Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Club Ethan


__ADS_3

Malam semakin larut. Baruna, Ethan dan Snowy sudah selesai makan. Ethan yang sudah membersihkan diri dan berganti pakaian santai untuk ke club terlihat meraih jaket kulit dan kunci mobilnya.


"Aku pergi dulu"  Ucap Ethan berpamitan pada Baruna dan Snowy.


"Iya pergilah" Ucap Baruna memberi ijin pada Ethan.


Ethan segera berjalan menuju lift dan turun ke basement. Dia langsung melajukan mobil menuju ke sebuah club malam.


Begitu tiba, sudah tampak banyak mobil terparkir di parkiran club malam itu. Tentunya mobil - mobil mewah yang jarang di miliki orang - orang dengan nilai yang sangat fantastis.


Ethan segera memasuki club malam itu, dengan sesantai mungkin dia memasuki club. Sebenarnya jarang sekali Ethan mau berkumpul dengan teman - temannya yang rata - rata merupakan anak - anak sultan.


Meskipun Ethan juga tidak kalah kaya, tetap saja dia merasa risih karena pertemuan yang di katakan untuk silaturahmi antar anak pengusaha tak lebih dari ajang pamer kekayaan dan kekuasaan.


Ethan lebih suka jika dia harus sibuk di perusahaan sang Ayah atau di bengkel miliknya.


"Hai Bro!" Sapa seseorang pada Ethan.


Itu adalah Jerico. Salah satu anak sultan di negara itu. Jerico memang sangat humble dan ramah pada siapa pun.


"Hai. Apa kabar mu?"  Tanya Ethan pada Jerico.


"Of course fine! Ayo kemari gabung!"  Ucap Jerico sambil menarik Ethan duduk di sofa tempat teman - teman mereka berkumpul.


Di sana tentu ada Frans dan Rico yang sedang duduk di temani gadis - gadis yang di bawa Frans untuk bersenang - senang malam itu.

__ADS_1


"Ayo minum" Ucap Jerico menyodorkan gelas untuk Ethan.


"Terima Kasih" Ethan menerima gelas dari tangan Jerico.


Jerico menuangkan segelas whiskey untuk Ethan dan menyuruhnya untuk langsung menegak habis whiskey itu. Tanpa ragu tentu Ethan menghabiskannya. Lagi pula dia memiliki kadar toleransi alkohol yang tinggi dalam tubuhnya.


"Oh ya mana gadis mu?" Tanya Jerico sambil memperhatikan sekeliling Ethan seolah mencari seseorang.


"Gadis? Siapa?"  Tanya Ethan bingung.


"Itu. Avisa" Ucap Jerico menyebut nama Avisa.


Ethan hanya tersenyum mendengar pertanyaan Jerico. Dia tidak menyangka jika kabar kedekatannya dengan sosok Avisa sudah beredar dengan cepat.


Padahal mereka tidak tahu saja jika Avisa yang mereka lihat saat ini hanya sebuah badan yang di gerakkan oleh jiwa lain.


Jiwa asli Avisa sudah terkurung di negeri naga sebagai barter yang di berikan kedua orang tua Avisa dan mereka juga sudah melanggar perjanjian. Jadi apa yang mereka miliki sekarang akan hancur suatu saat nanti di tangan Baruna.


Dan saatnya tiba, tubuh kasar Avisa akan di tinggalkan dan dia akan di anggap telah bunuh diri setelah menghancurkan aset keluarganya sendiri.


"Dia sedang sibuk. Jadi tidak bisa ikut hari ini" Ucap Ethan menjawab rasa penasaran Jerico.


"Wah ternyata benar kalian punya hubungan khusus ya"  Goda Jerico lagi.


"Ya begitulah"  Ucap Ethan yang tidak mau membenarkan atau menyangkal. Karena yang orang ketahui Ethan dekat dengan sosok Avisa bukan Baruna yang di cintai oleh Ethan.

__ADS_1


Rico tampak terus menatap Ethan dan membuat Ethan menatapnya kembali seraya melempar senyum tipis pada cenayang muda itu.


Hal itu membuat Rico senang karena jarang sekali Ethan mau tersenyum membalas sapaan dia dan Frans.


Rico pun segera mendekati tempat Ethan duduk.


"Boleh Aku duduk di sini?"


Tanya Rico pada Ethan. Dia telah berdiri di samping tempat Ethan sedang duduk.


Sedangkan Frans sibuk dengan gadisnya dan tidak memperhatikan interaksi Rico dengan Ethan.


"Silakan saja" Ucap Ethan sambil tersenyum. dIa memasang perangkap yang sangat mudah untuk mengait Rico tanpa curiga.


"Dimana Avisa. Tumben tidak di ajak?" Tanya Rico yang juga ingin dekat dengan sosok Avisa itu.


"Dia sedang ada urusan jadi tidak ikut. Lain kali akan aku ajak dia jika bertemu dengan mu lagi" Ucap Ethan dengan santai.


Hal itu tentu membuat Rico senang. Dia merasa berhasil mendekati Ethan yang memiliki aura yang kuat dan juga Avisa yang membuatnya penasaran dengan aroma dan auranya. Entah karena terlalu dekat dengan Ethan atau bagaimana.


Yang pasti Rico sangat penasaran dengan sosok Avisa itu.


.


..

__ADS_1


__ADS_2