
"Bencana apa? Tolong beritahu aku apa yang tidak aku ketahui"
Wajah Ethan tampak sangat serius meminta pada Snowy. Dia sungguh penasaran dan ingin tahu apa kebenaran dari mimpi yang terus menganggunya itu.
"Kau dan Baruna berbagi masa lalu yang buruk. Kalian saling menyakiti hingga salah satunya harus berakhir dengan kematian. Itu saja yang aku ketahui karena detail apa yang terjadi antara kalian tidak aku dapatkan" Jelas Snowy jujur.
Snowy memang tahu keduanya di masa kehidupan sebelumnya saling melukai dan berakhir dengan kematian sosok Baruna di tangan Ethan.
"Aku sebenarnya apa di masa lalu?" Tanya Ethan yang semakin penasaran.
Banyak hal yang tidak Ethan pahami. Dunia ini penuh dengan kehidupan misteri baginya.
Sudah banyak yang terjadi kemudian membuat Ethan yang selalu skeptis dan tidak percaya akan makhluk lain selain manusia itu pun kini mempercayai apa yang di ucapkan Snowy.
"Kau dulunya putra seorang raja. Kau memiliki penyakit berbahaya yang entah karena apa. Tidak di ketahui bagaimana kau memiliki cakra elang. Dan sesuatu terjadi hingga kau dan Baruna saling membunuh. Entah karena apa"
Snowy menjelaskan hal yang membuat Ethan semakin percaya jika mimpi itu adalah gambaran masa lalu yang pernah di lalui oleh Ethan.
"Tapi kenapa Baruna meminta maaf pada ku?" Ucap Ethan penasaran.
"Hah?" Snowy tampak heran mendengar perkataan Ethan itu.
Baruna meminta maaf pada Ethan? Dia belum pernah mendengar cerita tentang itu dari Baruna.
"Maksudku Kaimana. Sosok Baruna di masa lalu. Aku melihat Arvie, wujudku di masa lalu membunuh Kaimana. Dan di saat Arvie meninggalkan Kaimana yang terluka parah karena tusukan pedang, Kaimana meminta maaf. Dia berkata sudah gagal dan meminta maaf"
Jelas Ethan sambil menatap Snowy.
Bagi anjing seperti Snowy dia mampu menelisik perkataan dan tatap Ethan yang jujur. Ethan juga tampak kebingungan dengan semua yang terjadi.
"Jika kau mau lebih baik kau menyerah berada di dekat Baruna. Itu saranku. Entah mengapa aku merasa mimpi mu itu isyarat masa lalu yang bisa terulang"
Ucap Snowy khawatir. Snowy khawatir Baruna kembali terluka dan menyebabkan bencana di masa depan.
Ethan tampak menghela nafas panjang sebelum menjawab perkataan Snowy.
"Aku sudah jatuh cinta pada Baruna saat pertama aku bertemu dengannya di hotel itu. Setelah tau apa yang dia alami membuatku semakin jatuh cinta. Aku tidak pernah sedetikpun melupakannya"
Ethan teringat bagaimana buruknya sikap dia saat pertama kali menyentuh tubuh Baruna dan dengan kasar memperlakukan Baruna.
__ADS_1
"Saat bertemu sosok Avisa, aku selalu melihat bayangan Baruna di wajah Avisa. Jika kalian berpikir aku mendekati Avisa saat itu karena aku suka dengan Avisa itu salah"
"Aku melakukan itu karena di sudut hatiku selalu berkata Avisa adalah Baruna dan ada sesuatu yang terjadi. Makanya aku tidak menyerah dan terus mendekati sosok Avisa untuk tahu lebih banyak meskipun logika ku berkata tidak mungkin. Hanya hatiku selalu membawa ku untuk berjalan mendekati sosok Avisa"
Jelas Ethan yang kemudian menutup matanya dan merebahkan kepalanya pada sandaran jok mobil.
Kenyataan tentang mimpinya membuat Ethan semakin merasa bersalah pada Baruna. Dia tidak tahu harus melakukan apa untuk menebus semua kesalahannya yang besar itu.
Seketika kepala Ethan terasa sakit. Beberapa ingatan mencuat di kepalanya.
Saat sosok Arvie yang dikuasai emosi membunuh sosok Kaimana. Saat kedua sejoli itu bertengkar karena sesuatu dan tampak Kaimana berusaha menjelaskan namun Arvie tidak mau mendengarkannya. Saat sepasang makhluk berlainan jenis itu menghabiskan waktu bersama di Gua milik Kaimana dan melakukan hubungan terlarang.
Janji antara Arvie dan Kaimana yang ingin saling melindungi dan menikah. Senyuman di wajah Kaimana saat Arvie berada di sisinya. . Dan satu ingatan mengerikan tentang Kaimana yang ternyata tengah berbadan dua saat Arvie membunuhnya. Kaimana yang menahan sakit itu melihat janin yang berwujud cahaya kecil itu terbang ke langit sesaat sebelum Kaimana menghembuskan nafas terakhirnya.
"Argh! Hah. Hah,.. Kaimana" Ucap Ethan terengah-engah.
Snowy melihat Ethan yang menahan sakit di kepalanya pun ikut panik.
