Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Fokus Utama.


__ADS_3

Mobil Ethan tiba di lobby apartemen Baruna. Ethan mengantarkan Baruna sampai ke lobby saja karena dia harus kembali ke kantor mengingat sudah terlalu siang untuk ke kantor.


Masih banyak pekerjaan Ethan yang belum selesai dan dia harus segera kembali. Dia tidak mungkin menyerahkan semua pekerjaannya pada si Asisten setia.


"Maaf Aku harus lansgung ke kantor"


Ucap Ethan merasa tidak enak menurunkan Baruna hanya di lobby. Padahal Baruna sudah mengobatinya semalaman.


"It's Okay. Hati - hati berkendara"


Ucap Baruna yang tidak mempermasalahkan hal simpel seperti itu. Baginya bukan hal yang perlu di besarkan jika Ethan mengantarnya hanya sampai di lobby.


"Iya. Aku pergi dulu. Jika ada apa - apa kabari Aku"


Ucap Ethan terdengar sangat peduli pada Baruna. Membuat Baruna menatap heran pada pria itu.


Ethan hanya tersenyum dan membelai kepala Baruna.


Seketika Baruna merasa tangan itu seperti sentuhan tangan pria bernama Arvie di dalam mimpinya.

__ADS_1


Baruna langsung turun dari mobil Ethan. Pikirannya masih terarah pada sentuhan Ethan di kepalanya.


"Kenapa rasanya persis sentuhan pria itu?"


Gumam Baruna penasaran.


Bahkan dia merasa pemuda bernama Arvie itu nyawa. Semakin melihat Ethan dia semakin teringat pria dalam mimpinya itu.


Baruna melangkah masuk ke dalam gedung apartemen dan langsung masuk ke dalam lift. Dia segera menuju unit apartemennya.


Begitu sampai di dalam apartemen Baruna kembali menyadarkan dirinya untuk tidak terlalu fokus tentang Ethan.


Ucap Baruna berusaha menyugesti dirinya sendiri agar tetap fokus dengan apa yang akan dia lakukan untuk membalas musuh - musuhnya. Masih banyak yang harus dia urus. Salah satunya Frans.


Mengingat Frans membuat dendam Baruna semakin membara. Dendam yang selalu ada dan tidak mungkin hilang.


Bagaimana tidak, Frans sudah menodainya bahkan menjualnya demi kepentingan pribadi diri sendiri.


Bahkan sampai detik ini, Baruna masih tidak paham kenapa Frans bisa setega itu.

__ADS_1


Dan bagaimana bisa banyak wanita termasuk dirinya termakan ucapan Frans.


Di katakan tampan tidak juga, jika di banding dengan Ethan masih lebih tampan Ethan dan lebih menarik Ethan.


Namun jika di perhatikan Ethan tampak dingin dan susah di dekati. Berbeda dengan Frans yang mudah di dekati siapapun untuk berteman.


Mungkin karena itu juga banyak wanita mudah mendekati Frans. Selain itu dia juga terkenal royal pada teman terutama wanita.


Meskipun dulu Baruna tidak pernah memanfaatkan apa pun untuk kepentingan pribadinya mengisi pundi - pundi uang.


Karena Baruna sejak dulu sangat mandiri. Dia sudah sangat paham prinsip tidak meminta uang atau benda apa pun pada pria yang masih menjadi kekasihnya. Berbeda jika status mereka adalah suami - istri.


Begitu saja tetap Baruna menjadi korban Frans si manusia paling bejad di dunia. Versi Baruna tentunya.


Baruna terus memikirkan cara mendekati Frans tanpa membiarkan pria yang merupakan sepupu Frans tau siapa dia. Menurut Ethan pria itu memiliki sesuatu dan bisa merasakan bila orang memiliki khodam.


Maka dari itu Baruna selalu di ingatkan Ethan agar jangan sampai lengah. Meskipun Baruna jauh lebih kuat namun jika pria itu mengetahui siapa Baruna dan apa niatnya maka pasti rencana Baruna akan gagal.


Baruna bukan hanya ingin menghukum fisik Frans. Dia juga ingin menjatuhkan namanya di masyarakat sosial. Agar pria itu mendapat hukuman dari dunia manusia lalu hukuman dari Baruna setelah itu.

__ADS_1


__ADS_2