Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Ketemu...


__ADS_3

Ethan mengantarkan Baruna kembali ke apartemen nya bersama Snowy. Ethan sangat senang bisa bersama dengan Baruna dan Snowy. Mereka bahkan sempat berhenti di sebuah cafe yang memperbolehkan hewan peliharaan turut masuk.


Ketiganya menikmati makanan di cafe itu sebelum kembali ke rumah masing-masing.


Baruna yang baru tiba di apartemen langsung membersihkan tubuh dan beristirahat lebih cepat. Dia memiliki tugas besok untuk mencari keberadaan dua pengkhianat itu dan mendekati keduanya.


.


Di tempat Ethan dirinya baru tiba dirumah. Mama Ethan meminta putranya menginap dirumah besar malam itu karena dia sangat merindukan sang putra.


"Hai sayang. Sudah makan?" Tanya Nyonya Christian -Mama Ethan.


"Sudah Ma. Ethan istirahat dulu ya" Jawab Ethan sambil tersenyum tipis


"Sayang tunggu sebentar. Tante Ira mau datang dengan putrinya" Ucap Nyonya Christian.


"Ma. Aku sudah bilang aku tidak tertarik dengan anak Tante Ira. Jadi tolong berhenti menjodohkan ku" Ucap Ethan yang tidak ingin perjodohan itu terjadi.


"Kamu sudah cocok memiliki pendamping. Mau tunggu apa lagi. Mama juga ingin cepat punya cucu" Ucap Nyonya Christian.


"Astaga Ma. Aku baru berusia 28 tahun. Tenang lah. Bahkan yang jauh lebih tua dari pada ku juga santai saja" Ucap Ethan merendahkan nada bicaranya yang sebenarnya tidak enak sekali saat itu.


"Temui dulu putri Tante Ira. Dia sangat cantik juga pintar. Selain itu pekerjaannya juga bagus. Kamu pasti suka sayang" Ucap Nyonya Christian berusaha membujuk Putranya itu.


"Aku tidak tertarik Ma. Sudahlah. Daripada Mama terus sibuk menjodohkan ku lebih baik mendoakan ku menemukan orang yang aku harapkan" Ucap Ethan lalu beranjak menuju kamar tidurnya.


Nyonya Christian terdiam mendengar perkataan putranya itu. Nyonya Christian menduga bahwa Ethan sedang jatuh cinta dengan seseorang namun mungkin perempuan itu menolaknya.


"Aku harus mencari tahu siapa gadis itu. Aku tidak ingin wanita dari keluarga yang rendahan menjadi menantuku" Ucap Nyonya Christian.


.


.


Di apartemen, Baruna tampak tidak dapat tidur. Padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dirinya menatap langit langit kamar.


Baruna keluar dari kamar untuk mencari minuman untuk menenangkan pikirannya.


"Ada apa? " Snowy tampak duduk dengan santai menonton di ruang tamu apartemen itu.


"Entahlah. Aku tidak bisa tidur" Ucap Baruna sambil meminum sekaleng bir.


"Pergilah. Cari manusia-manusia itu. Aku yakin mudah menemukannya. Kau sudah menandainya bukan?" Tanya Snowy.

__ADS_1


"Ya sudah aku keluar dulu" Ucap Baruna pada Snowy.


Baruna keluar mengendarai mobilnya. Dia menajamkan insting dan telinganya mencari dimana orang yang dicarinya.


Baruna tersenyum smrik. Dia bisa mendengar pertengkaran kedua manusia itu dan mendengar Huston menelepin temannya untuk menemaninya ke sebuah bar.


Mobil Baruna segera melesat menuju Bar yang di sebut oleh Huston. Baruna tiba di bar itu dan duduk di meja bar dekat dengan bartender.


"Malam Nona. Ingin pesan apa?" Tanya Bartender itu dengan ramah.


"Berikan aku macallan saja. Dan buah segar" Ucap Baruna sambil tersenyum.


"Baik. Mohon tunggu sebentar Nona" Ucap Bartender itu lalu segera menyiapkan pesanan Baruna.


Tampak dua pria masuk. Salah satunya adalah Huston. Mereka duduk di sebelah Baruna yang sedang asik memainkan ponselnya.


"Sialan! Perempuan tuh semakin menjadi. Padahal juga duit semua dia yang pegang!" Keluh Huston.


