Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Merawat...


__ADS_3

"Apakah aku harus diambang kematian baru aku bisa bertemu dengan mu lagi? " Gumam Ethan lirih.


Perlahan Ethan berjalan turun dari ranjang batu itu. Namun karena masih lemah dan belum pulih total, baru beberapa langkah Ethan kembali terjatuh.


Snowy yang baru dari luar mengambilkan buah kelapa yang segar terkejut melihat Ethan yang sudah terjatuh.


"Hei! Kau kenapa?" Tanya Snowy lalu membantu Ethan berdiri.


"Terima kasih" Ucap Ethan tanpa melihat siapa yang menolongnya.


Mata Ethan membola terkejut. Orang yang menolongnya adalah pria muda yang bersama sosok Avisa di restoran kemarin itu.


"Kau? Kau yang menolong ku? Kau siapa? " Tanya Ethan heran.


"Hah... Bukan aku tapi seseorang yang kau cari cari. Dia sedang menghadap ke kerajaan Naga. Bagaimana luka mu? Masih sakit?" Tanya Snowy memperhatikan bagian dada Ethan yang mulai berangsur membaik. Bekas memarnya juga sudah memudar hampir seluruhnya.


"Sudah lebih baik. Tapi kau siapa?" Tanya Ethan penasaran.


Dia sudah bersiap mendengar bahwa pria muda itu merupakan mahluk jadi jadian. Beberapa waktu ini sudah banyak kejadian aneh yang dia alami.


"Minum ini. Anggap saja balasan ku kemarin atas kelapa yang kau berikan" Ucap Snowy menyodorkan sebuah kelapa muda yang segar.


Ethan menatap heran ke arah Snowy. Mengingat bola mata Snowy yang sempat menghitam seperti anjing husky miliknya membuat Ethan curiga Snowy yang saat ini berwujud pria muda adalah anjing yang selalu bersama sosok Avisa.


"Pikiran mu benar, aku bukan manusia. Aku Snowy. Kau sudah melihat Baruna juga menyadari kehadiran entitas kami. Jadi aku rasa tidak ada yang perlu disembunyikan" Ucap Snowy dengan santai duduk di sebelah Ethan.


"Kenapa kau bisa percaya padaku?" Tanya Ethan.


"Aku rasa kau bukan orang yang jahar dari yang ku dengar. Hanya saja aku mau bilang, Baruna bukan lagi manusia seutuhnya. Didalam dirinya ada sesuatu yang sangat kejam dan mengerikan. Berhati-hati lah didekatnya. Jika dia merasa keberadaannya terancam maka saat itu juga nyawa mu akan hilang. Dia lebih kuat daripada yang kau kira" Ucap Snowy menasehati.


"Aku sudah berjanji akan melindunginya. Entah dalam wujud apapun dia. Aku pasti akan melindunginya" Ucap Ethan bersungguh-sungguh.


"Sudah ku duga. Kau sebenarnya baik dan bodoh. Hanya saja aku heran kenapa kau bisa dan mau menggunakan tubuh wanita-wanita yang menjajakan diri. Ck!" Ucap Snowy jujur heran pada Ethan.


Kaya, tampan, dan hatinya sebenarnya lembut. Tapi kenapa dia malah bermain-main dengan wanita malam. Bukannya mencari pasangan yang sah. Bahkan Ethan terkenal sangat kejam dan dingin pada wanita terutama wanita yang menjajakan diri demi uang ataupun gadis-gadis yang hanya peduli pada penampilan dan materi.


Satu satunya wanita yang di hormati dan disegani Ethan hanyalah Sang Mama tercinta. Karena Ethan tau seberapa keras perjuangan sang Mama menemani Papanya disaat Papanya kehilangan segala sesuatu bahkan hampir terbuang dari keluarga.

__ADS_1


"Apa Baruna pernah menceritakan tentangku?" Tanya Ethan penasaran.


"Pernah. Sudahlah. Segera minum air kelapa itu dan beristirahat lah. Kau masih dalam pemulihan. Jangan sampai sia-sia Baruna menyelamatkan mu" Ucap Snowy lalu meninggalkan Ethan sendirian.


.


.


.


Di kerajaan Naga tampak Baruna menghadap Naga Qiulong. Terlihat beberapa mahluk lainnya juga berada di sana. Salah satunya ratu merak.


"Kalian masih terhubung. Sudah aku katakan dia dan kau memiliki kaitan kuat" Ucap Naga Qiulong.


"Jadi aku harus gimana? Aku tidak bisa menghapus ingatannya juga tidak bisa membiarkannya terluka" Ucap Baruna lelah. Waktunya untuk menghancurkan yang lain menjadi terganggu karena harus merawat Ethan.


