Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Berjanjilah.


__ADS_3

"Terima kasih"


Baruna menatap Ethan. Tampak matanya berkaca-kaca. Baruna begitu terharu bisa menikmati lagi masakan Mamanya.


"Sama-sama" Ucap Ethan tersenyum tulus.


Snowy yang menatap keduanya sedikit merasa cemas. Entah dia harus senang atau sedih jika Baruna dan Ethan menjadi semakin dekat.


..."Jangan sampai Baruna lemah dan mengorbankan nyawanya lagi. Dia harus tetap hidup dan menjaga perbatasan. Jika dia terluka dan meninggal maka akan ada kehancuran lagi. Kau paham anjing kecil?"...


Ucapan Naga Qiulong terus berputar di pikiran Snowy. Meskipun dia yakin Ethan tulus pada Baruna tetap saja hati manusia sulit di tebak.


"Aku ingin ke kamar mandi" Ucap Baruna sambil menyeka air mata di pipinya.


"Di sini ada toilet. Masuk saja ke pintu itu. Itu ruang istirahat khusus ku. Di dalam ada toilet" Ucap Ethan sambil menunjuk salah satu sisi dinding di ruangannya.


Jika tidak di perhatikan dengan baik maka tidak akan tampak terdapat pintu pada dinding itu.


Baruna segera masuk ke ruangan yang di tunjuk oleh Ethan.


"Hari ini kau sibuk, Et? " Tanya Snowy membuka pembicaraan.


"Selesai kantor enggak sih. Ada apa? " Tanya Ethan penasaran.


"Bisa temani aku ke shelter? " Tanya Snowy.


"Oh boleh" Ucap Ethan sambil tersenyum.


"Jemput aku di apartemen Baruna. Tunggu saja di parkiran. Kau tak perlu naik ke unit apartemen nya" Ucap Snowy.


"Baiklah" Jawab Ethan.


Bertepatan dengan selesai mereka berbicara. Tampak Baruna juga keluar dari ruangan kamar khusus Ethan itu.


"Ada apa? Kalian membicarakan ku? " Tanya Baruna yang melihat Ethan dan Snowy yang diam setelah melihatnya keluar.


"Tidak. Aku hanya mengajaknya membantuku di shelter nanti " Jawab Snowy.


"Ooh" Baruna hanya ber-oh ria.


Mereka kembali menikmati makanan sambil membicarakan rencana dan langkah selanjutnya untuk mengurus perkantoran itu agar tampak semakin nyata.


Jebakan sesempurna mungkin mereka lakukan agar membuat Zaky tidak curiga dan semakin mudah menyerahkan semua uang yang sudah di rebutnya dari orang tua Baruna.


"Sebenarnya apa yang kau rencanakan? " Tanya Ethan penasaran.


"Simple hanya menjebaknya menginvestasikan seluruh uangnya" Jawab Baruna.

__ADS_1


Ethan merasa heran. Kalau begitu bukankah lebih mudah Baruna menggunakan kekuatannya menghipnotis Zaky. Baruna masih harus repot mengurus sebuah kantor yang entah untuk apa fungsinya.


"Bukankah kau bisa melakukan hipnotis? " Tanya Ethan heran.


"Bisa tapi tidak boleh aku gunakan jika berhubungan dengan harta benda. Setiap hal ada aturannya" Jawab Baruna.


Ethan tampak mulai paham maksud Baruna.


"Lakukan yang rapi jangan sampai dia bisa melacak orang yang menyewa dan terkait dengan kantor palsu itu" Ucap Baruna mengingat kan Ethan.


Baruna bisa menghilangkan jejak tentang siapa yang terlibat tapi lebih baik jika bisa di lakukan dengan cara manusia.


Karena jika dia merusak sesuatu untuk hal pribadi dan berurusan dengan masalah materi maka dia harus melaporkan hal itu ke langit.


Baruna hanya boleh melakukan apapun asal tidak berkaitan dengan merugikan secara materi. Meskipun awal pemilik uang itu atau yang duluan menipu adalah orang yang di hukum Baruna.


"Aku paham" Jawab Ethan.


Selesai berbincang Baruna membawa Snowy untuk pergi ketempat lain.


