Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Ungkapan Hati Zaky..


__ADS_3

Di gunung tempat Snowy dan Zaky sedang camping. Keduanya tampak bermain air di air terjun. Zaky ternyata pria yang cukup menyenangkan jika di ajak bermain di alam.


Sayangnya dia sudah tercemar oleh didikan Ibu kandung nya yang sudah salah ajaran itu. Hal itu tentu berpengaruh dengan sikap dan sifat Zaky dalam menjalani kehidupannya saat ini.


"Masih mau main air?"


Tanya Snowy yang melihat Zaky begitu senang bermain di air terjun.


"Iya. Lagian jarang ke sini"


Ucap Zaky yang kini lebih mirip anak kecil yang mendapat mainan baru.


"Oke"


Snowy membiarkan Zaky. Dia berpikir biarkanlah Zaky menikmati harinya. Lagi pula setelah ini Zaky tetap akan mendapat balasan karma dari apa yang sudah Zaky dan Ibu nya lakukan.


Apa pun itu tidak akan mengurungkan niat Snowy membalas semua yang sudah di lakukan oleh Zaky dan Ibunya.


Snowy yang akan membalas apa yang sudah Zaky lalukan atas ajaran sang Ibu. Sedangkan Dea sari biarkan lah Baruna yang mengurusnya.


Karena Baruna hanya mengizinkan Snowy membalas Zaky, tidak dengan Dea Sari.


Hari semakin sore dan udara di sekitar gunung sudah mulai dingin. Angin mulai menyapa kulit dan merayap masuk ke tulang mereka.


Hanya saja Snowy tidak terpengaruh itu. Dia seekor anj1ng langit yang memiliki bulu lebat dan hangat. Angin gunung seperti itu tidak akan mempengaruhi tubuhnya.


Snowy dan Zaky kembali menuju ke tenda camping yang sudah mereka dirikan. Snowy tampak membuat api unggun sedangkan Zaky mencuci peralatan makan mereka.


Snowy kini semakin sadar jika dia sudah salah mengira Zaky anak manja yang hanya akan duduk saja menunggu makanan di siapkan. Ternyata pria itu cukup telaten dalam mengerjakan hal seperti membersihkan alat masak dan menyiapkan kebutuhannya.


Keduanya tampak bekerja sama membuat makanan. Hanya makanan simple berupa mie instan juga daging panggang yang sudah setengah matang dan tinggal mereka panaskan lagi agar matang sempurna.


Setelah menikmati makan malam sederhana itu, Snowy dan Zaky duduk bersantai.


Zaky tampak merokok sedangkan tidak untuk Snowy.


Snowy benci dengan asap rokok. Setiap Zaky merokok selalu membuat Snowy merasa tidak nyaman. Namun dia harus menahannya hingga selesai melakukan tugasnya.

__ADS_1


Zaky terlihat terdiam memandang sebuah sudut sambil berbicara dengan Snowy.


"Jujur Aku senang bisa kembali camping di tempat beginian. Udah lama Aku mau ke tempat seperti ini lagi. Thanks ya"


Zaky terdengar sangat tulus saat berterima kasih pada Snowy. Dia kembali menyesap rokok yang ada di tangannya itu.


"Sama - sama"


Snowy hanya menjawab sekenanya karena dia mengajak Zaky ke tempat itu bukan untuk bersenang - senang. Malah untuk menghancurkan Zaky.


"Mama gak pernah ijin kan aku untuk camping lagi sejak kuliah. Dia selalu memaksa aku ikut acara yang bikin pusing. Entah apa niatnya. Aku cerita ini karena aku percaya kau teman yang baik dan tulus"


Zaky terdengar mulai menceritakan banyak hal pada Snowy. Dan Snowy hanya diam mendengar tanpa mau menyela cerita Zaky.


"Mama bahkan tega menjebak sahabatnya sendiri demi mendapat alih proyek. Dan paling gila dia berani melukai keponakannya saat keponakannya mengalami masalah. Jujur Aku gak yakin Baruna itu menipu orang. Dan gak yakin Baruna anak yang jahat atau pembawa sial. Dia anak yang pintar sejak kecil. Di keluarga ku, untuk keturunan perempuan bisa bertahan hidup adalah hal yang luar biasa"


"Mama terlalu mengilai kekayaan dan cemburu pada Baruna. Seandainya kakek tidak membuat aturan memberikan banyak hartanya pada cucu perempuan dan membagi secara adil saja pada anak - anaknya mungkin Baruna masih baik - baik saja. Jujur aku kasihan pada Om Mustofa dan Tante Duma. Mereka sangat merindukan Baruna dan berpikir Baruna masih hidup"


"Padahal Aku pernah dengar Mama bicara dengan beberapa pria berpenampilan mengerikan. Mereka sudah membunuh dan membuang Baruna ke jurang. Tapi anehnya sampai sekarang Baruna tidak bisa di temukan jasadnya. Aku pernah mengunjungi tebing di mana Baruna di buang saat Aku curi dengar dari Mama"


Perkataan Zaky membuat Snowy mencibir dalam hatinya. Bagaimana bisa di temukan jasad Baruna jika dia tidak mati dan malah menjadi makhluk lain yang sangat kuat dan mengerikan. Baruna bahkan bisa menghancurkan daratan dan lautan jika dia mau.