Baruna tersenyum dalam hati. Masalah yang memicu pertengkaran dua orang pengkhianat itu adalah uang. Wajar sekali karena mereka juga mengambil uang Baruna.


"Lantas gimana? Aku kirain kau berantam gara ketahuan main sama perempuan lain" Ucap teman Huston.


"Hah. Siapa suruh dia udah longgar." Ucap Huston menghina tubuh Merry. Padahal mereka tampak sangat mesra bahkan bisa bersama-sama menipu Baruna dan menjebak Baruna.


"Hei Bro. Yakin cuman minum Bir? Biasanya minum yang mahal" Ledek temannya Huston.


"Enggak bisa. Duit aku semua di pegang tuh nenek lampir. Notifikasi kartu juga masuk ke dia" Keluh Huston.


"Kau sih. Udah ku bilang jangan kasih dia pegang keuangan penuh. Kena kan kau" Ledek teman Huston lagi.


"Ah! Diem deh! Aku mau enjoy bukan denger nyinyiran orang! " Ucap Huston yang langsung menghabiskan segelas besar bir.


Baruna memanggil bartender memberikan dua gelas kosong untuk whiskey. Lalu menuangkan macallan miliknya.


"Berikan pada dua tamu sebelah ku" Ucap Baruna sambil memberi tips kepada si Bartender.


"Baik Nona. Terimakasih" Ucap Bartender itu tersenyum bahagia.


Bartender itu menyerahkan dua gelas whiskey kepada Huston dan temannya lalu menujuk Baruna yang sudah memberika minuman itu.


Huston dan temannya langsung menoleh kearah Baruna. Dimata mereka sosok yang mereka lihat adalah Avisa, gadis blasteran yang sangat cantik dan anggun.


Huston mendekati Baruna.

__ADS_1


"Hai. Makasih ya. Kenalkan aku Huston" Ucap Huston mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan sosok Avisa dihadapannya itu.


Baruna tersenyum menyambut uluran tangan Huston.


"Halo. Avisa" Jawab Baruna.


"Wah. Nama yang cantik seperti orangnya" Ucap Huston yang tampak menggoda Baruna.


"Enjoy ya" Ucap Baruna sambil mengangkat gelasnya.


Huston kembali ketempatnya duduk dan melanjutkan pembicaraannya dengan temannya itu.


Baruna menuju ke kamar kecil dan mendengar seorang wanita yang membicarakan tentang urusan ranjang suaminya yang buruk dibanding selingkuhan nya.


Timbul ide di kepala Baruna. Tanpa wanita itu sadari Baruna meniupkan angin dan suara di telinga Wanita itu. Wanita itu tampak terhipnotis hingga patuh dan mengikuti perkataan Baruna.


Wanita itu bergerak menuju meja bar dan berkenalan dengan Huston. Tak butuh waktu lama keduanya menuju kamar hotel.


Huston tidak tahu bahwa wanita itu mengambil ponsel Huston dan merekam kegiatan panas mereka secara live di akun media sosial milik Huston. Kesalahan Huston tidak pernah menggunakan kode password untuk mengunci ponselnya. Baruna tau hal itu karena Mery membenci Huston menyimpan rahasia di ponselnya.


Perbuatan tak pantas Huston dengan wanita yang sudah bersuami namun masih suka berselingkuh itu di tonton oleh ribuan orang. Bahkan diantaranya sengaja merekam kembali siaran live itu.


Orang-orang sangat terkejut terutama Merry. Dirinya mengamuk di rumah. Baruna bisa melihat dari depan rumah mereka. Merry tampak menjerit dan melempar barang barangnya.


Seekor burung terbang dan hinggap di kaca spion mobil Baruna.


"Pantau mereka terus dan laporkan padaku. Sebentar lagi aku akan menghancurkan semua yang sudah mereka miliki sampai mereka memilih untuk mati" Ucap Baruna memerintah burung jelmaan itu.


Burung itu kembali terbang dan hinggap di atas rumah yang di tempati Hudson dan Merry.


Mobil Baruna melaju kembali ke apartementnya. Dirinya akhirnya bisa merebahkan dirinya dan tidur dengan tenang.


"Hukuman untuk kalian baru di mulai. Jangan harap aku akan melepaskan kalian atau berbaik hati lagi. Baruna yang dulu sudah mati ditangan kalian" Ucap Baruna menatap tajam ke luar jendela.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.


-linalim-

__ADS_1


__ADS_2