
"Hei Zak! Bertahanlah!"
Snowy mencoba menyadarkan Zaky dan memberinya air minum yang masih tersisa.
"SAkit sekali"
Keluh Zaky karena luka di kakinya terasa mulai kebas dan luka di tangannya itu semakin nyeri.
Kegelapan malam mulai menyelimuti gunung itu.
Keduanya bermalam di tengah hutan di gunung itu tanpa ada satu orang pun yang lewat kala itu.
Snowy tampak membuatkan api unggun untuk mereka agar tetap merasa hangat meskipun kondisi udara yang dingin di gunung itu. Terlebih mereka tidak memiliki tenda dan sleeping bag untuk menghangatkan diri.
Semakin larut semakin dingin udara di gunung. Beberapa kali Zaky tampak bersin dan menggigil.
Snowy membiarkannya. Dia masih cukup baik memberikannya air putih dan beberapa buah yang dia temukan di dalam hutan.
"Hari semakin larut. Kau tidur lah. Besok kita cari pertolongan dan jalan keluar. Biar Aku yang berjaga saja"
Terlihat Snowy menenangkan Zaky yang menahan nyeri. Kini sekujur tubuhnya terasa sakit, bukan hanya tangan saja.
"Terima kasih. Sampai di kota nanti Aku akan membalasmu, jika perlu setengah uangku akan ku berikan untuk mu"
Ucap Zaky yang mulai terdengar absurd.
Uangnya? Uang Dia atau uang Mamanya? Atau uang keluarga Baruna?
Hei Zaky! Uang itu juga sudah kembali ke pemilik aslinya. Kau akan mendapat kejutan lebih mengejutkan setelah ini.
Zaky mulai tidur di malam itu. Keheningan di malam memang terdengar damai tapi tidak bagi Zaky karena bisa saja dia di serang anjing liar lagi mengingat aroma amis dari lukanya yang berdarah.
Suara jangkrik dan sesekali suara burung hantu terdengar di hutan gunung itu. Malam itu terasa panjang bagi Zaky. Namun tidak dengan Snowy yang malah santai menikmati suasana sekelilingnya.
Hingga semakin malam benar saja Zaky tertidur pulas. Entah karena terlalu lelah menahan sakit atau dia merasa aman karena Snowy berjaga di sana.
Yang pasti hanya Snowy yang terjaga dan memikirkan langkah selanjutnya besok. Yang sudah pasti akan membuat Zaky semakin panik dan merasa di ambang kematian.
Cahaya matahari mulai menyinari gunung itu, termasuk tempat Snowy dan Zaky tidur malam kemarin.
Zaky mengerjapkan matanya yang silau dengan cahaya matahari. Perlahan Zaky bangun dari tempatnya merebahkan diri untuk tidur semalam.
Zaky melihat sekeliling, tidak ada siapa - siapa termasuk Snowy yang entah ke mana. Panik Zaky berteriak histeris.
"Hans!!! Hans!!!!"
Suara Zaky terdengar menggema di hutan itu namun tak ada suara sahutan dari Snowy yang dia kenal sebagai Hans.
Perlahan Zaky menggerakkan tubuhnya untuk bangun dan berjalan. Meskipun sulit dan tertatih - tatih dia berusaha berjalan sendirian mencari temannya.
Yang dia takutkan temannya itu juga di serang anj1ng liar dan mereka sama - sama terluka, bagaimana bisa nantinya mereka keluar dari hutan gunung itu jika keduanya sama - sama terluka parah.
Tak lama berjalan terlihat Snowy setengah berlari mendekati Zaky. Dia langsung memapah Zaky yang hampir terjatuh karena kakinya tidak sanggup lagi berdiri dengan baik.
"Kau ke mana saja! Aku pikir Kau di serang anj1ng liar juga!"
Suara Zaky terdengar terisak. Ya dia menangis.
"Aku mencari sesuatu untuk dimakan juga air. Sekaligus mencari arah atau mungkin ada orang yang lewat"
__ADS_1
Jelas Snowy dengan santainya membiarkan Zaky yang khawatir dan menangis sesenggukan itu.
Pemandangan yang ironis. Zaky yang biasanya hidup glamour dan sombong seolah sangat hebat dan kuat kini tampak berantakan bahkan menangis karena merasa sangat ketakutan.
