Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Puncak Yang Dingin...


__ADS_3

Baruna tiba di villa yang diinformasikan oleh teman temannya.


Terlihat beberapa mobil sudah tampak berada disekitaran villa.


Villa mewah yang bertingkat dua ini mampu menampung hingga lebih dari 20 orang dengan total 10 kamar di dalamnya. Terdapat juga kolam renang yang bersih dan tidak terlalu dalam.


Baruna turun dari mobil bersama Snowy. Deni Margo dan Oliv Margo -istrinya melihat kedatangan Baruna langsung menghampirinya.


" Sini aku bantuin. Masih banyak bawaannya Avisa? " tanya Deni Margo dengan ramah.


" Ah ada satu kerat wine dan satu kerat whiskey , " jawab Baruna menunjuk isi bagasinya.


" Kok banyak sekali kau bawanya? Ngapain repot repot Avisa. Sudah ada yang bertugas sediakan bahan makanan kok, " ucap Oliv Margo heran dengan banyaknya bawaan Baruna.


" Enggak apa apa Kak. Biar semakin banyak yang bisa di cemil, " jawab Baruna sambil tersenyum.


Tak lama salah satu asisten Deni Margo datang membantu mereka untuk mengangkat bawaan Baruna.


Di dalam sudah tampak berkumpul beberapa artis artis ibu kota negara +26 ini.


Tentunya ada Rey Oktavianus dengan teman satu band nya. Ada juga Ariel Petirpon, Rose, Bunga Cantika Lestari, Iyan Gunawan, Destan, Vincent, juga youtuber youtuber ternama dengan konten thriller mereka. Bahkan chef terkenal di negara +26 itu juga di undang yaitu chef June dan chef Alnond.


Serta masih banyak yang lainnya tak bisa di sebut satu persatu.


" Masih ada yang belum sampai. Oh ya Avisa kamar mu di lantai dua ya. Tidur sendirian enggak apa kan? " tanya Oliv Margo.


" Iya Kak. Enggak masalah. Soalnya kan Snowy nanti ikut sekamar dengan ku, " jawab Baruna.


" Oke deh. Kalau mau ke kamar langsung aja. Kita juga masih tunggu yang lain kok, " ucap Oliv Margo.


" Aku masukin tas ke kamar dulu ya Kak, " ucap Baruna.


Baruna segera menuju lantai dua kamarnya. Sepanjang jalan menaiki tangga dia bertemu beberapa artis dan saling menyapa. Semuanya sangat senang bertemu dengan sosok Avisa jelmaan Baruna.


Sosok yang mereka lihat ini merupakan gadis muda putri konglomerat yang sangat sopan dan humble. Belum lagi jiwa sosialnya sangat tinggi dan suka menolong orang yang kesusahan.


Hari berganti sore. Semuanya tampak berkumpul di taman barbeque yang bersebelahan dengan kolam renang.


" Hai Avisa!! " sapa Rina Runissa.


" Hai Kak. Ada yang bisa aku bantu? " tanya Baruna dengan sopan.


Terlihat beberapa teman teman artis juga asisten asisten yang ikut dengan mereka turut menyalakan arang dan merapikan bahan untuk barbeque nanti.


" Tidak usah. Duduk saja. Gadis cantik tugasnya duduk dengan tenang, " ucap Rina Runissa sambil tertawa.


" Jangan begitu dong Kak. Aku jadi tidak enak " ucap Baruna.


Snowy tampak bermain dengan putra dan putri pasangan Dedy Costa dan Rina Runissa itu. Keluarga itu memang sangat menyayangi binatang karena menurut mereka semua ciptaan Tuhan itu sama dan harus di sayangi terlepas dari apapun agama kita.


" Ah biar aku yang potong daging ayam itu. Terlalu besar potongan nya tuh, " ucap baruna langsung menuju ke dapur membantu yang lainnya.


Asisten dari para artis itu tampak juga menyukai Baruna bahkan ada yang terang terangan menyarankan Baruna menjadi artis juga.


Baruna hanya tersenyum tidak menanggapi mereka.


" Wah. Avisa, padahal lemah lembut begini, tangan halus, ternyata bisa memotong daging juga? Bisa masak Avisa? " tanya asistennya Dedy Costa.


"Bisa Kak. Kan Avisa tinggal sendirian bersama Snowy. Jadi biasa masak untuk diri sendiri sama Snowy " jawab Baruna sambil tersenyum.


