
Baruna yang tiba di apartemen langsung membersihkan wajah dan tubuhnya sebelum berganti pakaian tidur.
Tampak Snowy duduk menungguinya.
"Kenapa belum tidur?" Tanya Baruna heran.
"Kau bertemu Kuyang? " Tanya Snowy langsung.
"Kau tau? Kau ada di sana tadi? Aneh, Aku tidak mencium aroma mu tadi " Ucap Baruna heran.
"Tidak. Tapi aku mencium aroma amis yang menempel di tangan mu. Bersihkan dengan baik. Bau sekali" Ucap Snowy jujur. Hidung nya memang sangat sensitif.
"Benarkah? Astaga aku sudah mandi lagi padahal. Ck! " Keluh Baruna kemudian mencuci sekali layi tangannya di westafel.
"Jangan membunuh kuyang itu. Dia juga korban dari pemilik rumah yang dia datangi " Ucap Snowy.
Baruna langsung menoleh menatap Snowy. Sepertinya Snowy tahu cerita tentang kuyang itu.
Kuyang juga manusia tapi dirinya mempelajari ilmu hitam mengerikan itu. Entah untuk hidup abadi atau untuk membalaskan dendam.
"Aku pernah bertemu dengannya sekalo " Lanjut Snowy.
"Terus? " Baruna meminta penjelasan lebih lagi.
"Dia menceritakan kisahnya yang di khianati dan di jadikan korban oleh keluarga itu. Karena tidak memiliki kekuasan atau apa pun lagi membuatnya gelap mata dan mempelajari ilmu kuyang. Tujuannya hanya untuk menghancurkan seluruh keturunan keluarga itu satu persatu seperti keluarga itu yang sudah membunuh satu persatu keluarganya" Jawab Snowy menjelaskan.
Baruna hanya mengehela nafas mendengar kisah dari kuyang yang tak jauh berbeda dengan Baruna. Bedanya Baruna tak perlu menjadi mahluk mengerikan seperti itu untuk membalaskan dendamnya.
"Aku hanya mengusirnya dan memperingatinya untuk tidak melukai bayi dan anak kecil yany tidak bersalah" Ucap Baruna.
Memang sejak tadi dia bisa merasakan kuyang itu memiliki aura penuh dendam. Bukan kuyang yang kelaparan dan random mencari mangsa.
Hanya karena rasa kasihan Baruna terhadap bayi di keluarga itu yang tidak tau menahu masalah tetua nya membuat Baruna ikut campur.
"Ya kau sudah melakukan yang harus kau lakukan. Selebihnya biar kan saja kecuali kita memang di perintahkan. Lagi pula memang keliar kaya itu bersalah. Mereka sangat kejam. Jadi sudah seharusnya mereka mendapat balasannya" Ucap Snowy dengan enteng.
Snowy tidak peduli dan tidak akan membantu orang yang memang jahat. Dia malah senang jika manusia yang jahat menerima akibat dari perbuatan nya sendiri.
"Aku tahu. Kau tak perlu mengajarkan ku" Ucap Baruna.
"Kau bertemu dengan Frans? " Tanya Snowy.
"Iya"
__ADS_1
"Dia masih mengejar sosok Avisa? "
"Tentu saja. Apa kau lupa sebejad apa manusia itu. Jika melihat gadis kaya yang cantik tentu dia akan mengejarnya"
"Kau tak perlu susah mencarinya. Dia sendiri akan mencari mu dan mati di tangan mu"
"Tapi sepertinya tidaklah mudah"
Perkataan Baruna itu membuat Snowy menatap heran pada Baruna.
Snowy bingung dengan maksud perkataan Baruna. Makhluk sekuat Baruna tidak mungkin kesulitan membunuh musuhnya jika dia mau. Hanya Baruna memang ingin menyiksa Frans terlebih dahulu. Terlalu gampang dan enak untuk Frans mati tanpa menderita setelah semua perbuatan buruk yang dia lakukan.
"Dia memiliki teman seorang cenayang. Energi orang itu cukup kuat bahkan dia bisa mengendus energi ku berbeda. Beruntung ada Ethan" Ucap Baruna menjelaskan.
"Maksudnya? " Tanya Snowy heran.
"Dia sepertinya bukan cenayang sembarangan. Aku sempat melihat bayangan macan di dalam ruangan itu. Mungkin itu miliknya. Dia bisa mencium energi ku yang kuat dan mencoba mencari tahu tentangku" Ucap Baruna.
"Kau ketahuan? " Tanya Snowy terkejut.