"Sudah-sudah ayo bangun,. Minum air ini dan ini ada buang mangga yang aku temukan. Di makan dulu habis itu kita lanjut jalan lagi"
Ucap Snowy menyodorkan sebotol air dan sebuah mangga untuk Zaky.
Zaky yang memang haus dan lapar tidak memikirkan lagi bagaimana Snowy bisa mendapatkan buah dan air mineral. Yang dia tau dia harus segera keluar dari tempat itu.
Setelahnya mereka kembali berjalan bersama mencari arah keluar dari hutan. Hingga matahari sudah tepat di atas kepala mereka masih saja mereka berputar di arah yang sama.
Karena Zaky sudah sangat lelah membuat mereka berdua memutuskan untuk duduk sebentar dan beristirahat.
"Kau tunggu di sini. Biar Aku coba cari arah di sekitar sini"
Ucap Snowy pada Zaky.
"Tapi kau jangan terlalu jauh. Aku tidak mau sendirian"
Ucap Zaky yang memang sangat takut dan bergantung pada Zaky.
"Tenang saja. Hanya sekitaran sini kok. Mungkin bisa menemukan seseorang atau sesuatu untuk di makan. Soalnya hari sudah siang"
Jelas Snowy yang di jawab dengan anggukan kepala tanda setuju dari Zaky.
Zaky hanya bisa duduk dan menunggu Snowy untuk kembali tanpa tahu Snowy saat ini sedang bertengger di dahan pohon di atas Zaky sedang duduk.
Snowy hanya diam memperhatikan pria itu yang kian melemah. Namun rasanya belum cukup membuat Zaky menderita.
Tanpa Zaky tau, Snowy dengan sengaja mengarahkan anj1ng - anj1ng liar itu mendekat ke arah Zaky beristirahat.
Snowy hanya duduk dengan tenang melihat dua ekor anj1ng liar tengah bergerak perlahan ke arah Zaky yang tampak mengantuk karena lelah dan juga lapar.
Snowy menghitung pergerakan para anj1ng itu yang datang dan menyeranng Zaky bersamaan.
"ARGHH!!!!"
Suara jeritan kesakitan Zaky menggema di seisi hutan gunung itu.
Tangan kiri Zaky di gigit. Dan Kaki satunya lagi yang masih bagus juga ikut di gigit.
Zaky kembali terluka dan berd4rah. Melihat Zaky yang hampir mati membuat Snowy memutuskan untuk turun dan membantunya.
"Hei Pergi!!"
Snowy mengusir anj1ng itu. Karena Snowy juga anj1ng langit dan seorang alpha tentu membuat kedua anj1ng liar itu merasa marah dan terganggu.
Mereka berbalik menyerang Snowy yang bertarung hingga Snowy tergelincir masuk jatuh ke dalam jurang.
"HANS!!!"
Zaky yang melihat temannya terjatuh ke dalam jurang berteriak histeris.
Terlebih setelah itu kedua anj1ng liar itu kembali mendekatinya. Seketika pandangan Zaky menggelap. Dia pingsan.
Zaky yang sudah pasrah dengan nasibnya menjadi santapan snj1ng liar itu berpikir kini dia sudah mati. Namun ternyata tidak. Saat dia membuka matanya dia masih hidup namun tubuhnya penuh luka.
Dan anj1ng - anj1ng itu sudah tidak ada di sana. Zaky teringat dengan temannya yang terjatuh ke jurang. Dengan bersusah payah menyeret tubuhnya dia mendekati jurang dan melihat tubuh temannya itu tidak bergerak dan penuh darah di bawah sana.
__ADS_1
Zaky menangis. Dia merasa takut juga pasrah. Bila berdua dengan Snowy saja dia tidak bisa keluar apalagi jika sendirian.
Mata Zaky tertuju pada sebuah kantongan yang terlihat berisi beberapa roti dan air mineral. Sepertinya itu yang Snowy bawakan tadi.
Zaky tidak berpikir apa pun lagi karena terlalu lapar dan haus dia segera menghabiskan roti yang rasanya hambar itu juga air mineral yang ada.
Dimana Snowy. Apa dia mati? Tentu saja tidak. Yang ada anj1ng - anj1ng liar yang sering meresahkan warga yang mencari kayu di sana sudah di bunuh oleh Snowy. Karena anj1ng - anj1ng itu tidak bisa di ajak berbicara dengan baik.
