
Bulan pun bersinar dengan terang dan cahaya itu lurus menyinari tubuh Ethan dan Baruna. Keduanya berciuman di bawah sinar rembulan yang indah malam itu.
Wujud Ethan dan Baruna tiba - tiba berubah, Ethan menjadi sosok Pangeran Arvie lengkap dengan pakaian pangeran perangnya. Dan Baruna berwujud Kaimana lengkap dengan pakaian putrinya yang indah.
"Aku menemukan mu Kaimana. Maaf Aku terlalu lama" Ucap Ethan tiba - tiba.
Baruna yang seolah tersihir tampak meneteskan air matanya dan menyentuh wajah Ethan di hadapannya itu.
"Arvie~"
.
.
Baruna dan Ethan di bawa ke penglihatan ratusan tahun lalu. Di sana terlihat Pangeran Arvie dan Kaimana sedang menaiki kuda bersama di sebuah taman bunga yang indah.
"Kemarilah istriku" Ucap Pangeran Arvie dengan lembut pada Kaimana.
"Kita belum sah pangeran. Jangan menyebutku begitu" Ucap Kaimana yang tampak protes pada perkataan Pangeran Arvie.
"Kalau begitu. Calon istriku? atau wanitaku?" Tanya Pangeran Arvie begitu lembut dan penuh cinta pada Kaimana.
"Terserah lah. Di sini bagus sekali tapi tidak ada teratai" Jelas Kaimana sambil memperhatikan sekelilingnya.
"Kau adalah teratainya Kaimana. Kita tidak butuh teratai lain. Cukup kau saja sudah membuat taman ini menjadi sangat indah" Ucap Pangeran Arvie.
Gombalan klasik itu mampu membuat Kaimana begitu terbawa suasana. Keduanya berciuman di taman itu dan terus tertawa bersama. Indah sekali kebersamaan keduanya.
Bahkan Kaimana di buatkan sebuah rumah sederhana di lembah pelangi kematian. Ah dahulu nama lembah itu hanya lembah pelangi. Terlihat tulisan di dinding batu di air terjun itu yang menunjukkan nama tempat itu adalah lembah pelangi.
Di sana Kaimana tinggal dan Pangeran Arvie banyak menghabiskan waktu di tempat itu berlatih pedang, menulis, maupun melukis di temani Kaimana.
Keduanya juga tampak sering berlatih bela diri bersama. Kaimana bukan gadis lemah. Dia keturunan Naga. Dia merupakan penjaga kekuatan dan menguasai lautan.
Darah Kaimana bahkan bisa menghidupkan kembali semua makhluk laut yang mati dan bisa menyembuhkan bencana wabah penyakit baik di laut maupun darat.
Karena itu Kaimana sangat di puji sebagai dewi penguasa. Banyak rakyat yang memujanya dan tau dia bersama pangeran Arvie. Rakyat begitu mendukung dan senang melihat kebersamaan pangeran perang di kerajaan mereka itu bersanding dengan putri penguasa lautan.
Tentu kesejahteraan para rakyat di kerajaan itu akan terjaga dengan baik jika keduanya saling mencintai seperti itu. Mereka bahkan ingin Pangeran Arvie menjadi raja berikutnya karena pangeran Arvie memang petarung hebat yang sudah banyak melumpuhkan negara lawan yang mencoba mengganggu ketenangan kerajaan.
Sore itu pangeran Arvie tampak duduk di dekat air terjun dengan perlengkapan lukisnya. Dia melukis Kaimana. Namun setiap lukisannya serasa kurang dan tidak cocok.
"Ada apa?" Tanya Kaimana yang datang membawakan teh dan camilan untuk Pangeran Arvie.
"Ini tampak aneh. Aku harus lukis ulang" Ucap Pangeran Arvie menunjukkan lukisannya pada Kaimana.
" Hmmm. Ini cukup bagus. Aku suka" Ucap Kaimana sambil tersenyum.
Melihat senyuman indah itu membuat Pangeran Arvie tidak tahan untuk mengecup bibir Kaimana.
"Aku akan melukis yang lebih indah lagi untuk mu. Aku berjanji. Semua ruangan di kerajaan akan ada lukisan dirimu" Ucap Pangeran Arvie terdengar serius.
"Terima kasih" Ucap Kaimana sambil memeluk pangeran Arvie dari samping.
