Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Hukuman Dea Sari


__ADS_3

Hari kedua Dea sari tinggal kembali di rumah lamanya. Rumah yang jauh dari kata mewah dan sangat sederhana. Sebenarnya tetangga di sana sangat ramah dan baik, namun sikap dan sifat Dea sari yang sangat sombong membuat dia tidak di sukai warga di sana.


Maka saat Dea sari kembali ke sana malah membuat warga merasa risih dan mau tidak menyambutnya. Karena sudah pasti akan drama yang tidak penting jika berurusan dengan Dea sari.


Warga memilih mengabaikannya dan tidak mau membantu Dea sari. Begitu pun dengan Dea sari yang tidak peduli dan merasa strata sosialnya di atas para warga. Dia merasa jijik jika bersentuhan dengan warga di sana.


Hingga setiap harinya kesepian menemani Dea sari, tanpa dia bisa cegah dan harus merasa was - was setiap malamnya. Karena dia tidak terbiasa dengan keadaan di sekitar yang sangat sepi dan dia harus tinggal sendirian kali ini.


Sungguh sangat kontras dengan kehidupan mewah sebelumnya. Entah mengapa kini Dea sari mulai merasa tidak nyaman dengan kesepian yang dia alami di rumah itu.


Dia harus mulai mengerjakan pekerjaan di rumah itu sendirian, memasak sendirian, makan sendirian, tidur juga sendirian.


"Semua gara si sial Baruna!"


Umpat Dea sari yang masih bisa menyalahkan orang lain yang padahal terjadi karena karmanya sendiri. Dia yang memulai masalah namun dia tetap saja menyalahkan orang lain.


Andai Dea sari tidak tamak, dia sebenarnya sudah hidup berkecukupan meski pun tidak terlalu glamour. Anak satu - satunya yaitu Zaky juga sangat menuruti perintah Dea sari. Suaminya juga sangat mencintainya dengan tulus dan pekerjaan suaminya juga selalu lancar.


Namun rasa tamak dan iri hati membuat Dea sari tertutup matanya seolah buta. Dia merampas apa yang bukan menjadi haknya bahkan mengajarkan anaknya menjadi sosok yang jahat. Maka dari itu bukan salah Zaky jika dia menjadi seseorang yang kejam pada keluarganya sendiri juga.


Meskipun bukan orang yang taat beragama namun sebenarnya hati Zaky juga tidaklah sejahat itu. Dia hanya menuruti semua yang di perintahkan ibunya.


.


Malam semakin larut, Dea sari tidak tau jika rumahnya sudah di incar kawanan perampok. Mereka sudah mengintai rumah Dea sari sejak awal dia masuk.


Melihat letak rumah Dea sari yang jauh dari tetangga juga dia yang tidak pernah berbaur bahkan cekcok dengan tetangga sendiri membuat kawanan perampok itu yakin untuk merampas barang berharga milik Dea sari.


Tentu rumah dengan pemilik seperti Dea sari merupakan santapan lezat perampok di sana. Karena saat mereka menjalankan aksi maka tidak akan ada tetangga yang menyadari atau peduli jika terdengar keributan di rumah itu.


Baruna yang sejak tadi duduk di atas pohon besar tepat di seberang rumah Dea sari hanya bersenandung kecil sambil menikmati buah apel. Dia hanya akan menonton tidak akan membantu Dea sari.


Malah dia senang karena alam ternyata sangat mendukungnya. Tanpa dia harus turun tangan, dia bisa melihat Dea sari akan kehilangan semua sisa hartanya saat ini.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari, kawanan perampok mulai membobol pintu belakang rumah Dea sari dengan mudah.


Mereka tampak sudah terbiasa membongkar rumah korbannya. Semua barang yang ada di sana di ambil, termasuk televisi bahkan CCTV yang memorinya sudah di buang dan piring - piring mereka gasak sekaligus tanpa sisa.


Setelah ruang tamu dan dapur bersih di gasak, mereka lanjut memasuki kamar Dea sari yang tidak terkunci.


Satu persatu barang - barang yang ada di meja di ambil. Saat mereka hendak membuka lemari milik Dea sari, Wanita paruh baya itu terbangun dan hampir menjerit jika tidak dengan sigap di amankan salah satu dari kawanan perampok itu.


"Hmmmphhh... Hmphhhhh"


Hanya suara nafas yang terdengar karena Dea sari sudah di bekap mulutnya.


