
Sesuai janjinya Jono. Dia membawa Utomo menuju sebuah kabupaten di timur pulau itu. Mereka menuju salah satu desa terpencil di kabupaten itu.
Meskipun ragu awalnya, Utomo tidak juga menghentikan niatnya untuk menemui dukun yang di maksud oleh Jono.
Perjalanan semakin jauh ke dalam hutan yang lebat. Utomo tidak paham dia sedang ada di mana.
Semakin masuk ke dalam hutan semakin pula suasana terasa mengerikan. Bahkan sinyal juga mulai menghilang.
Utomo memang sudah mengabari Sukiyem jika dia ada urusan dengan temannya. Dia beralasan jika temannya itu ingin mengajaknya menemui boss perusahaannya bekerja agar Utomo tak lagi menganggur.
Tentu Sukiyem mendukung dan menyetujui Utomo pergi dengan temannya itu, walaupun dia tidak tau Utomo akan pergi ke mana dan berapa lama akan kembali.
Sepanjang perjalanan semakin dekat dengan sebuah rumah tua di dalam hutan. Perasaan Utomo semakin bergidik ngeri. Dia merasa banyak mata - mata yang memandanginya dan Jono di sepanjang jalan menuju rumah tua itu.
Tiba di depan rumah tua itu. Jono mengajak Utomo segera turun untuk masuk bersama ke dalam rumah itu.
Baru saja tiba di depan pintu, Utomo bisa mencium aroma kemenyan yang semerbak dan menusuk di hidung. Namun apa boleh buat. Dia sudah menguatkan tekadnya dan tidak akan mundur.
Di dalam rumah terlihat seorang pak tua berpakaian hitam. Dia lah dukun yang di maksud oleh Jono. Tanpa perlu Utomo mengatakan maksud kedatangannya ke sana, si dukun sudah paham.
Dukun itu langsung mengeluarkan seekor ayam hitam dan menyembelihnya. Lalu meneteskan darahnya di telapak tangan Utomo.
"Pulang. Kau akan mendapatkan apa yang kau ingin. Tapi ingat. Setiap keinginan mu di capai maka kau akan melihat kematian orang di dekat mu"
Ucapan dukun itu membuat Utomo terkejut. Dia tidak menyangka jika kekayaan dan pekerjaan yang dia harap harus di bayar dengan nyawa orang.
__ADS_1
"Tapi mbah. Itu-"
"Dia tidak akan mengambil nyawa istri atau anakmu jika kau tidak mengizinkannya. Tapi dia akan mengambil siapa pun yang dekat ataupun serumah dengan mu. Istri dan anakmu akan aman selama kau sanggup memberinya tumbal lain"
Mendengar itu tentu Utomo sedikit lega. Dia tidak perlu mengorbankan istri dan darah dagingnya sendiri.
Hingga waktu berlalu. Dan benar saja Utomo mendapat pekerjaan baru. Namun setiap teman dekatnya yang pernah dia ajak makan bersama atau datang ke rumahnya, tidak lama akan meninggal.
Entah karena sakit ataupun kecelakaan. Namun tidak ada yang mencurigai itu. Malah para pekerja mencurigai pabrik tempat mereka bekerja itu yang memakan tumbal.
Hingga Utomo berhasil naik menjadi supervisor dalam waktu singkat, dia juga sudah membeli rumah tak jauh dari rumah orang tua Sukiyem.
Rumah megah dan indah yang sangat mencolok. Kini para tetangga dan saudara yang mencibir malah memuja Utomo.
Mereka senang sekali di ajak ke rumah Utomo yang tergolong sangat mewah di daerahnya. Tentu Utomo mengizinkan mereka karena itu mempermudahnya mendapatkan tumbal.
Untuk berjaga - jaga katanya. Namun kian lama dia mulai kesulitan mendapat tumbal karena banyak orang di dekatnya sudah meregang nyawa.
Jika pun ada hanya orang tidak di kenal namun tidak mudah mengajak mereka bertamu di rumah Utomo. Akan menimbulkan kecurigaan.
Selain itu Utomo semakin tamak. Dia bahkan berselingkuh. Dan di antara wanita selingkuhannya juga ada yang menjadi tumbalnya.
Suatu hari, makhluk yang membantu Utomo hadir dalam mimpinya dan meminta Sukiyem menjadi istrinya dan anak mereka menjadi tumbal karena Sukiyem juga sudah hamil besar tinggal menunggu waktu melahirkan.
Tanpa pikir panjang dan sudah di butakan oleh harta, Utomo menyanggupinya. Apalagi mahluk itu akan memberi imbalan besar atas pengorbanan kali ini.
__ADS_1
Bagi Utomo uang yang dia miliki sudah cukup banyak dan dia akan mudah mendapatkan istri lain.
Utomo pun mengajak Sukiyem yang tengah hamil besar untuk berlibur. Tentu Sukiyem senang, dia tidak tau jika Utomo membawanya ke sebuah Hutan yang sangat gelap.
Utomo membawa Sukiyem ke hutan itu dan meninggalkan istrinya yang meraung - raung menangis ketakutan. Sosok makhluk mengerikan itu keluar dan menarik Sukiyem.
Dengan kasar dia menyetubuhi Sukiyem yang tengah hamil besar dan berkata, "Anak mu akan Aku santap besok, besok adalah hari terbaik untuk makan. Dan kau kini sudah menjadi Istriku. HAHAHAHA".
.
.
Baruna tersentak, dia terbangun dari semedinya. Helaan nafas kasar terdengar. Baruna begitu kesal mendapat penglihatan kehidupan Sukiyem.
Dia akan membalaskan perbuatan pria itu. Pria yang sudah buta akan harta duniawi dan mengorbankan anak dan istrinya sendiri.
"Aku akan membuat Kau meminta kematian, pria brengsek!"
Gumam Baruna sambil menatap kea luar jendela apartemen. Matanya yang penuh amarah terlihat memancarkan warna kuning kehijauan.
,
,
,
__ADS_1
Bersambung..