Meskipun mereka bisa di katakan saudara tidak sedarah Snowy tetap saja Snowy memusnahkan mereka yang banyak melukai warga juga binatang lain yang tidak berdosa. Apalagi energi hitam mulai menguasai anj1ng liar itu. Sebelum menjadi iblis tentu akan Snowy basmi.
Jadi bagaimana dengan tubuh yang di lihat Zaky? Itu hanya ilusi yang di ciptakan oleh Snowy. Dia sengaja membuat Zaky menganggapnya sudah mati dan tidak lagi mencarinya. Dia terlalu muak jika harus lebih lama bersama Zaky.
Dan roti serta air itu memang di sediakan Snowy untuk pria itu. Dia belum boleh mati dengan cepat. Snowy ingin membuatnya merasakan kehancuran yang teramat sangat. Snowy ingin Zaky merasakan sakit yang sama seperti saat Baruna hendak di bunuh oleh Ibu Zaky.
Hari semakin gelap. Dengan susah payah Zaky menyeret tubuhnya merangkak perlahan mencari jalan keluar. Setiap langkah yang dia ambil terasa sakit sulit dan menyakitkan karena tubuhnya penuh luka.
Bahkan hujan mulai turun membasahi gunung. Zaky hanya bisa pasrah menahan dingin akibat kehujanan. Tidak ada tempatnya untuk berlindung di sana.
Sesaat Zaky teringat ponselnya. Sungguh bodoh, dia punya ponsel kenapa tidak di gunakan sejak semalam. Dia terlalu fokus dengan usulan Snowy untuk mencari jalan keluar sendiri dan berusaha tanpa ingat lagi akan ponsel yang di bawa.
Namun Zaky bingung. Dimana ponselnya? Dia tidak bisa menemukan ponselnya di kantong celananya maupun di jaketnya.
Astaga, Zaky berpikir mungkin itu terjatuh saat dia di serang anj1ng liar semalam. Mau memakai ponsel Snowy tentu tidak bisa, tubuh Snowy saja ada di dasar jurang pikirnya.
Zaky kembali merangkak tanpa tau Snowy mengikutinya dari atas dan asyik menikmati buah. Ponsel Zaky memang sudah di buang Snowy sejak hari pertama mereka tiba dan mendirikan tenda.
Zaky tidak tau jika Snowy sudah merencanakan semuanya dengan matang.
Hujan mulai berhenti dan menyisakan sedikit rintik - rintik. Zaky sudah tidak kuasa lagi menahan lelah. Dia kembali pasrah dan terkapar di hutan itu.
Sayup - sayup terdengar suara beberapa orang yang mencoba membangunkan Zaky.
"Hei! Ada orang!"
"Halo! Mas!! Halo. Mas!!"
"Dia masih hidup ayo bawa!"
"Cepat - cepat"
Zaky hanya bisa mendengar suara otu dan bernafas lega. Dia terlalu lelah untuk membuka mata ataupun berbicara. Zaky kembali pingsan.
Snowy yang melihat hal itu hanya bersenandung kecil. Dia sudah melepaskan Zaky. Sebenarnya Zaky dan dirinya akan mudah di temukan di hutan gunung itu. Karena banyak juga pendaki lain atau warga skeitar gunung yang sering mencari kayu dan kelelawar di sana.
Dan yang menolong Zaky tadi adalah kelompok warga yang berburu kelelawar di gunung itu untuk di jual.
Warga - warga itu terkejut melihat tubuh Zaky yang penuh luka. Mereka bisa menerka Zaky sudah di serang anj1ng liar ataupun binatang lainnya.
Dengan cepat Zaky di evakuasi ke klinik terdekat di gunung untuk mendapat pertolongan pertama.
Zaky yang sudah tiba di klinik dan di rawat oleh dokter di sana tampak mulai sadar. Tubuhnya menggeliat kesakitan karena luka - luka yang dia alami sangat parah.
Dokter di klinik juga menyarankan agar Zaky segera di bawa ke rumah sakit besar di kota. Kondisinya sangat buruk dan harus di tangani oleh dokter yang lebih kompeten.
Terlebih peralatan di klinik itu terbatas. Hal itu membuat warga meminta tolong pada pendaki lainnya yang sudah turun gunung untuk membawa Zaky ke rumah sakit.
Zaky yang mendengar pembicaraan itu hanya bisa terus memejamkan mata menahan sakit.
.
__ADS_1
.
.