
Selepas makan malam bersama. Mereka berkumpul sebentar di ruang keluarga sambil kembali berbincang. Ethan membahas masalah perusahaan dan bengkel miliknya bersama Tuan Christian.
Sedangkan Baruna berbincang masalah kegiatan sosial dengan Nyonya Christian. Wanita paruh baya itu tampak sangat tertarik dengan kegiatan sosial yang sering di lakukan kelompok Avisa dan teman - teman artisnya.
Mereka berbincang hingga tidak terasa waktu menunjukkan pukul 21.00 malam. Baruna pun pamit kembali di antar oleh Ethan.
"Om, Tante. Avisa pamit dulu"
"Iya. Et, hati - hati mengantarkan Avisa ya"
"Iya, Pa"
Baruna dan Ethan kemudian masuk ke dalam mobil Ethan. Mereka menuju kembali ke gedung perusahaan milik keluarga Christian itu. Ya gedung perusahaan milik Ethan pastinya. Dia pewaris kejayaan perusahaan turun temurun.
"Terima kasih"
Ucap Baruna sebelum turun dari mobil Ethan. Baruna menuju mobilnya dan langsung masuk ke dalam mobilnya sendiri.
Dia mulai melajukan mobilnya dan terlihat mobil Ethan mengikuti dari belakang.
Hal itu membuat Baruna menelepon pria itu untuk bertanya.
"Kenapa mengikutiku?" Suara Baruna terdengar bertanya tanpa basa - basi setelah Ethan mengangkat teleponnya.
"Tidak masalah. Aku akan menemani mu hingga kau sampai di apartemen mu" Jawab Ethan dengan lembut di telepon itu.
"Baiklah. Terserah kau saja" Baruna tampak tidak mau mempermasalahkan itu.
Mobil mereka beriringan hingga saat sudah tiba di apartemen Baruna, barulah Ethan memutar balik mobilnya kembali ke rumahnya yang berlawanan arah dengan apartemen Baruna.
Sepanjang jalan pria itu tampak bersenandung bahagia. Karena orang tuanya sendiri mendukung kedekatannya dengan Baruna.
Meskipun yang di cintai Ethan adalah Baruna bukan sosok Avisa yang di lihat orang tuanya namun yang penting baik Avisa atau Baruna adalah orang yang sama dan hanya berbeda wujud saja.
.
__ADS_1
.
.
Tiba di apartemen hanya ada Kitty yang tertidur di sofa.
Snowy sudah mengabari Baruna jika dia masih bersama Zaky. Dia masih belum puas membuat Zaky menghamburkan uang yang di miliki hingga habis tak bersisa.
Baruna tidak mencegah tindakan Snowy karena memang itu yang Baruna inginkan sejak awal. Zaky dan keluarganya harus merasakan penderitaan yang sama seperti yang mereka lakukan pada keluarga Baruna.
Baruna berjalan mendekati kucing kecil itu dan mengelus kepalanya.
"Kau sudah makan kitty?"
Tanya Baruna pada kucing imut itu..
"Miaw"
Tentu hanya suara mengeong seperti itu yang bisa terdengar dari Kitty.
Sesekali memang Snowy selalu membuatkan makanan itu untuk Kitty.
Setelah selesai Baruna menaruh makanan itu di atas piring makan Kitty dan mendinginkannya sebentar.
"Nah, sudah bisa di makan"
Ucap Baruna sambil mendekatkan makanan itu pada Kitty. Dengan lahap kucing itu menikmati makanan yang di buatkan Baruna.
"Miaw!"
Suara Kitty terdengar sangat bersemangat setelah menghabiskan makanannya.
"Tunggu di sini ya. Aku mau mandi sebentar. Jangan nakal"
Ucap Baruna pada kucing kecil itu sambil mengelus perlahan kepala Kitty.
__ADS_1
Baruna memasuki kamarnya dan melepas semua pakaiannya sendiri.
Setelahnya dia memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan baik.
Baruna berganti pakaian tidur lalu berjalan keluar kamar. Dia memilih duduk di ruang tamu apartemen dan menonton film di temani Kitty.
Snowy sudah pasti akan pulang tengah malam. Bisa juga pulang dini hari. Dia sedang bersenang - senang menghabiskan sisa uang Zaky tanpa pria tamak itu sadari kehancurannya semakin mendekat.
Baruna menikmati film sambil memakan camilan yang ada. Sedangkan di sisi lain Snowy sedang mengajak Zaky bersenang - senang dari satu bar ke bar lainnya dan menghabiskan banyak uang.
Dengan mata kepala sendiri Snowy melihat Zaky mengonsumsi obatan terlarang. Tebakan Baruna tepat sekali. Tanpa Zaky sadari, Snowy mengambil bukti dia sedang mengonsumsi barang terlarang itu bersama teman - temannya.
Begitulah Zaky, dia memang sangat glamour dan suka ketenaran. Dia juga suka di puji dan di elu-elukan.
Jadi Zaky begitu percaya pada Snowy yang juga tampak kaya dan hidup mewah, selain itu Snowy selalu mau menemani Zaky ke mana saja. Penampilan Snowy yang tampan membuat Zaky semakin di dekati banyak perempuan yang penasaran pada Snowy yang tampak akrab dengannya.
Tentu hal itu dimanfaatkan Zaky agar orang - orang semakin percaya Zaky itu banyak teman dan terkenal.
Memang pemikiran yang sangat absurd. Tapi jika melihat cara didikan sang ibu yaitu Dea sari maka orang akan paham memang keluarga Zaky sangat aneh.
Karena demi menumpuk ketenaran dan kekayaan, Dea Sari berani menghancurkan bahkan membunuh Baruna yang merupakan keponakannya sendiri. Padahal Baruna adalah anak dari Abang Kandung Dea Sari, namun setega itu Dea Sari menyuruh orang membunuh Baruna dan merampas hak keluarga Baruna.
Memang sekejam itu jika sudah berurusan dengan masalah perebutan harta warisan. Hal yang sangat menyakitkan tentunya jika di lihat orang. Sesama keluarga yang masih memiliki kaitan darah sanggup menyakiti keluarga lainnya.
Maka dari itu Baruna memilih diam dan menikmati saja permainan yang akan di lakukan oleh Snowy pada Zaky. Dia tidak menyarankan apa pun juga tidak melarang apa pun.
Anj1ng langit itu sangat paham aturan dan bisa melakukan sesuai apa yang boleh dan tidak. Lagi pula dia hanya mau menghukum Zaky tanpa membunuhnya.
Hanya mungkin saja Zaky akan menjadi cacat atau gila. Tergantung seberapa besar efek yang di timbulkan.
Baruna tampak tenang dan bersantai hari itu. Tidak ada yang perlu dia kerjakan karena sepertinya malam ini merupakan malam paling tenang tanpa dia bertemu dengan makhluk lain yang harus dia urus.
.
.
__ADS_1
.