Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Frans - Rico 5


__ADS_3

"Ayo masuk" Ucap Rico mempersilahkan Ethan masuk ke sebuah rumah sederhana di ujung kota.


"Oh oke"


Ethan melangkah masuk ke dalam sambil memperhatikan sekeliling. Rumah yang dari luar tampak biasa dan tidak menarik.


Namun begitu Ethan masuk dia merasakan sesuatu yang tidak nyaman. Seperti ada energi besar di dalam rumah itu yang memberontak.


Ethan berpikir apa ini yang di namakan mencuri aura dan energi makhluk lain yang kuat. Mahluk yang di paksa memberikan energi mereka dengan tidak rela atau bahkan di curi kemampuannya meninggalkan hal yang negatif.


Ethan hanya diam dan berusaha menahan diri. Tinggal sebentar lagi biar Baruna menyelesaikan semua urusannya terlebih dahulu.


"Kau tunggu dulu sebentar di sini" Ucap Rico lalu berjalan menuju ke sebuah ruangan yang tampak terkunci rapat.


Rico membuka ruangan itu dengan kunci yang selalu dia bawa ke mana - mana dan langsung masuk ke dalam ruangan itu.


Ethan tidak biasa melihat apa isi ruangan karena Rico langsung menutupnya begitu tiba di dalam.


Setelah itu Rico tampak keluar dengan membawa kotak kayu yang cukup besar dan berat. Dia meletakkan kotak kayu itu di atas meja.


"Sebentar biar aku lihat apa yang cocok untuk mu" Ucap Rico sambil membuka kotak kayu tersebut.


Begitu kotak itu terbuka, Ethan bisa merasakan sesuatu yang aneh mencuat keluar dari kotak itu. Rasanya ingin sekali Ethan muntah karena energi kotak itu begitu kuat.


"Ini sepertinya cocok. Sebentar ya. Yang ini. Ini kumis harimau dan taring harimau. Ini bukan sembarang benda"  Ucap Rico mengeluarkan dua benda yang berbalut kain putih ke hadapan Ethan.


"Kumis dan taring harimau?" Tanya Ethan dengan ekspresi kebingungan.


"Iya. Kumis dan taring Harimau. Bukan harimau biasa. Tapi harimau suci. Aku mendapatkannya. Ini benda yang sangat hebat dalam melindungi diri dari serangan musuh" Ucap Rico.

__ADS_1


"Sehebat itu kah?" Tanya Ethan tidak percaya.


"Tentu. Benda di dalam kotak ini semua penting dan bagus. Jangan meragukan apa pun" Ucap Rico yang mencoba meyakinkan Ethan kalau dia memiliki kemampuan yang hebat.


Tiba - tiba ponsel Rico yang baru memiliki sinyal itu berbunyi. Ethan bisa melihat nama panggilan masuk yang menghubungi Rico adalah Frans.


'Pasti dia mau minta bantuan' batin Ethan.


"Maaf sebentar ya" Ucap Rico lalu bergerak ke arah jendela dan mengangkat teleponnya.


"Halo"


"..."


"Astaga kau ceroboh. Itu salah mu sendiri"


"..."


"..."


"Aku sibuk"


Ethan tidak bisa mendengar apa yang di katakan Frans. Hanya jawaban dari Rico yang seperti cuek dan tidak peduli dengan masalah Frans.


Ethan melihat sebuah mutiara putih bersinar indah. Tangan Ethan menyentuh benda itu secara refleks. Ethan langsung melihat sebuah ingatan. Seorang wanita yang terbunuh di tangan Rico dengan kejam dan mutiara itu terkena cipratan darah dari wanita itu.


"Apa itu tadi?" Gumam Ethan yang terkejut.


Dia langsung bersikap biasa saja saat mendengar Rico menyudahi pembicaraan teleponnya.

__ADS_1


"Ada apa? Ada masalah?" Tanya Ethan berpura - pura peduli.


"Ah itu Frans. Dia selalu buat masalah. Gak pernah benar apa yang dia lakukan. Ujungnya hanya merepotkan ku juga. Biarkan saja biar lain kali dia tidak gegabah dan sombong" Ucap Rico pada Ethan.


Ethan hanya menatap Rico dengan heran atas pernyataannya.


"Dia selalu begitu. Sepele dengan semua hal dan berujung membuat ku kesusahan membereskan semua masalahnya. Aku sudah lelah. Harusnya dia sudah besar dan bisa mengurus masalahnya sendiri.


"Kau yakin itu tidak apa - apa?" Tanya Ethan memastikan jika Rico memang tidak peduli dengan Frans.


"Iya tenang saja. Dia juga tidak mungkin menyalahkan ku. Aku mengetahui semua rahasia dia." Ucap Rico dengan santainya.


Ethan hanya mengangguk dan menyimpan benda dari Rico.


"Kalau begitu aku pulang dulu. Sudah hampir malam sebentar lag" Ucap Ethan berpamitan.


"Baiklah. Jangan sungkan untuk mencariku kapan kau perlu. Aku siap membantu mu" Ucap Rico tersenyum pada Ethan.


"Terima kasih"


Ethan langsung masuk ke dalam mobil dan memasukkan benda dari Rico ke sebuah kantong khusus dari Baruna.


"Jika dia memberikan sesuatu masukkan ke kantung ini. Jika itu benda buruk maka akan terbakar dengan sendirinya tanpa jejak" 


Baruna memang memberikan sebuah kantong khusus untuk Ethan. Dia takut Rico memberikan sesuatu yang buruk nantinya yang bisa mencelakakan Ethan.


Mobil Ethan melaju menuju ke apartemen Baruna. Dia ingin menceritakan sesuatu pada kekasihnya itu.


.

__ADS_1


.


__ADS_2