Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Zaky - Dea Sari


__ADS_3

Kabar Zaky yang terluka parah dan di bawa ke rumah sakit tentu sudah di dengar oleh Baruna.


Baruna segera menuju ke rumah sakit tempat Zaky di rawat. Dia ingin melihat langsung kondisi sepupunya itu.


Bukan ingin menjenguk, dia hanya ingin secara tidak sengaja berpapasan dan mendengar perdebatan orang tua Zaky. Apalagi saat tau uang mereka yang di titipkan di rekening Zaky sudah lenyap semua.


Benar saja baru saja Baruna tiba terdengar perdebatan Dea sari dengan suaminya.


Mereka benar - benar syok dengan kondisi Zaky yang lemah dan terluka parah.


Dokter mengatakan kedua kaki dan tangan kiri Zaky tidak bisa lagi berfungsi dengan baik karena syaratnya sudah rusak akibat gigitan binatang buas bahkan Zaky terancam lumpuh dan di amputasi kedua kakinya.


Sedangkan tangan kirinya masih bisa  di selamatkan namun akan sangat lemah untuk di gerakkan.

__ADS_1


"APA?? UANG DI REKENING ZAKY HILANG?? BAGAIMANA BISA!! AYO LAPOR POLISI!!"


Suara Dea sari sangat lah keras hingga pasien lain merasa terganggu. Petugas di rumah sakit juga menegur Dea Sari, namun bukannya meminta maaf malah dia menantang pihak rumah sakit sehingga Dea sari di usir dengan paksa oleh pihak keamanan rumah sakit.


Hal itu tentu membuat Dea sari di permalukan dan suaminya menjadi sangat kesal pada Dea Sari. Mereka meninggalkan Zaky sendirian di rumah sakit.


Zaky yang tau kondisinya begitu buruk tampak seperti mayat hidup. Dia sangat pucat dan tidak bersemangat.


Zaky merasa dunianya sudah hancur. Tanpa orang - orang curiga, Baruna yang datang mendekat pada Zaky.


Ya Baruna sengaja menunjukkan sosok aslinya pada Zaky. Pria itu tampak tersenyum dan tertawa lirih.


"Kau masih hidup? Astaga. Syukurlah.. Ah.. Aku kini paham rasanya sakit seperti yang kau alami. Maafkan aku, aku tidak bisa membantu mu karena perbuatan ibu kandungku sendiri"

__ADS_1


Ucap Zaky yang memang sangat menyesal sejak awal tidak mencegah tindakan ibunya. Mungkin ini yang di nama kan karma pikir Zaky.


"Sekarang kau tau bukan siapa yang harus kau benci dan kau minta pertanggung jawabannya. Aku tidak hidup dan tidak mati semua karena ulah ibu mu. Bukan hanya membunuhku. Dia membiarkan pria - pria itu melecehkan tubuhku sebelum membuangku ke jurang!"


Ucap Baruna dengan menatap tajam pada Zaky. Sorot mata penuh amarah itu serasa mencekik diri Zaky. Dia mengerti kebencian yang Baruna rasakan. Tentu Zaky akan membenci ibunya juga jika dia yang mengalami hal itu.


"Apa yang kau alami sekarang adalah buah dari perbuatan Dea Sari. Jika kau ingin menyalahkan maka salahkan wanita yang kau sebut ibu itu. Dia yang membuatmu harus cacat. Kau bahkan tidak bisa lagi camping dan melakukan hal yang kau sukai setelah ini. Kau paham itu? Heh?"


Ucap Baruna sambil tersenyum smirk lalu meninggalkan Zaky yang berlinang air mata.


Kata - kata akan dirinya yang cacat dan tidak lagi berguna terus menggema di telinga Zaky. Dia merasa marah pada Ibunya. Bahkan amarah itu membuatnya ingin membunuh ibu kandungnya sendiri.


Baruna yang sudah bertemu dengan Zaky langsung pergi dari tempat itu. Dengan cepat dia masuk ke dalam lift dan menuju parkiran untuk menaiki mobilnya kembali ke apartemen dengan rasa puas.

__ADS_1


Kini dia tinggal menunggu waktu untuk menghancurkan Dea sari. Baruna sudah membuat kekacauan dan perpecahan di keluarga Dea sari. Tinggal kini dia akan membuat Dea sari hancur dan merasakan penderitaannya hingga memilih untuk mati.


__ADS_2