Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Pesta siapa?


__ADS_3

"Kau??"


Baruna terkejut Ethan datang tanpa pemberitahuan. Dan dengan penampilan yang sangat rapi persis akan menghadiri sebuah pesta.


"Maaf Aku tidak mengabari mu. Hari ini ada sebuah pesta yang cocok Kau datangi. Di sana ada beberapa pebisnis yang pernah bekerja sama dengan Frans dan ada juga yang membenci Frans"


Jelas Ethan langsung. Dia memang salah tidak mengabari Baruna sebelumnya dan langsung ke sana. Padahal biasanya mereka akan berjanji terlebih dahulu sebelum bertemu.


"Masuklah dulu. Aku harus bersiap"


Ucap Baruna mempersilahkan Ethan masuk.


Melihat Ethan yang datang dengan pakaian sangat rapi membuat Snowy ikut penasaran juga.


"Hai Kak Et"


Sapa Snowy pada Ethan. Ethan membalas dengan senyuman pada Snowy.


Kucing kecil milik Snowy tampak mendekat dan menjilat kaki Ethan. Ethan mengelus kucing kecil itu dan mengendongnya.


Kucing itu tampak nyaman bersama Ethan. Bahkan bermain - main dengan Ethan.


"Kalian bicara lah dulu. Aku mau bersiap dulu"


Ucap Baruna yang langsung melangkah masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian pesta.


Tinggallah Snowy dan Ethan di ruang tamu. Snowy menatap heran pada Ethan. Hal itu membuat Ethan tersenyum.


"Kami mau ke pesta. Di sana ada musuh Baruna. Baruna bisa mencuri informasi tentang pria itu"


Jelas Ethan tanpa mau menyebutkan nama Frans. Dia sangat membenci Frans sejak tau apa yang terjadi pada Baruna . Dan akibat itu juga Baruna harus menjadi makhluk setengah manusia dan setengah gaib. Lebih tepatnya tidak jelas status keberadaan Baruna. Belum lagi penyiksaan yang selalu Baruna dapat di malam bulan purnama penuh.


Ethan yang melihat sendiri penderitaan Baruna tentu sangat tidak tega dan tidak menyangka perempuan yang sudah mencuri hatinya itu harus mengalami penderitaan yang begitu buruk.


"Jaga dia dengan baik. Sepertinya ada yang penasaran dan mengincar sosok Avisa"


Snowy terdengar sangat serius berbicara dengan Ethan.

__ADS_1


"Kau tau sesuatu?"


Tanya Ethan penasaran pada perkataan Snowy itu.


"Anj1ng selalu punya insting yang sangat kuat jika menyangkut keamanan Tuannya. Begitu juga dengan ku"


Ucap Snowy sambil tersenyum mencurigakan. Ethan hanya mengangguk paham. Dia tau jika Snowy bukan mahluk sembarangan.


Ya tidak mungkin juga seekor anj1ng biasa yang akan mengawal sosok Baruna yang di kenal sebagai pewaris lautan di kalangan dunia halus itu.


"Aku akan melindunginya. Sudah janjiku seperti itu maka akan aku penuhi"


Ucap Ethan berusaha meyakinkan Snowy agar tidak memikirkan hal aneh. Dia tentu akan sangat melindungi Baruna tanpa di perintah pun. Tidak akan dia biarkan gadis yang dia cintai kembali terluka.


"Aku tau itu tapi aku tetap akan terus mengatakan hal yang sama. Kau memang benar menunjukkan jika akan selalu melindunginya. Terbukti dari kejadian kemarin sampai Kau terluka parah. Tapi bukan berarti Aku akan abai dan percaya sepenuhnya. Aku tetap akan mengawasi dan mewanti - wanti terus"


Jelas Snowy pada  Ethan yang tampak paham dengan apa yang dimaksud oleh anj1ng langit itu.


Snowy menatap dalam mata Ethan. Dia melihat sebuah api kecil mirip sebuah cakra. Sepertinya Ethan dan Baruna tidak menyadari itu.


Snowy hanya berdoa semoga itu bukan cakra raja elang. Jika hanya cakra biasa atau cakra pelindung tidak akan membahayakan. Namun jika cakra raja elang maka di pastikan masa lalu akan terulang kembali di kehidupan ini.


Dress yang tampak sexy itu merupakan ciri khas pakaian seorang Avisa. Jadi mau tidak mau Baruna tetap harus menyesuaikan diri memakainya.


Meskipun Baruna merasa tidak nyaman dengan pakaian terbuka tapi untuk meyakinkan orang dan menyamarkan siapa sebenarnya dia maka dia akan mengikuti kebiasaan Avisa.


Gadis cantik yang populer dan selalu tampil seksi. Walaupun sedikit merepotkan Baruna untuk mengusir lalat - lalat yang terus mengganggunya dan mendekatinya.


"Wah cantik sekali Nona pewaris kita ini. Sepertinya semua tamu akan fokus pada kalian"


Ucap Snowy mengomentari penampilan Baruna malam itu.


Sedangkan Ethan masih terpukau dengan penampilan Baruna yang sangat cantik. Matanya sampai tidak bisa berkedip memperhatikan penampilan Baruna.


"Hei. Et!"


Tegur Baruna yang ternyata sejak tadi memanggil Ethan untuk segera berangkat.

__ADS_1


"Ah maaf"


Ucap Ethan sambil tersenyum malu.


Snowy hanya menggelengkan kepalanya. Dia tau Ethan tergila - gila pada Baruna.


"Kau bisa mengurus makan mu sendiri kan?"


Tanya Baruna pada Snowy.


"Santai saja. Pergilah dan lakukan apa yang harus kau lakukan"


Ucap Snowy dengan santai. Dia bukan anj1ng bodoh yang tidak bisa memasak makanannya sendiri.


"Ya sudah kami berangkat dulu"


Ucap Ethan berpamitan pada Snowy.


Snowy hanya melambaikan tangannya pada Ethan tanda tidak masalah.


Ethan dan Baruna segera menuju lift dan turun ke arah parkiran.


Dengan sigap Ethan selalu membukakan pintu mobil untuk Baruna dan segera masuk ke dalam mobil duduk di bagian kemudi.


Mobil melaju menuju ke arah gedung pesta yang di sewa oleh pemilik acara. Baruna sendiri belum paham mereka sedang menuju ke acara apa. Ethan tidak menjelaskan pesta ini milik siapa.


Mereka tiba di lokasi pesta yang tidak terlalu jauh jaraknya dari apartemen Baruna. Mobil Ethan di parkirkan di tempat yang sudah di sediakan.


Keduanya melangkah masuk ke dalam gedung pesta. Baru saja memasuki pintu ruangan pesta banyak mata yang menatap Baruna. Semua berdecak kagum dengan penampilan Avisa yang sangat cantik.


Juga semuanya fokus melihat Ethan yang sangat tampan. Kedua pasang anak manusia itu kini menjadi sorotan publik.


"Hai, kau Avisa bukan?"


Sapa seorang perempuan pada Baruna.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2