
Baruna terbangun tengah malam. Tubuhnya terasa panas.
"Bangun" Suara Naga Qiulong terdengar di telinga Baruna.
Sontak Baruna langsung tersadar dan mengambil posisi duduk di atas tempat tidurnya.
Naga Qiulong yang gagah sudah berada di hadapannya.
"Raja Naga.." Sapa Baruna lirih. Entah kesalahan apa yang dia perbuat hingga Naga Qiulong menunjukkan dirinya di hadapan Baruna.
Biasanya Naga Qiulong hanya akan memberikan bisikan suara gaibnya di telinga Baruna.
"Kau harus ingat. Jangan sampai kau ketahuan jika tubuh Avisa yang kau gunakan adalah Avisa palsu. Rahasia dunia kita tidak boleh diketahui oleh manusia awam. Jangan sampai mereka mengacaukan aturan langit" Ucap Naga Qiulong mengingatkan Baruna.
"Maaf Raja. Aku sungguh tidak mengerti bagaimana dia bisa mengetahui kalau aku adalah Baruna. Bahkan saat aku mengertaknya tadi dan mencoba menghapus ingatan dia, itu tidak bisa" Jelas Baruna.
Saat Ethan memeluk dan menatapnya lekat, saat itu pula sebenarnya Baruna menggunakan kemampuannya dari para Naga untuk menghapus ingatan tentang sesuatu di pikiran Ethan, setidaknya agar Ethan melupakan wajah yang Ethan katakan selalu dia ingat.
"Kau tidak bisa melakukan hal itu. Percuma karena kalian terikat dan dia juga merupakan keturunan Raja Elang" Ucap Naga Qiulong membocorkan rahasia keluarga Ethan.
"Maksud Raja. Ethan juga punya perjanjian dalam keluarganya??" Baruna cukup terkejut. Apakah semua manusia memiliki ikatan dengan dunia gaib??
"Tidak. Lebih tepatnya di masa yang lampau dia adalah keturunan Raja Elang dengan seorang manusia. Maka dari itu mahluk gaib akan sulit mempengaruhinya. Tapi tentu saja dia tetap manusia biasa" Jelas Naga Qiulong.
"Dan dia bisa mati sewaktu-waktu karena serangan mahluk lain?" Tanya Baruna memastikan.
"Betul. Dia hanya punya kehidupan masa lalu sebagai keturunan Raja Elang. Tapi di kehidupan ini dia hanya manusia biasa. Kelebihannya hanya pikirannya tidak dapat dikuasai oleh mahluk lain. Kalian juga masih punya ikatan di masa sebelumnya, akan percuma kau menghindarinya. Dia tidak akan berhenti mencarimu Baruna. Itu sifat dasarnya sejak dahulu kala" Ucap Naga Qiulong.
"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya Baruna cemas. Dia tidak ingin gagal melakukan sesuatu.
"Membunuhnya hanya satu satunya cara. Tapi aku juga tidak meminta mu membunuhnya. Aku hanya ingin mengatakan berhati-hati dengannya" Ucap Naga Qiulong. Naga Qiulong masih menyimpan fakta lain tentang Baruna dan Ethan. Namun rahasia itu hanya langit yang boleh menunjukan nya. Naga Qiulong juga memiliki aturan yang tak boleh dilanggarnya.
"Aku tidak ingin membunuh orang yang tidak bersalah" Ucap Baruna lirih.
"Itu terserah mu. Aku yang memberi mu kekuatan dan kelebihan maka itu sudah menjadi hak mu. Hanya saja jika aku merasa dunia ku akan terancam maka aku yang akan membunuh siapapun yang mengancam. Dan saat itu pula kau tidak bisa menghentikan ku Baruna" Ucap Naga Qiulong dengan suara penuh penekanan.
Baruna akhirnya mengerti. Kecemasan Snowy jika Baruna memilih menjadi pewaris Naga. Itu artinya meskipun Baruna tidak ingin menyakiti orang itu, Dia tetap tidak ada pilihan dan tidak bisa menghindar saat Naga Qiulong sudah bertitah.
"Jangan lupa dengan janji dan sumpah mu yang akan mematuhi ku kapan saja. Aku sudah menepati janjiku. Dan kau harus menepati janjimu sebagai pewaris. Aku akan menjaga mu sesuai yang seharusnya dan kau tidak boleh melanggar sumpah mu Baruna. Kau yang akan menderita jika berani melanggar apa yang kau ucapkan" Ucap Naga Qiulong mengingatkan Baruna.
