Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Bencana?


__ADS_3

Di rumah Ethan, pria itu tampak mencoba menelepon Baruna namun tidak ada jawaban. Karena tidak ada jawaban Ethan mencoba mengirimkan chat untuk Baruna.


Namun saat melihat status yang Baruna taruh barulah Ethan yakin jika Baruna sedang mengurus sesuatu dan tidak ada di dunia manusia.


"Lebih baik aku hubungi dia besok siang"


Gumam Ethan sambil meletakkan ponselnya di atas nakas.


"Ke mana dia ya? Semoga dia baik - baik saja jika harus bertarung"


Gumam Ethan lagi sambil merebahkan diri di atas tempat tidur.


Dia belakangan mudah merasa lelah dan cepat tertidur. Tanpa Ethan sadari seekor elang bertengger di balkon kamarnya sambil menatap Ethan yang sudah terlelap dalam tidur.


.


.


Di istana barat~


Baruna dan Snowy tampak menunggu dengan tenang. Snowy juga sesekali terus menyuapi Kitty dengan apa yang di hidangkan untuk mereka.


Sedangkan Baruna memilih menatap sekeliling tanpa menyentuh makanan di hadapannya. Dia masih terlalu kenyang untuk makan. Lagi pula Baruna sedang hanya ingin makan buah bukan makanan laut.


Dia masih penasaran kenapa mendadak di panggil ke istana Barat. Dalam kebingungannya terlihat banyak makhluk yang menguasai darat maupun laut mulai berdatangan. Hingga di rasa semua sudah berkumpul termasuk Raja Naga Qiulong yang kini berwujud manusia yang sangat tampan.


Baruna sempat terkagum melihat wujud Raja Naga Qiulong dalam wujud manusia. Jarang sekali dia mau menunjukkan wujud seperti itu. Seringnya dia selalu dalam wujud Naga.


"Maaf Aku sudah merepotkan saudara sekalian. Tapi ada hal penting yang harus kalian ketahui semuanya. Ini sangat penting dan berbahaya"


Ucap Raja Ubur- ubur memulai pembicaraan. Tentu itu membuat semua orang bertanya - tanya ada masalah apa yang terjadi.


Sepertinya darat dan laut masih aman saja tidak ada bencana besar yang akan terjadi. Namun mengapa Raja Ubur - ubur begitu tampak serius.


"Mutiara bulan hilang di curi"

__ADS_1


Ucap Raja ubur - ubur.


"APA??!!!"


Semua makhluk lain serempak terkejut. Sedangkan Baruna dan Snowy saling memandang heran. Mereka memang tidak paham apa yang sedang di bahas saat ini.


"Mutiara Bulan adalah salah satu Mustika terkuat. Jika sampai jatuh ke tangan orang yang salah sama saja akan menjadi peperangan besar"


Jelas Raja Naga Qiulong menatap Baruna sehingga makhluk lainnya di sana ikut menatap Baruna.


Baruna mengangguk tanda paham dengan perkataan Raja Naga Qiulong.


"Jatuh ke tangan siapa?"


Tanya salah satu di antara mereka.


"Entahlah. Semua terjadi saat ratu duyung sedang mencari anggotanya yang hilang di dunia manusia. Karena terlalu lama di darat otomatis dia menjadi lemah dan kalah di serang sesuatu. Jasadnya ada di petiĀ  itu"


Jelas Raja ubur - ubur sambil menatap sebuah peti emas di dekat singgasananya.


Ucap Raja ubur - ubur yang tentu di mengerti oleh semuanya.


"Mutiara Naga akan tetap aman"


Ucap Raja Naga Qiulong.


Semuanya menatap Raja Naga Qiulong dengan pandangan heran.


Kaimana yang menyerap semua energi lautan dan langit ke dalam mutiara Naga itu kini sudah kembali. Jiwanya bereinkarnasi di dalam tubuh Baruna. Mungkin itu karena dia hamil sebelum gugur"


Jelas Raja Naga Qiulong yang membuat semuanya menatap ke arah Baruna.


Baruna yang mendengar itu terkejut. Jadi benar dia adalah Kaimana.


"Jaga dengan baik apa yang ada pada mu Baruna. Kau bisa menyelamatkan bumi dan lautan tapi kau juga bisa menghancurkan semuanya dalam satu malam"

__ADS_1


Ucap Raja Naga Qiulong mengingatkan Baruna.


Baruna hanya mampu menghormat tanda paham dengan titah. Dia tidak menyangka ada sesuatu yang besar dalam tubuhnya. Tidak sama sekali.


"Hanya Cakra elang entah di mana. Raja elang juga masih hilang atau lebih tepatnya mereka mungkin bersembunyi karena para naga dan beberapa makhluk laut masih memendam dendam pada mereka setelah kejadian ratusan tahun lalu"


Tambah Raja Naga Qiulong.


Semuanya tampak mengangguk mengerti.


"Baruna. Bisa kau cari di mana mutiara bulan di bawa? Ambil dan rebut kembali bahkan jika kau harus membunuh dan membantai ribuan manusia atau makhluk apa pun akan ku ijin kan asal demi mendapatkan kembali mutiara itu. Jika langit marah itu akan menjadi tugas dan tanggung jawabku"


Ucap Raja Naga Qiulong yang di ikuti makhluk lainnya mendukung perkataan Raja Naga Qiulong.


"Aku juga akan bertanggung jawab untuk itu. Tolong bantu kami Baruna. Kami tidak bisa bebas ada di darat ataupun laut. Hanya Kau yang memiliki ijin dan kemampuan khusus itu"


Tambah Raja Ubur - ubur.


"Kau memang terlahir dan terpilih untuk ini Baruna. Ingat perjanjian kita"


Ucap Raja Naga Qiulong lagi.


Baruna tidak mungkin menolak terlepas dari perjanjiannya dengan Naga Qiulong, dia juga tidak mau ada masalah di dunia manusia atau pun dunia lelembut jika sebuah Mustika sakti jatuh ke tangan yang salah.


"Baruna siap melaksanakan tugas"


Jawab Baruna dengan tegas di hadapan semua makhluk di istana Barat.


Setelah perbincangan itu, mereka semua mengremasi jasad ratu duyung sebagai penghormatan terakhir.


Lalu Baruna dan Snowy pamit kembali ke Goa milik Baruna. Mereka memilih beristirahat di Goa untuk malam itu dan akan kembali ke dunia manusia besok paginya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2