" Duh. Ada enggak sih yang kau tidak bisa kerjakan Avisa? Makin insecure nih aku " ucap asisten Rey Oktavianus bercanda.


Ruangan dapur tampak ceria bercanda tawa dengan Baruna. Tidak terasa semua bahan sudah di lumuri dengan bumbu hingga meresap. Untuk daging ayam sengaja Baruna mengungkepnya sebentar di panci agar bagian dalam daging bisa matang sempurna saat di bakar dengan arang. Sedangkan untuk daging wagyu hanya dia rendam dengan bumbu agar rasanya lebih gurih nanti.


Tidak terasa matahari mulai berganti bulan. Semuanya bersiap untuk acara barbeque itu.


Mereka berkumpul di taman barbeque. Acara panggang memanggang itu dimulai.


Baruna terlebih dahulu menyiapkan daging wagyu juga daging ayam tanpa tulang untuk Snowy.


Dirinya membawa makanan yang cukup banyak ke kamar. Karena bagaimana pun Snowy lebih suka makan saat berwujud manusia. Sehingga Snowy harus berada di kamar saat makan.


Setelah mengurus makanan untuk Snowy, Baruna kembali menyibukkan diri membantu yang lainnya memanggang daging. Sesekali Rose, Bunga Cantika juga Oliv Margo menyuapi Baruna yang sibuk ikut membantu memanggang daging.


Semuanya tampak senang terlebih Rey Oktavianus sengaja membawa speaker yang cukup besar serta alat DJ nya.


Baruna juga mengeluarkan wine dan whiskey yang dibawanya agar bisa di nikmati bersama.


" Eh kecepatan nih DJ nya keluar! Entar dulu. Nyanyi santai dulu dong Rey!! Belum apa apa udah tinggi aja kau ini!! " ucap Destan meledek Rey yang paling semangat diantara semuanya.


" Biarin aja dia lagi semangat semangatnya Bro! " ucap Vincent menimpali.


" Gitar mana gitar. Nyanyi pakai gitar dulu yuk. Mumpung baru pukul 7 lewat nih! " ucap Ariel Piterpon.


"Hayuk, " sahut yang lainnya.


" Riel! Kau yang mainkan gitar ya. Kalau Rey yang mainkan di jamin putus tuh senar semua! " ucap Iyan Gunawan.


" Setan nih. Iya Iyan!!! Aku emang bodoh soal main alat musik tapi aku pinter ciptain karya! Puas?! " ucap Rey Oktavianus tidak ingin kalah.


" Iya tapi yang paling banyak sibuk tuh Eka sama Gerald! Sampean cuman iso nyuruh ae! " ucap Iyan Gunawan lagi sengaja meledek Rey Oktavianus.


Eka dan Gerald adalah teman satu band Rey. Mereka bertiga sangatlah komoak dan genius dalam menciptakan mahakarya musik dan lagu yang indah.


" Tapi ujung tombaknya aku. Tanya tuh sama Eka. Betul apa bener? " ucap Rey Oktavianus yang masih membalas Iyan Gunawan.


Keduanya memang suka saling bertengkar namun keduanya mengerti perkataan satu sama lain hanyalah candaan semata.


" Udah udah. Kalau ribut mulu kapan nyanyinya???? " tanya Rose menengahi.


" Ayo di request lagu apa. Yang gampang kita nyanyi bareng aja yuk! " ucap Ariel Piterpon.


" Udah nyanyiin satu album kau aja Riel! " icap Iyan Gunawan.


Semuanya tertawa akibat candaan unfaedah itu.


Ariel Piterpon pun mulai memetikkan gitar untuk mengiringi lagu.


🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢


Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi


Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali


Rasa yang kutinggal mati


Seperti hari kemarin saat semua di sini


Dan bila hatimu termenung


Bangun dari mimpi-mimpimu


Membuka hatimu yang dulu


Cerita saat bersamaku


Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi


Mungkin saja rasa itu telah pergi


(Lirik : Mungkin Nanti - Peterpan)


🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢


.


Semuanya tampak ikut bernyanyi sambil menikmati makanan mereka. Ada pula yang mulai membuka cemilan yang di bawa oleh Baruna.


Satu persatu lagu dinyanyikan bergiliran oleh mereka. Baik suara merdua maupun suara gelas pecah saling menyatu membuat alunan yang indah.


Rey Oktavianus menatap ke arah Baruna yang sedang bercanda dengan asisten nya. Wajah cantik gadis itu sudah lama mencuri perhatian Rey Oktavianus sejak pertama mereka bertemu.