Keduanya kembali menikmati suasana di sana. Pangeran Arvie melihat Kaimana yang selalu sibuk membuatkan makanan dan minuman untuknya merasa tidak rela sang wanita tercinta harus mengurus hal itu untuknya.
__ADS_1
Seharusnya Kaimana hanya duduk dan memerintah pelayan. Tapi di sana tidak ada pelayan karena itu merupakan wilayah kekuasaan pribadi Kaimana.
Tidak ada manusia yang bisa dengan mudah dan sesuka hari memasuki wilayahnya. Bisa di katakan itu adalah lembah terlarang yang boleh di masuki oleh manusia biasa.
Hanya Pangeran Arvie yang boleh masuk. Pangeran Arvie yang merupakan darah dari Raja Elang juga sudah di tandai Kaimana sebagai pasangannya tentu bisa keluar masuk tanpa hambatan di setiap wilayah kekuasaan Kaimana.
Raja Elang merupakan salah satu Raja dunia lelembut yang sangat di segani karena menguasai salah satu Mustika terkuat. Yaitu cakra Elang. Dan cakra itu dia turunkan pada Pangeran Arvie.
Wajar jika sang pangeran perang itu tidak pernah kalah di medan perang. Dia selalu menang dan dengan mudah menundukkan lawannya.
"Kau tidak mau tinggal di istana kerajaan saja? Atau biarkan ada pelayan di sini. Aku tidak tega kau harus mengerjakan pekerjaan rumah begini. Itu sungguh melelahkan" Ucap Pangeran Arvie yang memang sangat mencintai Kaimana.
Kaimana tampak tersenyum lalu menggelengkan kepalanya perlahan.
"Ini wilayah kekuasaan ku. Tidak bisa di masuki sembarangan. Akan celaka jika manusia masuk ke sini. Aku juga belum resmi menikah dengan mu tapi jika bisa aku juga tidak ingin tinggal di istana kerajaan rasanya sangat asing dan tidak nyaman. Aku sudah mengurusi pekerjaan rumah jika itu untuk kenyamanan mu" Ucap Kaimana dengan tulus.
"Kau tidak mau tinggal di istana kerajaan setelah kita menikah nanti?" Tanya pangeran Arvie lagi.
"Iya. Aku tidak mau. Bolehkah kita tinggal di sini atau tempat lain saja. Aku tidak nyaman apalagi kau bukan raja. Kau hanya pangeran. Rasanya aneh jika kita tinggal di istana kerajaan dan tidak bebas" Ucap Kaimana jujur.
Pangeran Arvie tampak paham. Memang seharusnya pangeran yang sudah berusia 15 tahun ke atas dan yang sudah menikah harus tinggal di luar istana kerajaan.
Namun karena dia merupakan putra kesayangan baginda Raja, Pangeran Arvie di perintahkan tetap tinggal di dalam istana kerajaan.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan membuatkan sebuah rumah untuk kita di luar lingkungan istana. Hmmm. Bagaimana jika di desa atas lembah ini. Akan sangat dekat untuk mu datang ke sini setiap saat" Ucap Pangeran Arvie memberi ide.
Kaimana tersenyum dan mengangguk tanda setuju pada perkataan Pangeran Arvie. Keduanya tampak saling berpelukan hangat.
Pemandangan kasih keduanya yang begitu indah dalam penglihatan Ethan maupun Baruna
.
.
Keduanya tersadar, Alam sedang membangkitkan ingatan masa lalu mereka.
"Pangeran~" Ucap Baruna memeluk Ethan dengan erat dan sambil menangis.
Dia merasa bahagia bisa melihat sosok yang di cintainya di masa lalu tapi di sudut hati terdalam terasa sesuatu yang mengganjal dan membuatnya tak kuasa menahan tangis dan kesedihan. Entah apa itu.
Ethan yang sadar Alam sudah membuatnya dan Baruna mengingat kisah kehidupan lalu mereka kini semakin mencintai Baruna dan takut kehilangannya lagi.
Ethan yang melihat bagaimana dia di kehidupan lalu membunuh wanitanya itu tentu merasa takut, dia takut Baruna tau jika Kaimana mati di tangan pangeran Arvie walau mereka belum tau apa yang menyebabkan Pangeran Arvie begitu marah dan membunuh Kaimana dengan pedangnya sendiri.
"Aku berjanji. Di kehidupan ini akan melindungi mu. Aku berjanji" Ucap Ethan sambil memeluk erat Baruna.
