamatkan ku barusan?"


Tanya Ethan yang masih syok.


Sedangkan pelayan di sana terus meminta maaf meskipun tidak mengenai Ethan sedikitpun.


"Sepertinya dia memang kucing keberuntungan"


Ucap Baruna sambil menatap Kitty.


Kitty kembali mengeong senang. Dia terus menyentuh tangan Ethan dengan kepalanya.


Snowy menatap dalam pada Kitty. Kucing itu benar - benar membawa sebuah berkat keberuntungan di dirinya. Wajar jika siapa pun yang memeliharanya atau dekat dengannya akan terlindungi.


"Terima kasih Kitty"


Ucap Ethan sambil mengendong Kitty dan mengelusnya dengan manja. Hal itu tentu membuat Kitty senang sekali.

__ADS_1


Sedangkan Baruna sejak tadi menatap ekspresi dan sikap Ethan langsung teringat dengan gesture gerakan pangeran Arvie di dalam mimpinya.


"Persis sekali" Gumam Baruna dengan suara yang sangat halus hingga tidak ada yang mendengar perkataannya.


__ADS_2