Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Mengambil Kembali...


__ADS_3

Pagi menyongsong. Cahaya mentari mulai masuk melalui celah gorden yang tidak tertutup rapat.


Baruna mengerjapkan matanya mencoba mengambil sebanyak mungkin kesadaran.


Entah sejak kapan dia berpindah tidur di samping Ethan. Bahkan mereka saling berpelukan saat tidur.


Sadar ada hal yang salah membuat Baruna langsung menjauhkan tubuhnya dari Ethan.


Baruna segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuh sebelum menuju kantor palsu buatannya untuk mengambil uang tunai yang Zaky investasikan di sana.


15 menit kemudian Baruna sudah keluar dari kamar mandi dan melihat Ethan sudah bangun. Pria tampan itu sedang berdiri di jendela kaca besar sambil menatap jauh.


"Kau sudah bangun?"


Tanya Baruna sambil mengeringkan rambutnya.


Ethan berbalik menatap lembut Baruna. Wajahnya menyinarkan senyuman termanis untuk Baruna.


"Iya. Kau mau keluar?"


Tanya Ethan pada Baruna.


"Iya. Mau ke kantor palsu itu"


Jawab Baruna jujur.


"Perlu aku temani?"


Tanya Ethan.


Baruna tampak berpikir sebelum menjawab. Kemudian dia mengangguk menyetujui penawaran Ethan untuk menemaninya. Bukan hal yang buruk juga untuknya.


"Aku mandi sebentar ya"


Ucap Ethan lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Baruna keluar dari kamar menuju dapur untuk membuatkan sarapan untuk mereka bertiga.


Hanya sarapan sederhana. Roti bakar, telur mata sapi setengah matang, beef slice, juga sosis serta jus segar.


Ethan sudah selesai membersihkan tubuhnya langsung keluar kamar menemui Baruna dan Snowy.


"Ayo sarapan"


Ucap Baruna saat melihat Ethan keluar dari kamar. Ethan mengangguk dan berjalan menuju meja makan.

__ADS_1


Lalu duduk di sebelah Baruna dan berhadapan dengan Snowy.


"Snowy. Pergi temui Zaky. Aku akan ke kantor itu hari ini. Lakukan apa yang harus kau lakukan pada Zaky"


Ucap Baruna di sela - sela makan mereka.


"Tenang saja. Aku tau apa yang harus Aku lakukan. Kau fokus ambil saja uang yang sudah terkumpul di kantor. Selebihnya tugas ku"


Snowy tampak santai, dia sudah tau harus melakukan apa untuk menjatuhkan Zaky hingga sangat terpuruk. Mereka tentu akan menguras kembali uang yang sudah Zaky dan keluarganya rampas dari orang tua Baruna.


Selesai menghabiskan sarapan mereka. Masing - masing mulai bergerak dengan tujuan mereka.


Snowy bergerak sendiri dan meninggalkan kucing kesayangannya tidur dengan nyaman di ruangannya.


Sedangkan Baruna dan Ethan pergi bersama setelah sebelumnya Baruna mengubah diri menjadi Avisa.


"Kita ke rumah ku dulu ya. Aku harus berganti pakaian"


Ucap Ethan. Baruna hanya mengangguk menyetujui permintaan Ethan.


Keduanya berjalan menuju parkiran basement dan naik ke mobil Ethan.


Tidak butuh waktu lama Ethan untuk tiba di rumah besarnya. Begitu masuk tentu Ethan langsung bergegas berganti pakaian.


"Loh sayang, kamu dari mana saja"


"Semalam ada kerjaan penting. Ini Ethan mau ganti baju dan ada urusan lain Ma"


"Tidak ke kantor?"


"Agak siang Ma. Ethan buru - buru"


"Baiklah"


Sang Ibu hanya menatap heran pada Ethan lalu melihat seseorang ada di mobil Ethan namun tidak jelas siapa.


Nyonya Christian memilih mengabaikan hal itu karena ada janji dengan teman - teman arisannya untuk bertemu di salah satu mall di kota itu.


5 menit kemudian Ethan sudah keluar dengan pakaian lengkapnya dan menemui Baruna.


"Maaf lama"


Ucap Ethan merasa tidak enak. Baruna hanya tersenyum tipis.


Mobil pun melaju menuju ke arah kantor palsu itu. Dengan mudah Baruna dan Ethan masuk ke sana dan mengambil uang tunai yang sudah di rapikan dan di siapkan oleh mahluk - mahluk jelmaan yang bekerja untuk Baruna dan Snowy.

__ADS_1


"Uang ini mau di apakan?"


Tanya Ethan yang bingung dengan tumpukan uang itu.


"Ini uang yang sudah mereka rampas dari keluargaku. Bisa tolong kau aturkan untuk di berikan pada orang tua ku? Aku tidak tega melihat mereka yang hidup menderita karena semua yang terjadi"


Ucap Baruna yang tampak sedih jika membahas keluarganya.


"Akan aku urus. Tenang saja"


Ucap Ethan.


Baru saja mereka mau melangkah pergi, Baruna mencium aroma Snowy yang mendekat. Dia juga mendengar suara Snowy berbicara dengan Zaky.


"Sembunyi. Mereka datang ke sini. Sial kenapa Snowy membawanya datang sekarang!"


Umpat Baruna dengan suara sepelan mungkin.


Ethan yang tau jika Baruna tidak boleh bertemu Zaky refleks menarik tangan Baruna masuk ke salah satu ruangan kecil yang pintunya tidak tertutup.


"Sssttt"


Ethan meletakkan jari telunjuknya di bibir Baruna agar tidak bersuara.


Tangan Kanan Ethan memegang tas berisi uang tunai sedangkan tangan kirinya memeluk pinggang Baruna.


Mereka dalam posisi berhadapan dan sangat dekat. Karena ruangan itu kecil dan sempit. Lebih tepatnya mungkin ruangan untuk peralatan bersih-bersih kantor seharusnya.


Zaky yang masuk ke dalam kantor itu bersama Snowy mendengar ada suara di balik pintu ruangan itu.


"Ada apa?"


Tanya Snowy berpura-pura tidak tau apa yang terjadi. Dia tau jika Baruna dan Ethan berada di balik ruangan itu.


"Ada suara"


Ucap Zaky mendekati pintu ruangan kecil dan mulai membuka pintu itu.


Tubuh Ethan dan Baruna menegang. Ethan hanya bisa berharap Zaky tidak mengenali wajah sosok Avisa saat ini karena pasti hal itu akan membuat rencana Baruna dan Snowy berantakan.


Sosok Avisa bisa ikut terseret kasus penipuan nantinya jika sampai Zaky melihat wajahnya.


Pintu kecil itu mulai terbuka. Jantung Ethan sudah berdegub kencang dan berusaha mencari cara agar Zaky tidak akan memperhatikan wajah Avisa.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2