"Hey, Kau baik-baik saja? Hei! Et!!" Ucap Snowy sambil menelisik kondisi Ethan yang terus bergumam.
"Kaimana... Hah... Kaimana... Maaf" Gumam Ethan sambil menangis.
"Hei tenanglah. Ada apa?" Tanya Snowy yang panik.
"Kaimana. Aku membunuh Kaimana. Dengan tangan ini. Aku sudah membunuh Kaimana. Snowy.. Aku pembunuh" Ucap Ethan tampak frustasi.
Snowy kini paham, Ethan mendapat ingatannya tentang kejadian masa lalu. Hal yang sedikit Snowy takutkan. Manusia biasa seperti Ethan pasti akan merasa bersalah dan bisa membunuh dirinya sendiri karena tidak kuat menerima beban ingatan yang buruk.
Ethan masih menangis keras. Hatinya terasa hancur karena beberapa ingatan tentangnya di masa lalu bersama Baruna itu tampak sangat jelas. Suara tawa, canda, kemarahan, kekesalan. Semua terdengar jelas di ingatan Ethan.
"Sudah itu masa lalu dan tidak bisa di ubah lagi Et! Jangan menyakiti dirimu. Kau tahu jika kau sudah di tandai Baruna. Saat kau terluka karena apa pun maka dia akan langsung menyelamatkan mu dengan nyawanya. Itu risikonya sebagai Pewaris Lautan"
"Kau sudah masuk ke kolamnya dan otomatis kau akan menjadi bagian dari makhluk yang dia lindungi. Apa kau ingin dia mati karena mu lagi?"
Tanya Snowy dengan serius. Hal itu membuat Ethan menggelengkan kepala dan tampak sedikit tenang. Dia mulai menarik nafas dalam untuk menenangkan dirinya.
"Maaf. Aku berjanji akan melindungi Baruna dalam kehidupan ini. Aku berjanji akan mengorbankan diriku jika sampai sesuatu terjadi pada Baruna. Aku akan menebus semua kesalahanku di masa lalu"
Ethan tampak sangat serius berjanji pada Snowy. Snowy bisa merasakan rasa sedih dan putus asa yang sedang di alami Ethan.
__ADS_1
"Kau harus memastikan dirimu tidak memiliki cakra elang lagi. Benda itu akan berbahaya jika di dekat Baruna" Ucap Snowy.
"Cakra Elang?" Tanya Ethan bingung, dia tidak tahu benda apa itu.
"Itu seperti sebuah nyawa dan pusaka Raja Elang yang digunakan untuk melindungi kerajaan Elang. Cakra itu sangat kuat dan menjadi rebutan. Dulu kau mewarisi cakra itu. Meskipun tampak kuat tapi cakra itu memiliki efek negatif yang sangat tinggi karena dulu cakra itu banyak menelan nyawa. Memurnikannya sangat sulit"
Jelas Snowy yang tahu sekuat apa cakra Elang yang sama kuatnya dengan mutiara naga milik Baruna. Kedua benda itu jika bertemu tentu akan sangat kuat dan tak terbantahkan lagi. Tapi keduanya juga sulit di sandingkan bersama karena kekuatannya terlalu besar.
"Aku tidak tahu apa itu dan aku tidak memiliki hal seperti itu. Yang ada di rumahku hanya lukisan elang" Ucap Ethan jujur.
Sejenak keduanya saling menatap seolah memikirkan hal yang sama.
"Lukisan elang?" Tanya Snowy memastikan ucapan Ethan.
Ethan mengangguk perlahan. Keduanya tampak saling memastikan hal yang mereka pikirkan itu sama melalui tatapan mata.
"Ternyata mereka masih ada" Ucap Snowy menghela nafas gelisah.
"Apa perlu aku buang?" Tanya Ethan pada Snowy.
"Tidak perlu. Itu benda dari moyang mu bukan? Mereka masih melindungi keluarga mu ternyata. Berarti benar kau adalah reinkarnasi dari Arvie" Ucap Snowy yang kini semakin gelisah.
Ingin melarang Ethan di dekat Baruna lagi sudah terlambat bagi Snowy. Tapi setidaknya dia cukup tenang karena dia tidak merasakan keberadaan cakra elang di sekitar Ethan.
"Setidaknya untuk saat ini lebih waspada dan ingat janji mu untuk menjaga Baruna sebagai manusia maupun penjaga lautan. Aku cukup khawatir sebenarnya karena kau masih berkaitan dengan kekuatan Elang. Tapi karena cakra elang tidak ada pada mu maka Baruna tetap akan aman"
Jelas Snowy jujur pada Ethan. Melihat sikap Ethan yang memang selalu to the point membuat Snowy tidak segan lagi untuk mengatakan hal sebenarnya yang dia pikirkan.
Terlebih Ethan memang sangat tulus pada Baruna selama ini dan melindungi Baruna dengan baik sejauh ini.
"Jika ada yang aneh dengan ku, segera katakan. Aku akan mencari cara membuang hal itu jika itu berbahaya untuk Baruna" Ucap Ethan langsung.
"Walaupun nyawa mu taruhannya?" Tanya Snowy memastikan.
"Ya. Walaupun nyawaku taruhannya" Jawab Ethan dengan yakin.
.
.
__ADS_1
.