Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Petunjuk


__ADS_3

Tengah malam Baruna dan Snowy mulai bergerak. Mereka kembali ke dunia seberang sana. Sebelumnya Baruna dan Snowy mengunjungi Goa milik Baruna untuk membersihkan diri sebelum masuk ke dunia lain.


Mereka harus menyucikan diri sebelum menginjak dunia lain tentunya.


Keduanya tampak sudah siap dan melangkah masuk ke dunia bawah laut juga dunia laut selatan. Namun semua informasi yang mereka dapat sangat lah sedikit. Tidak banyak yang mengetahui kelemahan tentang Mutiara Bulan.


Yang semua makhluk tau jika Mutiara Bulan adalah satu dari tiga mustika utama. Tidak ada yang tau apa kelemahannya.


Mereka semua hanya bisa memberitahu Baruna jika siapa pun yang memilik Mutiara itu pasti akan di lindungi. Dan Baruna sudah tau tentang itu. Hal itu membuat Baruna cukup frustrasi. Tidak ada petunjuk yang berarti.


Di tengah kekacauan pikirannya dan Snowy. Mereka mencoba menenangkan diri di dalam Goa. Sudah satu setengah hari mereka mencari tau tapi belum ada petunjuk yang bisa membantu mereka.


Hingga sebuah suara muncul di luar Goa. Hal itu membuat Baruna dan Snowy saling bertatapan heran.


Tumben sekali ada makhluk yang berani mendatangi Goa milik Baruna tanpa di undang.


"Siapa?" Tanya Baruna bingung.


Snowy hanya mengedikan bahunya tanda tidak tau juga.


Keduanya berjalan mendekati bibir Goa dan melihat seekor kura - kura tua menyapa dan menghormati Baruna.


"Salam Nona Pewaris, salam anj1ng langit"


Ucap Kura - kura tua itu memberi hormat pada Baruna dan Snowy.


"Tidak perlu terlalu formal. Ada apa Pak Kura - kura?" Tanya Baruna heran.


"Hamba dengar Nona mencari siapa yang tau tentang kelemahan Mutiara Bulan" Ucap si Kura - kura tua itu.

__ADS_1


"Benar. Kau tau tentang kelemahannya?" Tanya Baruna dengan antusias.


"Mohon maaf. saya kurang tau tapi saya bisa mengantarkan Nona ke seseorang yang paham tentang hal itu" Ucap si Kura - kura tua.


"Siapa?" Tanya Baruna heran.


"Dia pertapa lama yang ada di gunung tertinggi di pulau Bangau. Dia seorang pertapa suci yang sudah hidup ratusan tahun dan menjaga pulau Bangau. Dia yang menyaksikan selama ini ketiga mustika itu bertahan" Ucap si kura - kura tua dengan hormat.


"Antarkan aku" Ucap Baruna tanpa basa - basi lagi.


Baruna dan Snowy di antar menyeberang lautan di atas cangkang si kura - kura tua itu. Tidak butuh banyak waktu untuk tiba di pulau Bangau.


Pulau yang sangat asri dan nyaman. banyak burung bangau yang tampak sedang bermain air atau berjemur dengan santainya.


"Hamba hanya bisa mengantar sampai di sini. Pertapa itu ada di atas puncak. Jika mau menemuinya harap Nona melakukan perjalanan darat. Karena di sini tidak ada yang berani bersikap tidak sopan dengan memamerkan kekuatan masing - masing" Jelas si kura - kura tua itu.


"Baiklah terima kasih kura - kura. Mulai sekarang kau dan keturunan mu akan dalam perlindungan ku" Ucap Baruna lalu menyentuh cangkang si kura - kura hingga meninggalkan jejak kaki naga.


Belum sempat Baruna bertanya tentang kalimat terakhirnya, si kura - kura sudah kembali ke dalam lautan dan menyelam.


Baruna dan Snowy kemudian memutuskan berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke atas puncak gunung di pulau itu.


Seperti nasihat dari si kura - kura. Baik Baruna maupun Snowy berusaha berjalan selangkah demi selangkah agar tidak menyinggung mahluk di sana.


Mahluk yang melihat kehadiran Baruna juga tampak menunduk hormat. Mereka tau betul siapa Baruna. Hingga hampir setengah hari mereka berjalan dan akhirnya tiba di atas puncak. Namun tidak terlihat si pertapa itu.


Baruna berusaha tenang dan tidak marah. Jika dia lakukan maka laut akan mengamuk tentunya. Dia harus mengontrol perasaannya untuk saat ini. Jangan sampai dia menyinggung penjaga gunung itu agar bisa mencari tau apa yang dia inginkan.


"Astaga. Apa sesulit ini. Untuk mencari petunjuk kelemahan saja sesulit ini. bagaimana lagi jika menghadapi Rico dan Mutiara Bulan itu" Keluh Snowy kesal.

__ADS_1


Ya Snowy sangat lelah karena non-stop di ajak Baruna untuk berkeliling demi mencari tau tentang Mutiara Bulan selengkap mungkin.


"Ada apa wahai Nona Pewaris dan Anj1ng langit jauh - jauh berjalan ke tempat sederhana ku?"


Suara berat dan berwibawa terdengar dari belakang Baruna dan Snowy.


Baruna dan Snowy refleks menoleh berbarengan.


Ya dia adalah si pertapa suci yang di maksud. Baruna menangkupkan kedua telapak tangannya dan menghormat pada pertapa itu, begitu pula dengan Snowy.


Si pertapa tampak menghormat kembali pada Baruna dan Snowy. Sebuah sopan santun yang umum di lakukan.


"Maaf jika Kami mengganggu. Apa boleh kami bertanya?" Tanya Baruna dengan sopan.


"Silakan masuk ke dalam. Jika ada yang bisa aku bantu akan aku bantu" Ucap pertapa suci itu mempersilakan Baruna dan Snowy masuk ke dalam Goa di puncak gunung itu.


Baruna dan Snowy mengangguk dan melangkah masuk ke dalam bersama si pertapa suci.


Begitu duduk di dalam Goa. Tampak pertapa itu menatap lembut pada Baruna dan Snowy bergantian.


"Kalian mencari tau tentang Mutiara Bulan bukan?" Tanya pertapa suci itu.


"Iya. Apa Pertapa bisa memberi tau kami" Tanya Baruna.


"Bisa. Aku mengetahui semua. Tentang Mutiara Bulan, Tentang Nona juga Cakra Elang" Ucap si pertapa yang membuat Baruna dan Snowy cukup terkejut dan heran.


"Boleh saya tau rahasia apa yang ada di ketiga benda itu?" Tanya Baruna lagi.


Pertapa Suci itu menatap Baruna dan tersenyum. Senyuman yang sangat sulit di artikan

__ADS_1


.


.


__ADS_2