Kini Snowy mulai bertanya pada Zaky.


Di tanya begitu oleh Snowy malah Zaky tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak punya kemampuan itu. Lebih tepatnya tidak berani. Mama mengikat hidupku selama ini. Aku tidak bekerja, uang semua dari Mama. Jadi aku harus hidup seperti yang dia mau. Bahkan dia tau aku pengguna. Kau sendiri lihat bukan aku menggunakan barang terlarang. Mama tau dan dia tidak masalah. Asal Aku mengikuti kemauannya"


Zaky tampak menghela nafas berat.


"Kau tau. Pernah satu hari Aku melawan Mama yang meminta ku melukai Tante Duma. Mama masih tidak rela melihat hidup mereka nyaman dan baik - baik saja. Padahal Om Mustofa dan Tante Duma sudah merelakan semua harta mereka di ambil paksa Mama dengan dalih tidak mau peninggalan Kakek di miliki orang yang bermasalah dengan hukum. Padahal jelas itu barang milik keluarga Baruna. Mama menjual semuanya dan uangnya dia titipkan di rekeningku. Itu uang yang aku investasikan pada mu"


Snowy menatap Zaky dalam. di tatap begitu Zaky malah tersenyum.


"Kau pasti penasaran kenapa aku berani padahal itu hanya uang titipan mama karena takut kena pajak berlebih jika ada di rekeningnya. Ya aku hanya mengikuti katanya. Mencari uang tidak perlu capek - capek. Ya sudah aku pakai saja. Kalau uangnya bertambah banyak juga dia senang"


Zaky terdengar begitu santai berkata seperti itu. Ya pantas saja Zaky memiliki sifat dan pemikiran yang terlalu bodoh seperti itu. Semua karena ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Tadi Kau bilang kau di minta melukai Tante mu? Kenapa begitu? Bukannya mereka sudah memberikan apa yang Mama mu mau? Kenapa Mama mu masih mau melukai mereka?"


Tanya Snowy yang memang penasaran.


"Itulah Mama. Dia tidak akan berhenti kalau belum puas. Lebih tepatnya dia iri karena Tante Duma sangat di sayang almarhum Kakek. Dan sekarang mereka masih hidup bahagia meski tanpa Baruna"


"Mama ku ingin melihat mereka terus menderita dan kesusahan. Karena aku menolak melukai orang, aku juga belum pernah mencelakai siapa pun. Mama memblokir semua kartu ku. Kau tau aku tidak bisa tanpa obat - obatan itu saat aku ingin. Hal itu menyiksa ku sampai aku harus menerima permintaan Mama untuk membunuh Om Mustofa"


"Aku menabrak Om ku sendiri. Tapi Aku berusaha menabraknya tidak terlalu kencang dan tidak membuatnya meninggal. Setelah mengirim bukti video aku sudah menabrak Om Mustofa baru Mama membuka semua akses rekening dan kartu ku lagi. Jadi sejak itu aku tidak berani melawan dan menolak perintahnya lagi. Jika tidak mana bisa aku sebebas ini menggunakan semua uang yang ada di rekening ku"


Zaky tampak sambil tertawa lirih menceritakan hidupnya yang tidak sebaik apa yang di lihat orang - orang. Dia sepertinya juga muak menjalani hidupnya itu.


Snowy hanya diam mendengarkan cerita hati Zaky. Meskipun dia kasihan pada Zaky tapi tetap saja dia tidak akan mengurungkan niatnya menghukum Zaky.


Semua yang sudah dia atur tetap harus di jalankan. Karena jika Zaky hancur maka Dea Sari juga akan ikut syok dan terguncang serta bisa di jatuhkan juga oleh Baruna.


Zaky anak satu - satunya Dea Sari, tentu keselamatan dan kehidupan Zaky akan berpengaruh pada Dea Sari secara tidak langsung.


"Ayo tidur. Sudah malam. Besok kita lihat sunrise bersama"


Ucap Snowy pada Zaky.


"Ayo"


Zaky hanya menurut saja. Dia merasa lega akhirnya bisa mengeluarkan beban di hatinya setelah sekian lama pada pria yang baru dia kenal tidak lama itu.


Zaky bergerak terlebih dahulu masuk ke dalam tenda tidur mereka. Dan Snowy membereskan beberapa barang agar lebih rapi.


Snowy menatap punggung Zaky yang berjalan masuk ke dalam tenda.


"Maaf. Kau tetap harus di hukum"


Gumam Snowy saat Zaky sudah masuk ke dalam tenda untuk tidur


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2