
Ethan berendam di dalam kolam teratai di bantu Snowy karena tubuh Ethan masih lemah.
"Diam di sana. Jangan kemana-mana. Setengah jam lagi aku akan kembali. Jika mendengar suara apapun abaikan saja. Paham?" Tanya Snowy mengingatkan.
"Terima kasih" Ucap Ethan yang hanya bisa menuruti perkataan Snowy.
Aroma bunga teratai sangat menenangkan tubuh Ethan. Tak sadar dia malah tertidur sambil bersandar di pinggir bebatuan kolam itu.
Dalam mimpi Ethan melihat sesuatu yang belum pernah dia mimpikan sebelumnya. Tangannya penuh darah. Dia membunuh seseorang menggunakan sebuah pedang yang berukiran burung elang. Tubuh seorang gadis terkapar penuh darah, terlihat luka tusukan pada perut gadis itu. Samar-samar Ethan melihat wajah gadis itu. Hanya mata dan alisnya yang terlihat jelas.
Ethan terbangun dari tidurnya sambil terengah-engah. Dia masih berada di dalam kolam teratai itu.
"Astaga. Mimpi apa itu" Gumam Ethan merasa hatinya pedih.
Snowy yang baru kembali membawakan makanan untuk Ethan melihat wakah Ethan pucat pasi.
"Ada apa? Apa masih sakit?" Tanya Snowy cemas. Jangan sampai dia di anggap malah melukai manusia lagi. Bisa menjadi masalah besar nantinya.
"Tidak. Aku hanya bermimpi aneh" Ucap Ethan.
"Oh. Anggap saja bunga tidur. Ayo keluar. Sudah cukup kau berendam di sana. Coba bangun dan keluarlah sendiri" Ucap Snowy.
Benar saja tubuh Ethan merasa ringan. Berbeda dengan sebelumnya. Kini dia lebih bertenaga jntuk berjalan meskipun sesekali masih terasa sakit dibagian dada yang terluka. Dan ajaibnya luka di kakinya kini menghilang tanpa bekas setelah dia berendam tadi.
"Ah. Aku masih tidak percaya bisa mengalami hal aneh ini" Ucap Ethan.
"Banyak hal rahasia di dunia yang tidak kau pahami. Tapi jangan terlalu jauh mencari tahu dunia kami. Kau akan mati jika salah langkah. Kau hanya manusia biasa, lain hal jika kau manusia terpilih" Ucap Snowy dengan santainya.
Snowy menyodorkan dua piring makanan diatas meja kepada Ethan. Terlihat ada daging wagyu, sayuran, juga buah buahan. Tentu juga ada buah kelapa segar disana.
"Kau makan seperti manusia juga?" Tanya Ethan penasaran dengan mahluk anjing jelmaan itu.
"Tentu. Aku tidak suka makanan mentah. Aku suka makanan manusia" Ucap Snowy jujur.
Ethan merasa aneh. Anjing menyukai makanan manusia bahkan buah buahan.
"Kau aneh" Ucap Ethan.
"Kau lebih aneh!" Balas Snowy kesal.
"Aku??" Ethan tidak mengerti maksud Snowy.
"Ya. Kalau manusia biasa tentu sudah ketakutan bertemu mahluk jadi jadian seperti kami. Kau malah terlihat tenang" Ucap Snowy.
__ADS_1
Ethan baru menyadari, dia memang tidak takut pada Snowy. Hanya dia masih merasa aneh seperti sedang bermimpi.
"Jujur aku masih mengira ini mimpi" Ucap Ethan.
Tiba-tiba Snowy memukul kepala Ethan.
"Aduh!" Pekik Ethan terkejut di pukul mendadak.
"Tuh sakit kan? Berarti kau tidak sedang bermimpi" Ucap Snowy dengan santainya.
Mata Ethan membola tidak percaya. Baru kali ini ada yang berani memukulnya tepat di kepala. Oleh seekor anjing pula.
"Kau ini. Anjing macam apa yang memukul manusia?" Keluh Ethan kesal sambil mengelus bagian yang di pukul Snowy. Tidak keras tapi cukup berasa bagi Ethan.
"Anjing langit! Kau pikir aku anjing sembarangan?" Tanya Snowy.
"Kenapa malah kau mengikuti Baruna? Anjing langit bukannya akan selalu dilangit? Berarti kau dewa?" Tanya Ethan penasaran.
Snowy menghela nafas panjang. Dia terlalu buruk dianggap sebagai dewa.
"Aku pernah membunuh manusia karena sakit hati. Dan itu bukan sekali. Aku sering membuat onar sampai langit juga menghukumku. Disaat terakhir kali aku membuat masalah dan membunuh satu keluarga manusia, aku sudah hampir dihancurkan. Berkat Baruna aku masih selamat. Makanya aku memutuskan untuk setia padanya" Ucap Snowy menjelaskan singkat kisahnya.
"Anjing selalu tercipta untuk setia pada tuannya" Lanjut Ethan. Dia teringat Husky peliharaannya yang begitu setia bahkan selalu menjaga miliknya dengan baik. Tak ada yang bisa masuk ke kamar Ethan jika Ethan tidak ada di rumah. Anjing Huskynya akan berjaga ketat takut jika barang milik Tuannya itu dicuri.