Perampok itu membuka semua isi lemari milik Dea sari. Mereka tersenyum melihat banyaknya perhiasa dan juga uang tunai yang tidak sedikit.


barang - barang itu langsung di bawa mereka. Namun ketua dari perampok itu terdiam sejenak menatap Dea sari. Timbul pikiran kotornya untuk melecehkan Dea sari yang tinggal sendirian di sana.


Ternyata apa yang di pikirkan ketua perampok malah di dukung semua anggotanya. Dengan bergilir tubuh Dea sari di lecehkan mereka. Segala sudut tubuh tak luput dari sentuhan kasar pria - pria itu.


Aroma tubuh yang menyengat mereka membuat Dea sari ingin muntah di tambah cairan mereka yang mengotori seluruh tubuh hingga rambut Dea sari.


Baruna yang ada di atas atap rumah Dea sari melihat kejadian itu dan hanya diam. Dia mengingat bagaimana Dea sari menyuruh orang membunuh dan bahkan melecehkannya.


Tidak sedikit pun Baruna tergerak membantu Dea sari. Dia membiarkan wanita itu merasakan apa yang sudah dia alami dulu akibat perbuatan Dea sari.


Bahkan menurut Baruna itu masih belum setimpal dengan apa yang Baruna rasakan dulu. Berada di ambang kematian.


Paginya terjadi kehebohan, Dea sari keluar dari rumah menangis histeris dengan tubuh kotor dan baju yang sudah robek.


Dia menjerit histeris jika dia kerampokan namun tidak ada warga yang berniat membantunya untuk mencari tau tentang si perampok.


Mereka hanya memandang sinis pada Dea sari bahkan tampak ada yang tertawa senang melihat kehancuran Dea sari.


Wanita tamak dan sombong itu akhirnya jatuh. Dea sari menyesali hidupnya. Tak ada yang peduli dengannya di sana. Hanya ketua RT yang datang 2 hari setelahnya saat mendengar gossip kejadian itu.

__ADS_1


Miris, saat ketua RT dan petugas datang, Dea sari tampak kacau dan linglung. Tubuhnya yang biasa wangi dan bersih kini berbau tidak sedap.


Sudah dua hari dia tidak membersihkan diri dan hanya meringkuk di kamar sambil berkata.


"Emasku! Uangku!"


Berulang kali hanya kata itu yang terlontar dari bibir Dea sari yang tidak bisa terima di rampok seluruh harta bendanya.


Ya kini Dea sari menjadi gila, Dia sudah gila saat ini. Pak RT dan petugas pun berusaha membawa Dea sari ke rumah sakit. Butuh perjuangan keras untuk mereka membawa Dea sari yang mengamuk dan melawan petugas saat di bawa.


Baruna dan Snowy tampak santai di atas pohon melihat bagaimana Pak RT dan petugas mengevakuasi Dea sari karena takut malah nanti dia berbahaya bagi warga lain. serta takut jika kawanan perampok itu kembali dan membunuh Dea sari.


"Hanya begitu? Kurang seru!"


Ucap Snowy mengomentari karma yang di dapat oleh Dea sari.


"Setidaknya kita tidak perlu turun tangan menghukumnya. Alam sudah bekerja sendiri membalaskan dendam ku"


Jelas Baruna yang merasa cukup untuk saat ini karena Dea sari juga sudah menjadi tidak waras.


"So? Ah ya Zaky akan di rehabilitasi tapi dia tidak akan di hukum penjara. Karena di anggap sebagai pemakai saja yang di jebak orang. Kemarin Aku mencoba memantaunya. Polisi sudah mendapatkan info dari rumah sakit yang merawat Zaky kalau di tubuhnya ada kandungan narkotika, tanpa harus aku yang laporkan"


Jelas Snowy pada Baruna. Baruna hanya menganggukkan kepalanya.Dia tidak akan melakukan hal lain lagi pada keluarga tantenya itu. Milik keluarga Baruna sudah kembali pada kedua orang tuanya. Dan Dea sari juga sudah tidak memiliki apa pun sampai menjadi gila. Zaky juga sudah lumpuh dan harus di rehabilitasi.


Baruna sudah cukup puas dengan itu. Kini dia harus fokus dengan Frans dan juga tugasnya mencari Mutiara Bulan.


Tidak mungkin Baruna memunda lagi. Dia ingin segera menyelesaikan dendamnya pada Frans agar bisa fokus mencari Mutiara Bulan serta mencari tau tentang hubungan antara dia dengan Kaimana juga pangeran Arvie.


"Ayo kembali. Sekarang waktunya menyusun rencana menghancurkan Frans"


Ucap Baruna pada Snowy. Keduanya kembali ke apartemen untuk memikirkan rencana selanjutnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2