Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Tentang Snowy...


__ADS_3

Sesuai janji Snowy. Dia menemui Robert dan Dickson di tempat mereka berjanjian. Setelahnya Snowy membawa kedua Kakak Baruna menuju komplek perumahan sederhana.


"Ayo masuklah. Rumah ini kosong. Pekerjanya sudah aku berhentikan karena aku harus pindah keluar negri" Ucap Snowy menjelaskan.


"Ah begitu" Ucap Dickson yang cukup terkejut melihat susunan rapi dari stok pakaian yang ada didalam rumah.


Rumah sederhana yang berlantai dua dengan tiga kamar. Barang barang tampak banyak rapi tersusun di setiap kamar.


"Kalau kalian mau kalian boleh tinggal di sana. Aku tidak mempermasalahkannya. Asal di jaga saja kebersihan disini" Ucap Snowy sambil tersenyum.


"Ah maaf. Nama Mas siapa ya. Kami belum sempat berkenalan" Tanya Robert dengan sopan.


"Panggil aku Langit. Tidak perlu sungkan. Ini kunci rumah ini dan ini nama supplier dan buyer langganan yang sudah di catat rapi oleh karyawan sebelumnya" Ucap Snowy menyerahkan kunci rumah dan sebuah buku kepada Robert.


Robert dan Dickson saling menatap sebelum menerima pemberian Snowy.


"Terserah kalian mau bagaimana mengerjakan bisnis ini. Boleh juga hubungi pelanggan lama dan katakan saja kalian saudara ku yang mengambil alih usaha ku. Yang pasti jangan mempercayai orang lain dengan mudah dan jangan memberi hutang. Aku biasanya menjual secara cash barang baru diantar" Ucap Snowy mengajari kedua Kakak Baruna itu. Dia takut jika mereka malah ditipu nantinya.


"Baik kami paham. Tapi bagaimana kami bisa mengembalikan kebaikan Mas Langit?" Tanya Dickson merasa tidak enak.


Di beri pekerjaan, ah bukan pekerjaan. Malah lebih tepatnua diberi modal dan usaha yang tinggal mereka lanjutkan tanpa imbalan apapun. Termasuk sebuah rumah yang bisa mereka gunakan. Tentunya bagi orang biasa itu hal yang aneh.


"Bersedekah dengan yang membutuhkan. Lakukan itu saja. Aku hanya perantara dari Tuhan yang melihat kebaikan manusia yang tersisa" Jelas Langit dengan senyuman ramah.


Hati Robert dan Dickson mencelos. Jika benar Tuhan melihat kebaikan mereka, kenapa Tuhan memberikan cobaan seberat itu untuk keluarga mereka. Bahkan sang adik sudah lama menghilang tanpa kabar jelas.


Tanpa sadar Robert dan Dickson menitikkan air mata mereka mengingat Baruna yang hilang dan mengalami kehidupan yang sangat pahit itu. Sampai saat ini keluarga Baruna percaya, Baruna hanya kambing hitam dari pelaku sebenarnya, Baruna sudah di jebak dan dijadikan kambing hitam oleh oknum yang menginginkan keuntungan pribadi mereka.


"Ada apa? Maaf jika ucapanku menyakiti kalian" Ucap Snowy heran melihat Robert dan Dickson yang menangis.


"Ah tidak apa apa Mas Langit. Kami hanya sedih. Seandainya adik kami masih ada di sisi kami. Kami sudah punya jalan mencari rejeki baru pasti kami akan membantunya menyelesaikan masalahnya" Ucap Robert menjelaskan.


"Adik?" Tanya Snowy berpura-pura tidak paham.


"Iya. Dia adik perempuan kami satu satunya. Saat ini entah ada dimana dirinya. Kami tidak bisa menemukannya sudah setengah tahun lebih" Lanjut Dickson.


"Oh begitu. Semoga kalian bisa bertemu nantinya" Ucap Snowy.


'Tapi di dunia lain tentunya' Batin Snowy melanjutkan perkataannya.


"Iya Mas Langit. Sekali lagi terima kasih ya Mas untuk bantuannya. Kami janji akan memberikan santunan kepada yang membutuhkan semampu kami" Ucap Robert yang benar-benar bersyukur bisa bertemu Snowy.


