Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Pedang Khusus


__ADS_3

Pagi ini Baruna dan Snowy memutuskan untuk kembali ke apartemen. Mereka tidak tau jika Ethan sudah ada di sana karena itu adalah weekend dan Ethan tidak bekerja.


Ethan sedang menyiapkan makanan untuk Kitty dan bermain. Kitty tampak bersemangat bersama Ethan selama dua hari belakangan.


Bahkan kehadiran Kitty di rumah dan kantor Ethan membuat semua orang senang. Kitty memang sangat cantik hingga banyak karyawan dan asisten rumah tangga Ethan yang sedih mendengar Kitty hanya sementara bersama Ethan.


Mereka merasa Ethan sangat berbeda saat bersama kucing kecil itu. bahkan Asisten pribadi Ethan juga merasa Tuan Mudanya yang tegas dan dingin tampak sangat hangat dan memperlakukan seekor kucing seperti layaknya manusia. Mereka makan bersama di meja yang sama.


Duduk bersama dan bahkan Ethan bisa bermain serta bercanda dengan Kitty. Itu sangat menakjubkan. Bahkan Kitty sepertinya benar - benar membawa banyak keberuntungan. Semua hal yang di lakukan Ethan terlihat lancar tanpa gangguan sedikit pun. Dia bahkan bisa menyelesaikan masalah seberat apa pun. Padahal sebelumnya hal itu buntu dan tidak ada jalan keluar.


Tak lama kemudian terlihat Baruna dan Snowy masuk ke dalam unit apartemen.


Kitty langsung melompat dan berlari menyambut Baruna dan Snowy yang baru tiba.


"Loh? Kalian sudah pulang?" Tanya Ethan yang tidak menyangka secepat itu Baruna dan Snowy akan kembali ke dunia manusia.


"Iya. Kau datang ke sini setiap hari?" Tanya Baruna yang juga terkejut melihat Ethan ada di sana.


"Tidak. hanya kebetulan ini weekend dan Aku tidak perlu ke kantor. Jadi Aku membawa Kitty ke sini. Dia juga lebih terbiasa bermain di apartemen ini" Jelas Ethan jujur.

__ADS_1


Baruna hanya mengangguk tanda mengerti perkataan Ethan. Dia lalu duduk di sebelah Ethan.


"Biar Aku pesankan makan siang. Kalian mau makan apa?" Tanya Ethan.


"Apa saja" Jawab Baruna singkat. Dia memang bukan pemilih makanan.


Ethan kemudian memesan set pizza berukuran besar. Lengkap dengan side dish, minuman, juga spaghetti.


Begitu makanan tiba, mereka memilih untuk menikmati makanan terlebih dahulu sebelum mulai membicarakan masalah Mutiara Bulan.


Selesai makan, Baruna mulai membahas soal Mutiara Bulan dan petunjuk apa yang sudah dia dan Snowy dapatkan.


"Benar. Rico yang sudah mencuri Mutiara Bulan dan kita harus memusnahkan dia" Ucap Baruna membuka pembahasan.


"Ya memusnahkan Rico" Ucap Baruna dengan santai. Seolah nyawa manusia itu mudah untuk di hilangkan.


"Apa bisa semudah itu? Dia manusia. Apa bisa di musnahkan? Apa langit dan Tuhan tidak akan marah?" Tanya Ethan penasaran.


"Bisa. Dengan menusuk tepat di jantungnya. Dia manusia tapi memiliki jiwa iblis yang akan terus bereinkarnasi kembali. Jadi untuk menghentikan dan menghancurkannya kita harus menusuk jantungnya dengan pedang khusus" Jelas Baruna.

__ADS_1


Ethan terkejut mendengar jika Rico merupakan Reinkarnasi dari jiwa seorang oblis. Dia tidak pernah menyangka hal itu bisa terjadi pada seorang manusia. Kalau di rasuki iblis dia pernah mendengarnya.


"Pedang apa?" Tanya Ethan penasaran.


"Pedang yang dulu di miliki Baruna. Pedang yang hanya bisa bergerak jika di sentuh oleh pemilik Mutiara Naga atau Cakra Elang. Pedang itu di buat khusus oleh Raja Elang untuk Raja Naga sebagai bentuk persahabatan mereka, dan kemudian di berikan pada Kaimana sebagai penguasa kehidupan antara Laut dan Darat" Jelas Baruna yang baru mengetahui tentang asal muasal Pedang itu.


"Di mana benda itu?" Tanya Ethan penasaran.


"Entahlah. Yang Aku tau benda itu selalu di bawa Kaimana untuk membasmi pengacau. Saat aku menerawang tentang keberadaan benda itu. Aku melihat Pangeran Arvie yang memegangnya. Entah bagaimana bisa benda itu ada pangeran Arvie. Tapi tebakanku mungkin pangeran Arvie menyimpan benda itu" Jelas Baruna lagi.


Mendengar hal itu, Ethan memiliki Ide untuk mengajak Baruna kembali ke kediaman khusus pangeran Arvie untuk mencari pedang yang Baruna butuh kan. Baruna pun setuju dengan usulan Ethan.


"Aku ikut juga" Snowy tidak mau tertinggal dalam misi itu.


"Iya. Bawa Kitty juga" Ucap Ethan yang tidak mau meninggalkan Kitty sendirian.


Hal itu tentu membuat Snowy cukup cemburu karena biasanya Kitty akan lengket sekali hanya dengannya. Namun kini Kitty tampak malah lebih lengket pada Ethan.


Padahal baru juga dua hari mereka hidup bersama dan Ethan sudah bisa mencuri perhatian Kitty.

__ADS_1


"Ayo perjalanan ke sana cukup jauh" Ucap Ethan pada Snowy dan Baruna.


Mereka pun memulai perjalanan untuk mencari si pedang itu.


__ADS_2