" Woi Rey! Bentar lagi biji mata mu udah mau lepas tuh! " sarkas Deni Margo yang tahu sejak tadi pandangan Rey Oktavianus hanya menatap ke arah Baruna.


" Ada yang jatuh cinta nih kayaknya. Hayolo itu Avisa bukan kaleng kaleng. Enggak gampang tuh raihnya! " tambah Dedi Costa turut meledeki Rey Oktavianus.


" Ish! Kagak senang yah lihat aku bahagia gitu " ucap Rey Oktavianus berpura-pura kesal dengan teman temannya.


" Bukan kagak senang. Tapi mesti lihat dulu. Kau sama Avisa ibarat tuh Bulan sama lumpur! Avisa nya bulan, Kau nya hanya lumpur!!! " sarkas Iyan Gunawan meledek.


" Udah ah. Emosi lama lama nih. Lanjut nyanyi aja ngapa sih. Gangguin orang mulu! " protes Rey Oktavianus.


Melihat hal itu, Rose dan Bunga Cantika berinisiatif memanggil Baruna untuk mendekat ke tempat mereka berkumpul dan bernyanyi.


" Avisa!! Sini! " seru Rose memanggil Baruna.

__ADS_1


Melihat itu, asisten Rey Oktavianus tampak paham kalau para artis artis itu ingin bernyanyi bersama Baruna.


" Udah Avisa sana kumpul aja sama yang lain. Ini udah enggak banyak yang harus di bakar kok. Serahkan sama kami aja, " ucap asisten Rey Oktavianus.


Baruna mengangguk paham. Dan menyerahkan tugas itu kepada yang lainnya


Baruna berjalan mendekati tempat orang-orang itu berkumpul.


" Sini sini. Nyanyi yuk. Avisa mau request lagu apa? " tanya Rose sambil menarik Baruna duduk disebelahnya.


" Emmm. Boleh aku yang main gitarnya? " tanya Baruna sambil melihat mereka bergiliran.


Semuanya terkejut. Avisa yang mereka kenal ternyata bisa bermain alat musik gitar.


" Kau bisa main alat musik Avisa? " tanya Iyan Gunawan mewakili yang lainnya.


" Bisa sedikit. Tidak terlalu mahir, " jawab Baruna.


" Oh silahkan. Nih.. " ucap Ariel Petirpon menyerahkan gitar yang dia pegang.


" Emmm. Mau lagu apa? " tanya Baruna sebelum memainkan gitarnya.


" Apa aja terserah yang sebisa mu aja. Yah kalau bisa yang mudah bisa kita nyanyiin bareng-bareng. Jangan lagu Jerman nanti yang dimainkan ya kami semua engak bisa nyanyi" ucap Iyan Gunawan yang memang suka mencandai temannya.


Semua orang tertawa mendengar ucapan sarkas Iyan Gunawan itu


Baruna tampak berpikir sebentar sebelum mulai memainkan gitarnya.


🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢


Saat ku sendiri kulihat photo dan video


Bersamamu yang tlah lama kusimpan


Hancur hati ini melihat semua gambar diri


Yang tak bisa ku ulang kembali


Kuingin saat ini engkau ada di disini


Tertawa bersamaku seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati Ini hanya rindu


Segala cara telah kucoba


Agar aku bisa tanpa dirimu oh


Namun semua berbeda


Sulitku menghapus kenangan bersamamu


(Lirik : Hanya Rindu - Andmesh Kamaleng)


🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢


.


Semuanya larut dalam lagu. Tak terasa Baruna meneteskan air matanya. Dia sangat merindukan keluarganya.


Melihat Baruna yang menangis membuat yang lainnya memeluk Baruna dan menghiburnya.


" Jangan nangis lagi Avisa. Papa Mama mu pasti sudah tenang di surga " ucap Rose menenangkan Baruna.


Ya Baruna yang sedang berwujud Avisa itu dianggap mereka sedang merindukan kedua orang tuanya yang sudah meninggal karena kecelakaan.


Meskipun memang benar Baruna merindukan kedua orang tuanya. Namun orang tua aslinya masih hidup namun entah berada dimana saat ini karena menghindari banyak hal yang terjadi pada Baruna.


"Wah. Bagus banget suara Avisa. Jujur baru kali ini aku dengar Avisa nyanyi loh. Pinter juga main gitarnya. Luwes banget jarinya , " ucap Dedy Costa mencoba mengalihkan kesedihan Baruna.


