
Pagi ini Baruna bangun lebih cepat. Dia mulai memasak sarapan untuknya, Ethan juga Snowy.
Pagi ini dia memutuskan membuat nasi goreng seafood untuknya, Ethan dan Snowy. Sedangkan dia membuat bubur ikan khusus untuk Kitty.
Aroma masakan Baruna membuat Ethan yang tidur di sofa ruang tamu apartemen terbangun.
Perlahan dia beranjak mendekati Baruna dan memeluknya dari belakang.
"Harum sekali" Ucap Ethan sambil menaruh dagunya di bahu Baruna.
Terlihat begitu romantis kedua makhluk Tuhan berlainan jenis dan alam itu.
"Ah maaf, apa kegiatan memasakku mengganggu tidur mu?" Tanya Baruna yang berpikir Ethan terbangun karena suara ribut memasak.
"Tidak. Aku terbangun karena aroma masakanmu sangat harum. Sepertinya sangat lezat ya" Ucap Ethan memuji masakan Baruna.
"Mau coba?" Tanya Baruna yang mengambil sendok kecil yang dia gunakan untuk mencicipi masakan.
Ethan mencicipi sedikit nasi goreng itu. Dia terkejut karena sangat nikmat. Biasanya juga masakan Baruna selalu enak tapi entah mengapa pagi ini dia merasa semakin nikmat.
Mungkin karena bumbu - bumbu cinta yang turut di masukkan Baruna ke dalam masakkannya pagi itu.
"Perfecto" Ucap Ethan sambil membuat bulatan dengan jempol dan telunjuknya.
__ADS_1
Hal itu membuat Baruna tersenyum senang. Dia melihat sisi lain Ethan lagi hari ini. Begitu manja dan sangat pintar memuji.
"Dasar. Sana mandi dulu. Biar nanti kita makan bareng" Ucap Baruna pada Ethan.
Ethan langsung menuruti perkataan Baruna. Dia segera membersihkan tubuhnya di kamar mandi sebelum sarapan bersama Baruna dan Snowy.
Tidak lama Snowy juga bangun bersama Kitty dalam pelukannya.
"Wah. Sepertinya enak. Itu bubur Kitty jauh lebih enak dari pada bubur yang biasa kau buat untuk ku"
Protes Snowy pada Baruna. Memang Baruna belum pernah membuatkan bubur daging ikan untuk Snowy.
"Lain kali akan aku buat. Sana bersihkan wajah mu setelah Ethan selesai mandi" Ucap Baruna.
Sesekali Snowy melirik pada Baruna. Dia tidak bisa menahan diri untuk memastikan sesuatu.
"Kau akan berhenti balas dendam?"
Tanya Snowy pada Baruna yang begitu terlihat berbunga - bunga sejak semalam. Seolah kekejaman Baruna sudah hilang di telan oleh rasa cintanya juga Ethan.
"Jangan khawatir. Aku hanya akan lemah pada Ethan. Tidak pada dendam ku. Dia juga sudah berjanji akan membantu ku membalas semua dendamku"
Ucap Baruna yang terdengar serius. Snowy hanya bisa mengangguk dan percaya dengan perkataan Baruna.
__ADS_1
Setelah Ethan selesai mandi, giliran Baruna dan Snowy yang membersihkan diri lalu mereka sarapan bersama.
Setelahnya Baruna ikut Ethan ke kantornya untuk mengambil mobil Baruna yang parkir inap di perusahaan Ethan semalam.
"Aku pergi dulu" Ucap Baruna pada Ethan sambil memasuki mobilnya.
"Hati - hati. Aku akan menghubungi mu setelah meeting nanti" Ucap Ethan sambil mengecup kening Baruna.
Ethan tidak peduli dengan pandangan heran dari karyawannya melihat kemesraan Ethan dan sosok Avisa di parkiran perusahaan.
"Iya. Aku pergi dulu. bye" Ucap Baruna pada Ethan lalu melajukan mobilnya.
Ethan tampak berpikir, dia akan mulai mendekati Rico secara alami mulai hari ini. Waktu mereka tidak banyak hingga Rabu Legi nanti.
"Mereka pasti akan ke club hari ini"
Gumam Ethan yang langsung memeriksa isi group chat yang terdapat Frans di dalamnya. Frans dan yang lain tampak membahas akan berkumpul malam itu di club. Ethan tentu akan ikut serta untuk mendekati Rico..
"semoga semua bisa berjalan lancar" Gumam Ethan lagi.
.
.
__ADS_1