"Maafkan aku~" Tambah Ethan lagi. Dia begitu takut jika Baruna kembali terluka lagi.
Baruna melepas pelukan Ethan dan menghapus airmata pria itu.
"Mungkin ini yang membuatmu bisa mengenali wujud asli ku meskipun aku dalam sosok Avisa. Kita ternyata memiliki ikatan yang kuat sejak dulu" Ucap Baruna.
"Maafkan aku. Maaf" Ethan terus meminta maaf pada Baruna.
Dia merasa sudah menjadi pangeran Arvie yang membunuh Kaimana. Dan juga pernah dengan kasar menyentuh tubuh Baruna. Dia merasa begitu buruk pada orang yang sangat dia cintai.
__ADS_1
"Aku merindukan mu. Kenapa kau harus meninggal muda. Banyak sekali lukisan itu. Kau benar menepati janjimu" Ucap Baruna sambil terus menyentuh wajah tampan Ethan.
"Aku sangat merindukanmu sampai mati. Aku mencintaimu" Ucap Ethan yang kembali memeluk erat Baruna.
.
.
.
Ethan tampak mengantar Baruna kembali ke apartemennya setelah sebelumnya memerintahkan satpan di perusahaan membiarkan dan menjaga mobil Baruna yang masih ada di perusahaan Ethan.
Besok pagi Baruna akan mengambilnya. Karena kini mereka ingin menghabiskan waktu berdua bersama. Rasa rindu keduanya begitu besar hingga tak ingin melepas satu sama lain.
"Snowy akan sangat terkejut" Ucap Ethan pada Baruna.
Baruna tertawa kecil. Dia hampir lupa mengabari Snowy, biarlah mereka nanti akan berbicara di apartemen.
Begitu tiba di apartemen tak sedikit pun Baruna dan Ethan melepaskan genggaman satu sama lain. Hingga mereka masuk ke dalam unit apartemen tentu itu mengejutkan Snowy.
Namun insting anj1ng langit itu sangat tajam. Dia paham apa yang terjadi. Pastilah Pangeran Arvie dan Kaimana sudah saling menemukan.
Snowy tau itu akan terjadi karena Naga Qiulong sudah berkata jika Pangeran Arvie dan Kaimana memiliki takdir yang belum selesai.
"Ah sepertinya aku mendapat kejutan secara tidak langsung ya?" Ucap Snowy sambil melirik genggaman tangan kedua sejoli itu.
"Kau sudah tau hal ini?" Tanya Baruna pada Snowy yang tidak tampak terkejut.
"Ya. Tentu. Aku sudah tau. Tapi aku tidak bisa ikut campur. Selamat kalian sudah kembali bersama" Ucap Snowy dengan santai.
Baruna tidak bisa marah karena benar adanya. Snowy tidak boleh ikut campur tentang keberadaan dan kehidupan Baruna sebelumnya.
"Aku ganti baju dulu. Nanti kita makan bersama" Ucap Baruna pada Ethan.
Ethan hanya mengangguk dan tersenyum. Baruna segera masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Tampak Snowy mendekati Ethan. Dia terlihat menatap Ethan dengan serius.
"Aku tidak bisa menentang hubungan kalian karena takdir kalian belum selesai. Tapi ingat perkataan ku. Jangan sampai Baruna terluka dan mati untuk mu seperti kehidupan lalu" Tegas Snowy dengan nada sepelan mungkin agar Baruna tidak mendengarnya.
Ethan sedikit tersentak. Ucapan Snowy seolah Snowy tau penyebab Pangeran Arvie membunuh Kaimana.
"Kau tau? Penyebab Pangeran Arvie membunuh Kaimana?" Tanya Ethan penasaran.
"Maaf. Cuman itu yang bisa aku katakan" Ucap Snowy sambil menghela nafas berat. Dia tidak bisa menceritakan sebab kematian Kaimana di tangan Pangeran arvie.
"Hanya saja itu sebuah kesalahpahaman antara Pangeran dan Kaimana. Untuk selebihnya kau harus cari tau sendiri" Ucap Snowy lagi.
Ethan mengangguk tanda paham. Setelah itu terlihat Baruna keluar dari kamar dan mengajak mereka untuk duduk di meja makan karena Baruna akan menyiapkan makan malam mereka.
"Duduk dan tunggu sebentar ya" Ucap Baruna yang langsung mulai membuat spagetti dan daging wagyu panggang.
.
.
__ADS_1
.