"Sama-sama. Aku pergi dulu. Banyak yang harus aku urus sebelum pindah keluar negeri. Jaga diri kalian baik baik" Ucap Snowy lalu meninggalkan kedua Kakak Baruna di rumah itu.


Snowy berjalan cukup jauh karena mobil Baruna sengaja diparkirkan lebih jauh dari tempat itu. Baruna tidak ingin bertemu kedua kakaknya dan malah dia kelepasan menunjukkan dirinya.


"Sudah selesai?" Tanya Baruna saat Snowy masuk kedalam mobil.


"Sudah. Mereka akan baik baik saja sekarang. Tugas mu hanya fokus dengan tujuan utamamu" Ucap Snowy.

__ADS_1


"Terima kasih" Ucap Baruna bersyukur Snowy mau mengantikannya menolong kedua kakaknya itu.


"Tenang saja. Kau selama ini juga menjaga ku. Kau juga yang membantuku saat aku hampir dihukum lagi waktu itu. Jika tidak mungkin roh ku akan di musnahkan" Ucap Snowy.


Pikiran Snowy mengingat masa 5 bulan lalu, masa dimana Baruna baru mencapai kemampuan luar biasanya sebagai pewaris Naga.


Ya saat Baruna baru mendapatkan ilmunya secara seluruh saat dia bertapa. Saat itu Snowy melakukan kesalahan besar karena tidak bisa mengontrol emosinya. Snowy mencelakakan satu keluarga yang dengan tega menyiksa seekor anjing binatang peliharaan mereka yang ternyata anjing itu adalah teman Snowy di dunia manusia.


Akibat gelap mata Snowy membunuh satu keluarga itu dengan kejam. Langit sangat marah. Kesalahn Snowy yang dulu sudah membuat onar dimana-mana, ditangkap dan di bawa oleh guru besar yang mau mengajarinya di langit malah Snowy juga mencuri pusaka milik guru besar, Snowy diturunkan ke tempat para Naga agar dia di didik oleh para Naga yang terkenal kejam dan tidak main main itu, kini malah Snowy membunuh manusia tanpa seijin langit dan para Naga hanya karena teman anjingnya.


Tepat saat Snowy hampir saja di tebas dan di hancurkan rohnya oleh para Naga. Baruna menghadang para Naga dan berdiri di depan Snowy.


"Jangan membunuhnya" Ucap Baruna menghalangi para Naga dan pasukan Langit.


"Jangan menghalangi kami. Dia sudah melakukan hal yang buruk" Ucap salah satu pasukan Langit.


"Seburuk apapun semua punya kesempatan memperbaiki" Ucap Baruna tanpa takut.


"Kau ingin melawan kami?" Tanya pasukan Langit lainnya.


"Aku tidak berniat begitu tapi jika kalian memaksa membunuhnya maka aku terpaksa melawan kalian" Ucap Baruna tanpa gentar.


Snowy terkejut melihat Baruna yang begitu kuat dan keras kepala hendak menolong dirinya.


"Kau pikir kau siapa? Para Naga akan menghukum mu" Ucap pasukan Langit itu.


"Bunuh aku dulu sebelum kalian membunuh Anjing ini. Aku sudah menyerap dan mempelajari semua kekuatan dari para Naga. Jika aku mati maka akan dipastikan Dunia Manusia mengalami kehancuran dan bencana besar" Ucap Baruna tanpa rasa takut.


"Kau tidak bisa menghalangi kami" Ucap pasukan Langit itu yang hampir menyerang Baruna.


Suara Naga Qiulong terdengar mengetarkan seluruh alam. Pasukan itu terhenti. Mereka berada dalam wilayah kekuasaan Naga Qiulong tentu mereka harus menghargainya.


"Berhenti, jangan coba coba menyentuh milikku. Gadis itu sudah menjadi pewaris ku. Kalian akan celaka jika menyentuhnya" Ucap Naga Qiulong.


Baruna memberi hormat kepada Naga Qiulong.


"Kenapa kau membela anjing kecil itu. Dia sudah sangat melanggar aturan" Tanya Naga Qiulong pada Baruna.