"Baruna mengerti. Tapi tolong jangan menganggu Ethan. Biar dia menjadi urusan Baruna" Ucap Baruna memohon. Dia masih memiliki jiwa manusia. Dia tidak ingin melukai yang tidak punya masalah dengannya saat ini.
"Baiklah. Karena kau dan dia masih memiliki urusan yang tak terselesaikan dahulu, maka aku akan membiarkannya mengingat dia juga punya hubungan dengan Raja Elang. Tapi ingat, jangan pernah menggunakan sifat manusia mu jika kau masih mau membalaskan penderitaan mu pada orang-orang yang sudah menghancurkan mu dan keluarga mu. Kau akan menjadi lemah jika masih menggunakan perasaan manusia mu. Mengerti?" Tanya Naga Qiulong.
__ADS_1
"Aku mengerti Raja Naga. Maafkan aku" Ucap Baruna meminta maaf. Dia sadar dia yang. emilih jalan itu. Maka dia harus menjalaninya dengan benar.
Naga Qiulong menghilang dalam satu kedipan mata. Tubuh Baruna kembali terasa normal. Tidak lagi sepanas tadi.
"Aku harus menghindari Ethan mulai sekarang" Gumam Baruna pada dirinya sendiri.
Baruna menatap keluar jendela. Gelapnya malam tanpa bintang hari itu.
Baruna teringat manusia bejat bernama Ronaldi itu. Merasa sudah tidak bisa tertidur. Baruna memutuskan mencari rumah Ronaldi dan mencari tahu kelemahan dan celah untuknya menghancurkan topeng manusia itu.
Manusia bernama Ronaldi itu ternyata sedang berada di sebuah apartement sederhana di tengah kota. Dirinya sedang menikmati seorang laki-laki muda.
"Milikmu benar-benar mampu mengigitku sayang. Berbeda sekali bermain dengan mu dibanding bermain dengan gadis gadis muda apalagi si wanita lampir itu yang sudah melebar" Ucap Ronaldi dengan mulut kotornya.
Ronaldi yang terkenal baik, sopan, juga sangat mencintai istrinya tak ubah hanya pria bajingan yang suka bermain daun muda dan membandingkannya dengan sang istri. Bahkan dirinya ternyata juga mencintai sesama jenis. Baruna cukup terkejut mendapati fakta membagongkan itu. Lupakah Ronaldi, siapa yang sudah mendukung dan membantunya dikala susah sebelum dirinya sukses menjadi pengusaha saat ini? Tindakannya ternyata sangat menjijikkan.
Baruna menatap pria itu penuh kebencian. Seperti Baruna yang di permalukan dengan dipaksa membuat video permohonana maaf atas kesalahan yang tidak dia lakukan. Maka Baruna akan mempermalukan bajingan itu juga.
"Om sayang. Aku mau beli tas. Boleh kah?" Tanya laki-laki muda itu dengan manja.
"Boleh sayang. Apapun itu karena hanya kau yang bisa memuaskan Om setiap saat" Jawab Ronaldi sambil tersenyum mesum.
"Ah tapi Om bilang punya nya anak angkat Om yang cowok dan cewek itu juga nikmat bisa memuaskan om, belum lagi adik ipar Om juga nikmat bukan untuk ukuran cewek seusianya" Ucap laki-laki muda itu seolah cemburu.
"Aduh kau lucu sekali. Cemburu ya sayang?" Tanya Ronaldi.
"Maaf. Om memang sedang sibuk. Jangan bahas soal orang lain lagi. Ayo sekali lagi sebelum Om pulang" Ucap Ronaldi yang kembali meminta jatah ranjang pada laki-laki muda itu.
Kedua manusia sesama jenis itu kembali melakukan adegan yang tak pantas dinikmati anak anak di bawah umur bahkan dimata siapapun. Suara leguhan mereka menggema di telinga Baruna. Baruna merasa jijik dan risih mendengarnya.
Sejenak Baruna teringat perkataan laki-laki muda itu. Ternyata tabiat buruk Ronaldi bahkan sudah menyentuh adik iparnya sendiri yang tak lain adik dari istrinya bahkan juga anak angkat Ronaldi dan sang istri. Tenyata Ronaldi bukan hanya manusia bajingan, tapi dirinya juga sangat menjijikan.
