
Kondisi Frans semakin mengkhawatirkan. Bau busuk di daerah pribadinya begitu menyengat. Dia bahkan sudah mendapatkan perawatan dan obat dari dokter polisi namun tidak juga membaik.
Frans juga tidak dapat di diagnosis menderita sakit apa pun. Menurut dokter itu hanya penyakit kulit biasa dan kemungkinan karena Frans tidak bersih selama di tahan di dalam sel.
Itu tentu hal yang konyol. Karena Frans masih selalu bisa mandi di dalam tahanan khusus itu. Dia juga masih berganti pakaian setiap harinya.
Bukan hanya masalah pada kulit yang membuatnya gatal dan pedih setiap saat. Tapi juga bayangan Baruna yang selalu muncul setiap saat membuat Frans dianggap gila oleh para polisi.
Frans selalu meracau tidak jelas, marah - marah di saat tertentu. Bahkan pernah memukuli polisi dan mencekik polisi sambil berkata , "Mati Kau Baruna! Mati!"
Hal itu membuat para Polisi mulai kelelahan mengurus tahanan seperti Frans. Belum lagi aroma busuk yang berasal dari tubuhnya. Terpaksa sesuai ijin dari jaksa, Frans di pindahkan ke sel khusus lainnya yaitu Sel khusus tahanan yang mengalami masalah kejiwaan.
Frans semakin parah, bukan hanya kurus dan tidak terawat. Akhirnya alat kel4minnya terpaksa di potong. Karena sudah membusuk akibat luka busuk yang sudah menyebar dan mengenai bagian pribadinya Frans.
Bisa di gambarkan kini Frans seperti mayat hidup. Jasadnya ada namun jiwanya seperti entah ke mana. Dia lebih banyak diam, jika berbicara juga akan tiba - tiba menjerit dan semua orang di hadapannya selalu tiba - tiba berubah wujud menjadi Baruna.
Itulah yang membuat Frans mendadak menyerang dan terlihat semakin kacau. Tidak ada yang bisa berbuat banyak. Frans juga sudah sulit di mintai keterangan dalam persidangan. Kini dia hanya menunggu ajal.
"Kau tidak mau membunuhnya langsung?" Tanya Snowy pada Baruna saat melihat kondisi Frans yang lebih mirip mayat hidup itu.
__ADS_1
"Tidak. Aku akan membiarkannya terus menderita dan membunuh dirinya sendiri. Agar jiwanya bisa ku bawa ke alam sana untuk di siksa"
Baruna terlihat belum puas membuat Frans menderita. Dia ingin Frans mengalami penderitaan yang lebih lagi bahkan setelah kematiannya.
Setelah puas melihat kondisi Frans yang semakin hancur, Baruna memutuskan kembali ke apartemennya. tidak sengaja mobilnya berselisih dengan mobil Rico yang sepertinya datang mengunjungi Frans.
Baruna terkejut mencium sebuah aroma laut yang kuat dari mobil Rico. Pikirannya mencurigai jika Rico yang sudah menyimpan mutiara bulan. Karena aromanya begitu aneh.
Bahkan Baruna tidak bisa menempelkan sesuatu ke Rico, seolah ada yang melindungi dari apa pun yang ingin mencelakakan atau mengambil keuntungan dari Rico.
"Apa dia yang sudah mengambil benda itu. Kalau benar ini bisa jadi masalah besar" Gumam Baruna di dalam obil.
"Aku harus mengikuti cenayang itu" Ucap Baruna.
Dan benar saja dia menunggu hingga Rico keluar dari rumah sakit jiwa khusus tahanan polisi. Rico tampak melajukan mobilnya menuju ke ujung kota.
Baruna mengikutinya dengan jarak tertentu. Dia cukup terkejut melihat banyaknya korban gadis muda yang sepertinya di bunuh dan di ambil darahnya untuk persembahan tampak menumpuk dengan mata meneteskan darah di belakang mobil Rico.
"Segila itu kah dia? Jika benar maka pasti dia juga berani mengambil Mutiara Bulan" Ucap Baruna yang kesal.
__ADS_1
Baruna tidak bisa terlalu mendekat pada Rico sebelum memastikan benar benda itu ada pada Rico. Dia masih memantau dari jauh. Di sekeliling rumah Rico banyak sekali makhluk aneh.
Baruna teringat dengan kumis dan taring harimau yang Rico berikan pada Ethan. Mungkin dia bisa menggunakannya untuk menembus tempat Rico dan memastikan Mutiara Bulan ada pada Rico.
"Kita kembali ke apartemen. Aku rasa kita punya cara" Ucap Baruna pada Snowy.
"Cara apa?" Tanya Snowy heran.
"Hubungi Ethan untuk ke apartemen. Kita akan coba lagi" Ucap Baruna pada Snowy.
Snowy mengangguk setuju dan mengabari Ethan jika Baruna memintanya untuk datang ke apartemennya.
Mobil Baruna melaju cepat meninggalkan ujung kota untuk kembali ke apartemen. Sepanjang perjalanan Baruna tidak sadar jika seekor Elang terus mengikutinya kemana saja.
.
.
.
__ADS_1