Baruna hanya tersenyum menanggapi pujian dari Dedi Costa.


" Iya nih. Yuk lanjut lanjut. Lagi dong Avisa!! " ucap Bunga Cantika yang mengerti arah pembicaraan Dedi Costa.


Baruna memikirkan sebuah lagu lagi yang bisa mereka nyanyikan bersama.


🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢


Kau minta apa akan aku turuti


Walau harus aku terlelah dan letih


Ini demi kamu, sayang


Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada Ilahi


'Tuk satukan kami di Surga nanti


Tahukah kamu apa yang ku pinta


Di setiap doa sepanjang hariku?


Tuhan, tolong aku, tolong jaga dia


Tuhan, aku sayang dia


(Lirik : Doaku Untukmu Sayang - Waliband)


🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢


,


Semua orang ikut bernyanyi dan tenggelam dalam alunan musik yang di mainkan oleh Baruna.


Mereka bertepuk tangan bersama. Semakin kagum dengan sosok Avisa yang mereka kenali ini. Semua hal sepertinya bisa dilakukan gadis cantik keturunan Inggris-Indonesia itu.


Tampak putri angkat Dedy Costa sibuk mengajak Baruna menari bersama. Putri angkat Dedy Costa sangat menggilai artis dari negara ginseng.


" Kak Avisa. Yuk nari yuk " ajak Nadin -Putri Angkat Dedy Costa.


" Nari? " tanya Baruna memastikan.


" Iya gampang kok. Aku ajarin. Biar nanti kalau kakak bosen, gabut, atau sedih bisa lampiaskan dengan menari. Sini cepat!! " ajak Nadin.


Baruna mengikuti kemauan Nadin. Musik pun di mulai. Terdengar lagu dari girlgroup Blackpink yang sedang viral saat ini di putarkan.


πŸ”ŠπŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸ”Š


This that pink venom, this that pink venom


This that pink venom (get 'em, get 'em, get 'em)


Straight to ya dome like whoa-whoa-whoa


Straight to ya dome like ah-ah-ah


Taste that pink venom, taste that pink venom


Taste that pink venom (get 'em, get 'em, get 'em)


Straight to ya dome like whoa-whoa-whoa


Straight to ya dome like ah-ah-


(Lirik :Pink venom - BlackPink)


πŸ”ŠπŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸ”Š


.


Dan alhasil. Semua orang kembali terpukau. Baruna juga bisa menari dengan luwesnya.


Mata Rey Oktavianus semakin memandang kagum juga penasaran dengan sosok Avisa Belenda itu.


" Wah. Kakak pinter nari rupanya. Kok enggak bilang sih?? " ucap Nadin


" Kan enggak ada yang tanya " jawab Baruna sambil tertawa kecil.

__ADS_1


Semuanya kembali menyoraki dan meminta Nadin dan Baruna kembali menari lagi. Mereka masih terpukau dengan gerakan dari Baruna yang tampak indah. Tidak kaku namun juga tidak berlebihan dibuat buat seperti para penari lainnya yang mencover gerakan lagu itu.


.


πŸ”ŠπŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸ”Š


Watch me dance


Watch me sing


Yeogikkajin noajulge


Domangga eolleun


Watch me dance


Watch me sing


Dasin butjapiji ma


Geuttaen boge doeneun geoya


Nappeunnyeon


Nappeunnyeon aju geunyang nappeunnyeon


Nappeunnyeon aju geunyang nappeunnyeon


Nappeunnyeon aju geunyang nappeunnyeon


Dasin butjapiji ma


Geuttaen boge doeneun geoya


Michinnyeon


(Lirik : Vengeance - BIBI)


πŸ”ŠπŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸ”Š


Baruna kembali menari dengan luwesnya. Semua turut meniru gerakan tarian Baruna. Tampak semuanya sangat senang dengan acara liburan kali ini. Beberapa artis juga asistennya tampak bisa menarikan lagu itu pun turun menari bersama Baruna. Semuanya tampak antusias.


.


" Lagi Lagi... Satu lagi beneran satu lagi aja sebelum kita mulai music dari DJ kita yang sudah sampai ke dunia Internasional ini, " ucap Rose meminta Baruna menarikan satu lagu lagi.


" Lagu apa Rose? " tanya Destan penasaran.


" Bentar bentar. Aku cari dulu di Youtube. " ucap Rose.


.