"Aku sangat menyayangi si Bulu. Nama anjing ku Bulu. Dia sangat pintar. Dia selalu mendengarkan apapun yang aku katakan. Meskipun aku sering meninggalkannya di rumah karena sibuk, dia tetap setia pada ku" Ucap Ethan mengingat Bulu-anjing huskynya.
"Baguslah kalau kau menyayanginya. Jika tidak mungkin aku bisa membunuh mu" Ucap Snowy tanpa rasa bersalah.
Ethan hanya tersenyum. Dia mulai memahami bahwa seekor anjing juga punya perasaan yang sama seperti manusia. Hanya saja mereka tidak bisa berbicara layaknya manusia.
"Sampai kapan aku akan disini? Dan dimana Baruna?" Tanya Ethan penasaran.
"Sampai kau benar-benar sehat. Karena jika kau belum sembuh total maka saat kau diserang lagi kau bisa langsung mati" Ucap Snowy.
"Oh. Baiklah. Kau belum menjawab dimana Baruna?" Tanya Ethan lagi penasaran.
"Sedang berburu" Ucap Snowy santai.
"Hah? Berburu? Untuk makanan? Bukannya biasa makan makanan manusia?" Tanya Ethan tidak mengerti.
"Bukan berburu untuk makan. Tapi berburu untuk mencari pelaku dan akar masalah yang berani mengacau di daerahnya" Jelas Snowy sambil tersenyum.
Ethan masih tidak mengerti. Dia tidak paham maksud Snowy. Namun karena lapar dia tidak bertanya lagi dan langsung menikmati makanan yang di bawa oleh Snowy.
__ADS_1
.
.
Di tempat lain, Baruna sedang menginjak seorang cenayang. Itu adalah cenayang berbaju merah yang mengirimkan mahluk jahat untuk membunuh Ethan.
"Katakan siapa yang menyuruh mu?" Tanya Baruna dengan dingin.
"Argh.. Ampun. Dia klien yang baru pertama aku temui. Aku tidak mengenalinya terlalu jauh" Ucap cenayang itu jujur. Dia hanya menerima tugas dan di bayar mahal.
"Kau ingin mati tersiksa di tanganku?" Tanya Baruna dengan tatapan tajam pada cenayang itu.
"Ti-Tidak. Aku minta maaf. Sungguh aku tidak mengenalinya terlalu jauh Tapi yang aku dengar dia sedang berebut warisan dengan orang yang ingin dia bunuh itu" Ucap cenayang itu jujur.
"Apa dia akan kembali ke tempat ini?" Tanya Baruna lagi.
"Mungkin. Dia mengatakan mengetahui ku dari kenalannya kalau aku bisa mengirimkan mahluk yang kuat untuk melakukan apapun" Ucap cenayang itu.
"Baiklah. Jika dia datang, Kau harus menanyakan siapa dia. Jika perlu berikan aku fotonya. Paham? Jangan coba membohongi ku. Kau akan mati jika melakukan itu" Ucap Baruna sambil menatap seekor ular jelamaan yang dia tugaskan bertengger menjadi patuh di dekat meja cenayang itu
Cenayang itu merasa ketakutan dan hanya bisa mengangguk. Mahluk di hadapannya ini berwujud gadis cantik namun sangat kejam. Bahkan peliharaannya yang terkuat harus hangus dan hancur yang membuat si cenayang juga sempat terkena imbas memuntahkan darah.
Baruna meninggalkan tempat cenayang itu kembali ke pantai timur.
Mata Baruna tertuju pada tebing di dekat pantai timur. Tebing yang menyimpan kisah malam terkejam saat tubuhnya dibuang ke lautan.
"Sedikit lagi. Aku bisa mengembalikan nama baik Papa dan Mama. Dea Sari, dimana kau. Aku tak akan melepaskan mu" Gumam Baruna.
Dea Sari yang menyebarkan rumor juga video tak senonoh Baruna ke group chat keluarga mereka. Dea Sari yang tamak akan harta Kakek Baruna. Dea Sari juga yang mengusir dan merebut rumah peninggalan Kakek yang ditinggali keluarga Baruna. Dea Sari bahkan dengan tega menyebarkan kebencian hingga semua orang bahkan tetangga keluarga Baruna turut mencaci maki dan merendahkan keluarganya.
Dea Sari yang tamak dan iri hari. Wasiat sang Kakek yang hanya akan memberikan bagian untuk keturunan perempuan dari anak-anaknya membuat Dea Sari cemburu, meskipun sebenarnya kehidupan Dea Sari sudah bergelimang harta dan bahagia namun itu tidak cukup untuknya. Di keluarga besar ayahnya alias Kakek Baruna, semua anak perempuan tidak ada yang bertahan hidup sampai umur 12 tahun. Termasuk anak perempuan Dea Sari. Hanya Baruna yang satu satunya bertahan hidup dan bisa tumbuh dengan sehat setelah berkali-kali hampir mengalami kematian saat kecil.
"Kau mungkin berbagi darah dengan Papa ku. Tapi kau tak pantas menjadi Tante ku. Akan aku pastikan kau hancur!" Ucap Baruna penuh amarah. Ombak tampak berderu kencang menunjukkan amarah besar Baruna.
.
.
.
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.
-linalim-
__ADS_1