"Sampai jumpa nanti" Ucap Snowy lalu kembali ke wujud anjing Husky.


Ethan tersenyum dan menganggukkan kepala tanda paham.


"Aku akan memancing Frans bertemu" Ucap Baruna pada Ethan sebelum keluar dari ruangan itu.


"Aku hanya berpikir apa dia akan membawa cenayang bodoh itu" Ucap Baruna yang memang hanya mencemaskan hal itu.


Ethan ikut berpikir sejenak bagaimana memisahkan Frans dan Rico yang memang berteman dekatnbahkan bisa di katakan bersahabat. Dan Frans memang mempercayai kemampuan Rico secara gaib itu.


"Baiklah akan aku hubungi Rico saat kau akan menemui Frans. Katakan saja kapan kau akan bertemu Frans. Akan aku bawa Rico bersamaku" Ucap Ethan memberi ide.


"Bagus juga idemu. Okey. Akan aku kabari kau nanti. Aku pergi dulu" Ucap Baruna lalu pergi dari ruangan Ethan.


Ethan menghela nafas. Tak berapa lama mata kanannya terasa pedih dan pandangannya terasa kabur.


Ethan mengerjapkan matanya dan menatap kepergian Baruna.


Namun Ethan terkejut dia melihat wujud Baruna yang berbeda. Baruna yang terlihat di matanya itu berwujud dengan pakaian putri yang sungguh indah dan persis dengan putri Kaimana didalam mimpi Ethan. Sedangkan wujud Snowy benar-benar berbentuk anjing besar yang gagah dengan pakaian perang terbalut di tubuhnya. Mereka di ikuti oleh beberapa pengawal dan tampak cahaya berbentuk Naga mengitari tubuh Baruna.


"Ah... Apa itu?? " Gumama Ethan yang kemudian mengucek matanya merasa aneh.


Setelah beberapa detik kemudian Ethan melihat wujud normal Baruna.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


...Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini....

__ADS_1


...Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata....


...Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu hijau untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu....


...Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku....


...Dan aku yang hanya bisa memandang mu. Dalam mimpi maupun nyata. Dalam suka maupun duka. Tak ada yang mampu ku lakukan. Hanya menatap punggungmu. Mengikuti langkah mu yang tanpa arah....


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Sesuai janji dengan Snowy, Ethan menjemput Snowy untuk bersama-sama ke shelter atau penampungan hewan-hewan yang di selamatkan Snowy selama ini.


"Ayo berangkat" Ucap Snowy saat sudah masuk ke dalam mobil Ethan.


"Baiklah" Jawab Ethan dengan santai lalu melajukan mobil.


Keheningan terasa diantara Ethan dan Snowy.


"Ada yang ingin kau bicarakan? " Tanya Ethan membuka pembicaraan.


"Kau sangat pintar dalam menebak situasi" Ucap Snowy dengan santai.


"Kau mengajakku tiba-tiba dan tidak mengajak Baruna. Aku yakin ada hal yang ingin kau sampaikan tanpa didengar oleh gadis itu" Ucap Ethan yang tentu tepat sekali.


Snowy menatap Ethan dengan tatapan yang dalam sebelum menyampaikan apa yang ingin dia ucapkan.


"Ada apa? Katakan lah. Jika itu berhubungan dengan Baruna tentu akan aku lakukan apapun untuk melindungi Baruna" Ucap Ethan yang merasa Snowy akan menyampaikan sesuatu yang mungkin berkaitan dengan keselamatan Baruna.


"Ya. Bukan hanya demi Baruna. Tapi juga demi semua mahluk yang tidak bersalah" Ucap Snowy.


Ethan terkejut mendengar perkataan Snowy.


"Apa maksudmu? " Tanya Ethan penasaran.


"Berjanjilah. Kau akan melindungi Baruna dan tidak akan membiarkan di terluka bahkan mati demi dirimu" Ucap Snowy dengan serius.


Ethan semakin bingung tidak paham arah pembicaraan Snowy yang terdengar sangat serius.


"Ada apa sebenarnya?? "


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.

__ADS_1


-linalim-


__ADS_2