"Beruntungnya tidak. Ethan mengenalnya karena pernah bertemu saat membahas kerja sama dengan Frans. Cenayang itu menciun Ethan juga memiliki energi berbeda dari manusia normal. Jadi Ethan berdalih itu mungkin energinya yang pernah di bicarakan cenayang itu dengan Ethan" Jelas Baruna lagi.
"Berarti tepat dugaan ku. Kau memang harus bersama Ethan untuk terus masuk kedalam kehidupan musuh-musuhmu" Ucap Snowy menghela nafas lega.
"Kau benar. Karena kejadian tadi aku sadar jika aku memang harus memanfaatkan Ethan" Ucap Baruna dengan dingin.
"Tenang saja. Aku tau jelas hal itu " Ucap Baruna.
Namun Baruna tidak tahu jika yang di maksud Snowy adalah kekacauan karena Ethan saat ini dalam pengawasan Raja Elang. Hanya saja Raja Elang tidak bisa mendekat kecuali Ethan berada dalam ambang kematian.
"Apa yang akan kau lakukan besok? " Tanya Snowy.
"Kita urus Zaky dulu" Jawab Baruna.
"Kau bertemu dengannya juga? " Tanya Snowy memastikan.
"Tepat sekali. Dan dia tentu dia sangat menggelikan" Ucap Baruna tertawa sinis.
"Menggelikan? " Snowy menatap heran pada Baruna.
"Ya. Dia sangat norak dan memamerkan uang yang dia miliki dari hasil merampas keluarga ku. Aku akan mengambil kembali sejua rampasannya dan memberi mereka pelajaran" Ucap Baruna menahan amarah.
"Pelajaran? Kau ingin menjebak mereka? " Tanya Snowy.
__ADS_1
"Kau pintar sekali Snowy. Tidurlah. Besok kita akan menemui Zaky. Kau harus bersiap menjadi sosok yang aku inginkan" Ucap Baruna.
Snowy mengangguk mengerti. Malam itu Baruna tidur dengan tenang dan penuh senyuman. Dia sudah tidak sabar menghancurkan Zaky juga Dea Sari beserta keluarga besarnya.
.
.
.
Di Sisi lain, Ethan yang sudah tiba di rumah tentu mendapat sambutan dari Mama tercintanya, Nyonya Christian.
"Kau sudah pulang sayang? Bagaimana pestanya? " Tanya Nyonya Christian kepada putra tercintanya itu.
"Biasa aja mah. Not something special" Ucap Ethan dengan santai.
"Kau bersama seorang gadis tadi? Siapa? Avisa? " Tanya Nyonya Christian.
Nyonya Christopher tau karena salah satu teman arisannya juga hadir di pesta itu dan memberitahunya jika Ethan datang dengan seorang gadis cantik. Keduanya tampak akrab dan dekat.
"Iya. Ada hal yang harus kami kerjakan" Jawab Ethan sekenanya.
Tidak mungkin Ethan menjelaskan asal usul sosok Avisa yang sebenarnya adalah Baruna dan tujuan mereka untuk menghancurkan musuh-musuh Baruna.
"Kau berpacaran dengannya? " Tanya Nyonya Christian lagi.
"Sudah Ethan bilang tidak Ma. Kami hanya berteman dan kebetulan ada proyek yang di investasikan Avisa ke Ethan" Ucap Ethan menjelaskan agar sang Mama tidak lagi bertanya.
"Oh begitu. Padahal kalian cocok dia juga cantik dan dari keluarga yang jelas juga baik-baik. Tidak masalah jika kalian benar-benar memiliki hubungan khusus" Ucap Nyonya Christian.
"Tidak Ma. Bagi Ethan Avisa hanya teman yang baik dan akrab. Ethan sudah menyukai seseorang Ma. Jika memang kami berjodoh pasti akan Ethan kenalkan" Ucap Ethan berharap sang Mama tidak lagi bertanya.
"Baiklah kalau begitu. Mama tidak akan ikut campur lagi jika memang kau mempunyai orang yang kau sukai. Tapi Mama berharap agar kau bisa membawa gadis itu ke hadapan Mama" Ucap Nyonya Christian.
"Iya Ma. Doakan saja " Jawab Ethan.
Nyonya Christian lalu meninggalkan putranya yang masih duduk di ruang tamu.
Ethan mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu. Wajahnya tampak tersenyum kecil.
Melihat hal itu membuat Nyonya Christian senang. Putra nya sudah kembali membuka hati dan tak sedingin dulu lagi sejak kejadian pengkhianatan mantan kekasih nya.
.
__ADS_1
.
.