Baruna bahkan membuat alasan kepada yang lainnya juga Hilman Paris kalau dia ada urusan mendadak di luar negeri hingga sepekan kedepan. Semua urusan terutama masalah Ronaldi dia serahkan sepenuhnya kepada Hilman Paris beserta bukti tambahan yang ada.


"Kau yang sudah berjanji dan bersumpah maka kau harus tepati. Tapi jika kehadiran pria itu mengusik kerajaan ku dan rahasia dunia kami, maka aku akan membunuhnya dengan tangan mu Baruna. Jadi kau yang bertugas mengendalikannya jika ingin dia tetap hidup" Ucap Naga Qiulong tegas.


"Baiklah aku mengerti" Ucap Baruna tanpa bisa membantah.


Baruna paham. Dia tidak mungkin melanggar aturan dengan melakukan hubungan suami istri dengan siapapun. Lagi pula tidak terlintas sedikitpun di kepalanya untuk melakukan hal itu. Seluruh pikirannya tertuju dengan pembalasan dendam dan mengembalikan kehormatan keluarganya


"Raja tenang saja. Aku sudah tidak punya nafsu dan keinginan atas hal itu. Yang aku inginkan hanya kehancuran orang yang sudah menghancurkan ku" Ucap Baruna tegas.


"Kita lihat saja nanti. Sudah ku katakan kalian terikat. Tapi aku berharap tidak ada kebodohan mu lagi" Ucap Naga Qiulong penuh misteri.


"Kalau begitu aku pamit" Ucap Baruna lalu kembali ke gua (baca:goa-red) tempat tinggalnya.


Terlihat Ethan yang menggerakan tubuhnya dan meringis kesakitan.


"Kau kenapa?" Tanya Baruna. Dia tidak perlu lagi menyembunyikan sosok aslinya saat ini.


"Baruna. Itu benar kau?" Tanya Etahn yang terburu-buru bangun dari duduknya dan hampir terjatuh.


Beruntung Baruna segera menangkap tubuh Ethan sebelum terjerembab di lantai.

__ADS_1


"Hati hati. Kau masih belum pulih. Dasar bodoh!" Ucap Baruna kesal.


Wajah keduanya begitu dekat. Ethan tersenyum bahagia bisa bertemu Baruna lagi.


"Kau kemana saja. Aku mencari mu sekian lama" Ucap Ethan yang berusaha menyentuh wajah Baruna.


Baruna menjauhkan dirinya dari Ethan. Dia tidak mau terbuai oleh kata kata manis seorang manusia.


"Aku bukan lagi manusia seutuhnya. Jangan sembarang menyentuhku jika tidak ingin tubuhmu menjadi abu dalam sekejap" Ucap Baruna dingin. Sedingin samudra luas.


Ethan terdiam. Dia sadar akan ucapan Snowy. Baruna sudah berbeda karena dirinya penuh dendam saat ini.


"Maaf. Aku tidak bermaksud yang bukan bukan. Maafkan perbuatan ku sebelumnya yang pernah menyakiti mu. Aku menunggu waktu ini untuk bisa meminta maaf padamu meskipun hari ini hari terakhir bagiku untuk hidup" Ucap Ethan dengan tulus.


Baruna hanya menghela nafas. Orang yang sangat dia hindari kini malah ada di tempat tinggalnya dan harus dia rawat sesuai perintah Naga Qiulong.


"Kau berendam pah di air kolam itu. Air itu bisa membantu mu memulihkan tenaga mu" Ucap Baruna hendak keluar dari ruangan itu.


"Kau mau kemana?" Tanya Ethan yang tidak ingin ditinggal Baruna sendirian.


"Aku tidak mungkin melihat kau setengah telanjang disini. Aku akan menyuruh Snowy membantu mu. Kau masih lemah" Ucap Baruna lalu keluar mencari Snowy yang tentunya sedang bermain-main di pantai.


Ethan tersenyum. Meskipun Baruna tampak dingin dan ketus setidaknya Ethan bisa merasakan kebaikan Baruna masih ada. Mungkin Ethan lah yang harus berusaha lebih keras lagi untuk melembutkan hati Baruna.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata Elang memantau pergerakan Baruna juga Ethan.


"Kau sudah bertemu lagi dengan pengantinmu. Tapi bisa kah kalian tidak lagi saling membunuh? " Gumam Elang itu lalu terbang menjauh dari gua (baca:goa-red) milik Baruna.


.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.

__ADS_1


-linalim-


__ADS_2