πŸ”ŠπŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸ”Š


Yeogijeogi sondeuleo


da da yeogi waseo heundeuleo


uri gachi chumchuja


ja ja ije neodo heundeuleo


yeogiseo da naeryeonwa


nwa nwa eolleun waseo ttara hae


yeogi da son heundeuleo


da da jigeumbuteo heundeuleo


chumchuja


eottae igeon eottae


eottae chumchuja


Up dwae igeon Up dwae


Up dwae chumchuja


(Lirik : How's This? (μ–΄λ•Œ?) - Hyuna)


πŸ”ŠπŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸŽ΅πŸ”Š


.


Akhirnya sesi menari itu di hentikan setelah lagu permintaan Rose diputar.


" Okey Ladies and Gentelman. Welcome to our party with Weirdboys!!!!!!!! " sambut Rey Oktavianus yang berperan sebagai DJ.


Musik pun mulai melantun perlahan memanjakan telinga semuanya terlebih dahulu.


" Mau minum Avisa? " tanya Ariel Petirpon menyodorkan segelas wine yang baru di tuang.


" Whiskey aja Kak Ariel. Lagi pengen whiskey " ucap Baruna dengan senyuman indahnya.


" Okey ladies. Sebentar aku tuangkan " ucap Ariel Petirpon dengan ramah.


Meskipun sudah tampak berumur namun kharisma dan attitudenya Ariel Petirpon selalu dapat di acungi jempol.


" Kau pernah membuat lagu? Sepertinya aku tertarik membuat proyek lagu baru dengan mu. Kau berbakat sekali. Aku tahu itu. Saat Kau bilang hanya bisa sedikit memainkan gitar, tapi aku bisa lihat kau sangat jago. Benarkan? " tanya Ariel Petirpon yang langsung to the point.


" Hanya bisa beberapa alat musik petik Kak. Hanya hoby " jawab Baruna.


Ya Baruna yang asli memang sangat pintar bermain gitar, harpa, ukulele, kacapi (mirip zhiter) , zither (perpaduan dari gitar dan harpa) juga gayageum (alat musik dari negeri ginseng - mirip seperti kacapi).


" Oh ya? Apa saja? " tanya Ariel Petirpon penasaran.


"Gitar, Harpa, Ukulele, Kacapi, Zhiter sama Gayageum" jawab Baruna jujur.


"Gayageum?? " Ariel jarang mendengar nama alat musik itu.


" Iya mirip kacapi Kak. Asalnya dari Korea Selatan, " jawab Baruna menjelaskan.


" Wah. Sesekali boleh ya mainkan alat musik itu untukku. Sepertinya aku mau mengajak mu ikut di proyek album baru ku, " ucap Ariel Piterpon bersemangat.


Baruna hanya tersenyum tanpa mau menjawab.


Sayup-sayup telinga kiri Baruna mendengar suara orang meminta tolong.


'Tolongggg.... Hiksss.. Ampun.... Sakitt'


Suara lirih seorang gadis terdengar di telinga Baruna.


Dirinya tidak bisa diam saat mendengar suara lirih itu. Baruna bisa membedakan suara lirih permintaan tolong yang tulus karena dalam kondisi berbahaya ataupun lirihan orang yang dihukum oleh karma perbuatan buruknya sendiri.


" Kak. Aku ke kamar mandi sebentar ya. Sekalian mau mengecek Snowy sudah selesai makan belum, " ucap Baruna kepada Ariel Petirpon agar tidak ada yang menyusulinya masuk kedalam villa.


" Oke Oke. Hati hati Avisa Cepat balik ya. Makin seru mereka semua " ucap Ariel Petirpon sambil tersenyum.


Baruna hanya menganggukkan kepala lalu segera berjalan cepat masuk kedalam villa.


Dirinya segera naik ke kamarnya dan mengunci ointu kamar itu.


" Ada apa? " tanya Snowy yang melihat Baruna tergesa-gesa masuk ke kamar.


" Aku akan keluar sebentar. Berjaga di sini jika ada yang mencari ku. Mengerti? " titah Baruna.


Snowy paham. Terkadang dia memang menggunakan suara Avisa untuk mengelabui orang yang mencarinya ke kamar.


" Cepatlah segera kembali. Jangan terlalu lama bermain, " ucap Snowy.


Baruna kembali pada wujud aslinya dan melesat terbang ke arah sumber suara rintihan itu.


Terlihat seorang gadis terikat dan sedang di lecehkan dua orang pria tua.


Mata Baruna membara melihat pemandangan asusila itu.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.

__ADS_1


-linalim-


Silahkan follow IG khusus Visual Novel @lunagelim.author


__ADS_2