Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Hal Baik?


__ADS_3

"Kalian tidak tidur?"


Tanya Deni Margo yang bangun pagi di banding yang lainnya. Deni Margo selalu bangun pagi untuk sekedar berolahraga ringan demi kesehatan tubuhnya.


"Kami baru bangun tidak lama juga Kak"


Jawab Baruna berbohong. Tidak mungkin dia menceritakan kejadian semalam.


"Oh. Ah segar sekali ya di sini. Aku mau cuci muka dan lari sebentar. Kalian mau ikut?"


Tanya Deni Margo.


Setelah menimbang - nimbang Baruna dan Ethan memilih ikut lari santai pagi itu bersama Deni Margo.


Ketiganya berlari berkeliling desa dan sawah. Sangat menyenangkan dan segar udara pagi di tempat itu.


"Asri sekali di sini. Sayang masih ada kejadian mistis - mistis begitu"


Ucap Demi Margo mengomentari. Karena memang lingkungan di sana sangat asri.


Baruna dan Ethan yang mendengar itu hanya mangut-mangut setuju dengan perkataan Deni Margo.


Memang sebagus itu Desa Wanjiru jika tidak di kaitkan dengan kejadian mistis.


Karena selama tiba di desa itu meskipun banyak makhluk tak kasat mata mereka tampak tidak mengganggu. Ada juga penghuni yang sudah menjadi penunggu penjaga gerbang desa yang tampak biasa saja. Memang sudah lama mereka ada dan hidup dengan masyarakat tanpa mengganggu.


Hanya saja si palasik itu yang selalu mengganggu warga dan percaya atau tidak makhluk di sana juga tidak menyukai si palasik yang membuat mereka ikut terganggu dan di salahkan warga desa.


Karena ternyata warga desa sudah beberapa kali mendatangkan dukun dan cenayang di sekitaran desa untuk mengusir semua makhluk yang ada di sana termasuk palasik. Karena warga menganggap semua makhluk itu sama saja mengganggu.


"Matahari mulai panas. Yuk balik sekalian bebersih terus sarapan. Masih ada setengah yang harus kita bagikan"


Ucap Deni Margo pada Baruna dan Ethan. Keduanya mengangguk setuju karena memang semalam belum semua terbagi kan. Ternyata cukup banyak yang harus di bagikan dan tidak ada warga yang berani beraktivitas setelah pukul 5 sore. Alhasil siang ini pembagian bantuan sosial akan di lanjutkan lagi.

__ADS_1


Baru saja tiba di aula desa tampak sudah ramai - ramai orang di sana. Oliv Margo yang melihat suaminya datang bersama Baruna dan Ethan langsung berlari memeluk Deni.


"Ada apa?"


Tanya Deni bingung melihat istrinya yang tampak agak takut.


"Jijik sama itu"


Ucap Oliv yang memang hanya manja dengan suaminya.


Deni, Baruna dan Ethan saling memandang lalu bergerak mendekati kerumunan.


"Ada apa?"


Tanya Deni yang mendekat ke kerumunan.


"Itu katanya si palasiknya. Udah ketangkap. udah mati malah. Ngeri banget kondisinya"


Deni, Baruna dan Ethan melihat tubuh dan kepala yang terpisah itu. Baik Baruna maupun Ethan hanya diam karena mereka sudah melihat sosok itu sebelumnya sedangkan Deni juga ikut bergidik ngeri, lebih tepatnya jijik karena melihat kepala beserta usus dan jantung yang terpisah dari tubuhnya.


Para warga mengevakuasi mayat orang yang di duga kuat sebagai palasik dan menguburnya secara layak setelah di doakan agar desa mereka benar - benar bebas dari gangguan mahluk mengerikan itu.


"Tadi di temukan warga saat pagi - pagi ada yang cari kayu di hutan"


Ucap Rina Runissa memberitahu Deni dan Baruna bagaimana mayat itu bisa di temukan.


Sayup - sayup terdengar warga yang mengomentari siapa palasik yang sudah meninggal itu. Tapi Baruna dan yang lainnya tidak ikut mendengar pembahasan itu.


Warga juga terlalu bahagia karena ancaman palasik sudah berakhir setelah di temukan mayat yang di duga pelaku palasik itu.


.


.

__ADS_1


.


.


Sedangkan di kota tampak Snowy sedang memasukkan tas ke dalam mobil Zaky. Keduanya tampak sepakat untuk camping di gunung.


"Yakin mau ikut?"


Tanya Snowy pada Zaky.


"Yakin dong. Cuman camping di gunung mah. Lagian seru juga sesekali ke gunung"


Ucap Zaky yang masih dengan gaya sombongnya.


Snowy tertawa melihat sikap Zaky. Bagi Zaky tawa Snowy itu tertawa ramah dan senang berteman dengannya. Tapi tanpa Zaky ketahui Snowy tertawa karena sudah bisa memasukkan Zaky dalam perangkapnya di gunung nanti.


Karena Snowy tidak menyangka begitu mudah membuat Zaky menyetujui rencana mereka camping dan lebih lucunya Zaky yang tidak mau orang tau dia pergi camping bersama Snowy.


Alasannya dia tidak suka terlalu ramai orang yang nanti akan merepotkan dia. Selain itu Zaky ingin belajar banyak hal lain tentang investasi dari Snowy. Dia tidak mau ilmu yang Snowy miliki di ketahui teman lainnya.


Sungguh tamak dan egois. Tapi itu yang di harapkan Snowy agar lebih mudah untuknya menyakiti Zaky.


"Ayo berangkat"


Ucap Zaky penuh semangat.


Mobil yang di bawa Zaky mulai keluar dari kota menuju ke arah gunung tempat dia dan Snowy akan mendirikan tenda untuk camping bersama.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2