"Dia tidak sebutuk itu. Selama aku bertapa dia sering membawakan aku makanan disaat mahluk lain tidak peduli pada ku" Ucap Baruna yang mengingat jelas Snowy memang selalu datang menaruh sebutir kelapa ataupun buah buahan yang segar untuk Baruna.


Snowy terkejut. Baruna menolongnya hanya karena dia memberikan kelapa dan buah buahan untuk Baruna.


"Jadi menurut mu apa hukuman yang lebih pantas untuk anjing kecil ini?" Tanya Naga Qiulong.


"Berikan dia padaku. Aku yang akan mendisiplinkan nya. Manusia dan Anjing merupakan paket sempurna dalam kehidupan. Jika dia melakukan kesalahan lagi maka aku yang akan membunuhnya" Ucap Baruna.


Naga Qiulong terdiam dan berpikir. Begitu pula para pasukan Langit yang diutus itu.


Semuanya berpikir bahwa mungkin itu hal yang baik.

__ADS_1


"Baik. Tapi sebagai hukuman tambahan. Kau Anjing! Tidak akan pernah bisa menjadi dewa walau sebaik apapun kau menyempurnakan ilmu mu. Selamanya kau hanya akan hidup diantara dunia manusia dan dunia lain! Kau tidak akan pernah bisa lagi menginjak langit sebagai tempat hidup abadi mu!" Tegas pasukan Langit itu.


Snowy menghela nafas lega. Setidaknya rohnya tidak akan dihancurkan.


Setelah itu Snowy di lepaskan. Baruna meminta di berikan tempat tinggal untuknya dan Snowy.


Naga Qiulong membangun gua (baca : goa -red) diantara darat dan laut dengan pintu gaib yang tidak bisa dimasuki sembarang manusia.


Baruna membawa Snowy ke tempat itu dan merawatnya hingga sembuh. Dan disaatbitu juga kekuatan Baruna sempurna. 7 Naga masuk kedalam tubuh Baruna dan menjaga Baruna.


Sejak saat itu Snowy bersumpah setia untuk Baruna. Dia akan melakukan apapun untuk menjaga Baruna bahkan jika nyawa dan rohnya yang harus dia pertaruhkan demi Baruna.


.


Kembali ke masa kini. Snowy tersenyum, dia bahagia bisa membantu Baruna.


"Kau kenapa tersenyum begitu? Mengerikan" Ucap Baruna bergidik ngeri.


"Aku hanya teringat saat kau menyelamatkan ku dari kehancuran roh ku. Jika tidak ada kau maka aku tidak mungkin masih sebebas ini menikmati apa yang aku inginkan" Ucap Snowy jujur.


"Karena aku paham. Kau membunuh karena kau marah melihat kaum mu mati dengan cara mengenaskan. Sama sepertiku yang sangat marah akibat perlakuan manusia manusia itu" Ucap Baruna.


"Maka dari itu aku sudah bersumpah akan selalu menjaga mu sampai kapanpun. Jangan pernah meremehkan kesetiaan seekor anjing. Apalagi aku anjing langit!" Ucap Snowy membanggakan diri.


"Halah! Kau ini!" Baruna menggelengkan kepalanya.


Keduanya tertawa bersama. Mobil Baruna menuju ke apartemen. Baruna lelah ingin beristirahat seharian.


.


.


Sedangkan di sebuah rumah. Seorang pria tampak duduk di hadapan seorang cenayang berpakaian serba merah.


"Aku ingin menghancurkan keluarga ini. Berapapun bayaran yang anda minta dan apapun resikonya saya terima" Ucap Pria itu sambil menunjukkan foto keluarga Ethan.


"Apapun yang terjadi? Mereka tidak mudah di lukai. Mungkin malah kau dan aku yang akan diserang balik!" Tegas cenayang itu.


"Aku tidak peduli. Aku siap!" Tegas Pria itu.


"Baiklah kalau begitu. Resiko kau tanggung sendiri!" Tegas Cenayang itu tak ingin mengalami masalah jika ilmu hitam yang dikirimkan malah berbalik padanya.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.

__ADS_1


-linalim-


__ADS_2