Tentu akan menjadi hal dan tontonan menarik jika sampai Ronaldi diketahui sudah menyentuh anak angkatnya sendiri juga adik iparnya, terlebih jika diketahui Ronaldi memiliki penyimpangan seksual. Baruna membayangkan bagaimana reaksi istrinya itu saat menerima kenyataan suaminya yang menjijikan itu rupanya hanya memakai topeng malaikat selama ini.
Baruna kembali ke apartemennya. Dirinya duduk di sofa sambil memikirkan rencannya menghancurkan Ronaldi. Entah bagaimana dia memiliki firasat bahwa Ronaldi yang baik, sopan, dermawan yang suka membantu anak yatim piatu itu memiliki hal terselubung.
"Apa Snowy sudah tidur ya" Gumam Baruna.
Tanpa Baruna sadari, Snowy sejak tadi menatapnya.
"Perlu bantuan?" Tanya Snowy langsung.
Baruna langsung menoleh melihat Snowy yang sedang bersender menikmati sekaleng bir.
__ADS_1
"Anjing kok minum bir" Ucap Baruna menggeleng kan kepalanya.
"Anjing juga bisa menikmati hidup. Apa kau tak tahu anjing sekarang lah yang menjadi majikan manusia?" Ucap Snowy meledek.
"Terserah. Aku punya tugas untuk mu" Ucap Baruna.
"Ah. Aku sangat senang. Apa tugas ku? Manusia mana yang boleh aku hajar?" Tanya Snowy tidak sabar.
"Jangan sembarang menghajar dulu. Aku butuh kau menyaman menjadi anak laki-laki yang tampan namun yatim piatu. Aku ingin memancing manusia bejat itu" Ucap Baruna.
"Siapa? Frans? Ronaldi?" Tanya Snowy penasaran.
"Ronaldi" Jawab Baruna.
Baruna bergerak menuju kulkas dan ikut mengambil sekaleng bir. Dirinya langsung menegak bir itu membasahi kerongkongan nya yang kering.
"Kenapa harus jadi anak laki-laki. Seharusnya aku menjadi perempuan cantik dong" Ucap Snowy heran.
"Pria itu ternyata memiliki kelainan seksual. Aku curiga dengan kebaikan yang ditunjukkan nya selama ini untuk anak yatim piatu. Mungkin banyak korbannya dari anak-anak yang tidak bisa melawan itu" Jelas Baruna yang memiliki insting yang tajam saat ini.
"Wow. Dunia memang menunggu kiamat. Pantas langit sering marah hingga cuaca tak menentu. Mungkin sudah akan akhir jaman" Ucap Snowy mengomentari kegilaan manusia saat ini.
"Aku bisa menghancurkan musuhku sekaligus menolong anak anak yang mungkin korban korbannya. Apa kau bisa membantu ku? Tidak perlu membiarkannya menyentuhmu terlalu jauh. Aku butuh mata mu untuk mencari tahu segalanya. Bahkan jika bisa kau mengambil bukti tentang kebusukannya" Ucap Baruna meminta tolong pada Snowy.
"Apa kau hanya akan menghukumnya dengan membongkar kebusukannya? Hanya sangsi sosial dan sangsi keluarganya? Hey itu tidak adil bagi korbannya jika ada anak kecil yang menjadi korban kelainan seksual dia!" Ucap Snowy tidak terima jika Ronaldi hanya mendapat hukuman ringan itu.
"Tenanglah. Apa kau pikir cukup bagiku jika hanya hukuman sesimpel itu?" Tanya Baruna pada Snowy.
Snowy menatap heran pada Baruna.
"Apa kau lupa hukuman ku untuk orang tua yang tega menyentuh anak kandungnya sendiri?" Tanya Baruna lagi.
Snowy tersenyum. Dia paham, sisi kejam Baruna kini sudah semakin tinggi. Snowy hanya perlu memantau agar Baruna tidak lagi lemah membiarkan perasaan manusianya bekerja saat bertindak.
"Lakukan lah. Karena jika ingin dikatakan kejam maka lebih kejam manusia manusia itu. Kita hanya menghukum mereka sesuai aturan main kita" Ucap Snowy yang mendorong Baruna agar semakin kejam terhadap musuhnya.
"Persiapkan dirimu besok. Kita akan mulai berburu" Ucap Baruna sambil tersenyum smrik.
.
.
.
__ADS_1
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.
-linalim-