Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Akhirnya Tahu


__ADS_3

Baruna menghilang. Dia menuju ke pulau bangau. Entah mengapa dia tidak ingin berdiam diri di Goa-nya sendiri. Mungkin karena dia tau jika Snowy dan Ethan bisa menemukannya di sana.


Baruna memilih untuk mendatangi lagi si pertapa suci untuk menenangkan dirinya. Dia takut jika dia akan melukai Ethan saat itu. Karena bagaimana pun rasa cinta dan sakit hati ada di sana. Dia berusaha tidak mau melukai siapa pun saat ini.


Laut pun bergemuruh karena suasana hati Baruna yang kacau saat ini.


"Tenangkan hati mu Nona. Kasihan para penghuni laut dan sekelilingnya" Ucap Pertapa Suci itu yang tiba - tiba menghampiri Baruna yang baru tiba di pulau Bangau.


"Salam pertapa suci, maaf kedatanganku mengganggu" Ucap Baruna dengan sopan santunnya.


"Aku tau kenapa kau kemari. Ayo ikut dengan ku" Ucap Pertapa suci itu.


Baruna hanya diam dan mengikuti langkah si pertapa suci.

__ADS_1


.


.


Di Lembah Pelangi tampak Snowy dan Ethan bersama kitty diam di dalam rumah milik Kaimana.


"Aku membunuhnya" Ucap Ethan lirih.


"Pangeran Arvie yang membunuhnya, itu juga karena ketidaktahuannya dan dia yang gagal menguasai emosinya sendiri. Jika saat itu Pangeran bisa mengontrol dirinya maka tidak akan terjadi hal itu. Tapi menurut ramalan kakekku itu adalah sesuatu yang tidak bisa di hindari. Bukan hanya Kaimana yang membayarnya, juga bukan hanya Kau turut mendapat hukuman di setiap kehidupanmu. Kakek ku dan Aku juga harus membayarnya. Kakek ku jiwanya terkurung di neraka dan Aku menemani Baruna selama ini untuk mengurangi dosa yang harus Kakek ku tanggung karena lalai menjaga Kaimana dulu. Banyak nyawa yang tidak bersalah yang meninggal karena Pangeran Arvie dan Kaimana"


Ethan menghela nafas panjang. Dia benar - benar merasa bersalah tapi tidak tau apa yang harus mereka lakukan.


"Kau mau menebus semuanya?" Tanya Snowy pada Ethan.

__ADS_1


"Ya. Aku rela melakukan apa pun demi Baruna. Sebagai penebusan ku di masa lalu" Ucap Ethan dengan sungguh - sungguh menatap Snowy.


"Kau yang harus menghadapi dan membunuh Jiwa iblis itu dengan tangan mu sendiri. Walau pun kau harus mati itu harus kau lakukan. Karena jika Baruna yang mati maka bencana ratusan tahun lalu akan kembali terjadi seperti saat Kaimana meninggal. Tapi jika kau yang meninggal tidak akan ada bencana karena kau hanya anak manusia biasa meskipun kau keturunan Raja Elang atau memiliki Cakra Elang. Berbeda dengan Baruna yang sudah seharusnya menjaga kesetaraan Laut dan Darat seperti Kaimana dulu"


Ucapan Snowy membuat Ethan sedikit merenung. Namun tekadnya sudah kuat. Dia akan mengorbankan dirinya jika itu demi kebaikan semuanya. Dia tidak mau lagi Baruna di hukum dan Snowy turun dalam masalah.


"Aku akan melakukannya. Aku tidak mau Baruna di hukum lagi di kehidupannya jika dia mengorbankan diri untukku" Ucap Ethan.


"Maafkan aku jika perkataan ku ini terlalu kejam karena meminta mu yang harus mati dari pada Baruna. Tapi ini demi kebaikan semuanya. Jika tidak Jiwa Kakek ku juga akan di musnahkan. Baruna akan di hukum di kehidupan selanjutnya lagi. Dan Aku juga akan mendapat hukuman. Banyak nyawa tidak berdosa juga akan terbunuh sia - sia karena tidak ada batas yang menjaga ketenangan antara dunia manusia dan gaib lagi. Kaimana dan Baruna sudah di takdirkan untuk itu"


Snowy hanya bisa menghela nafas, takdir kejam kedua insan itu sejak dulu seperti mempermainkan mereka. Kebahagiaan yang mereka jalani serasa semu. Keduanya terus saling merasa sakit.


,

__ADS_1


,


.


__ADS_2