
"Kau Avisa bukan?"
Seorang wanita cantik menyapa Baruna dengan penuh senyuman.
"Iya. Maaf Anda?"
Baruna memang tidak mengenal wanita itu.
"Perkenalkan Aku Indah. Aku penggemar mu. Aku suka dengan semua kegiatan sosial mu dan Aku punya kegiatan yang sama tapi belum sehebat mu, Avisa"
Ucap wanita bernama Indah memperkenalkan dirinya.
Di lihat dari penampilannya yang tidak terlalu mewah membuat Baruna cukup yakin jika Indah memang suka berdonasi untuk yang membutuhkan.
"Tidak juga. Yang Aku lakukan hanya hal kecil kok"
Ucap Baruna merendah. Dia memang merasa apa yang dia lakukan kecil hanya hal kecil.
Dan tidak perlu terlalu di sanjung oleh siapa pun.
"Kau sangat merendah. Ah ya di sebelah mu ini Putra Tuan Christian bukan?"
Tanya Indah sambil menatap Baruna dan Ethan bergantian.
"Perkenalkan, Aku Ethan Ezra Christian"
Ucap Ethan menyalami Indah untuk berkenalan.
"Ah ya Aku ingat. Beberapa kali kau masuk ke dalam berita pria muda yang sukses. Senang bertemu dengan kalian"
Ucap Indah membalas salaman Ethan.
Ketiganya tampak berbincang ringan hingga Indah di panggil oleh salah satu temannya.
__ADS_1
Ethan dan Baruna langsung menuju ke arah dekat podium pesta. Ethan memperkenalkan pemilik acara.
Acara yang mengundang semua pebisnis maupun pelaku donasi sosial. Mereka semua tampak senang berkenalan dengan Avisa secara langsung. Sudah lama orang - orang itu ingin berkenalan dengan sosok Avisa yang sedang terkenal dengan kekayaan keluarganya juga sifatnya yang suka membantu dan berdonasi.
"Ah ya di mana si sombong itu"
Celetuk salah satu di antara pria yang hadir di sana.
Baruna menatap heran pada Ethan. Ethan hanya menaikkan satu alisnya tanda tidak paham apa yang di maksud orang - orang di sana.
"Paling juga telat. Dia memang sombong"
"Ah paling juga jemput Rico si cenayang"
Baruna dan Ethan refleks saling memandang. Sepertinya yang di bicarakan orang - orang itu adalah sosok Frans.
"Siapa maksud kalian Tuan -Tuan yang terhormat?"
Sarkas Ethan sambil bergurau agar tidak mencolok jika dia dan Baruna sengaja ke tempat itu untuk mencari tau soal Frans.
"Bukan hanya sombong tapi juga menjijikkan"
Dua orang lainnya menyambar pertanyaan Ethan.
Baruna dan Ethan tersenyum kecil. Terpancing!
"Loh kenapa memangnya?"
Tanya Ethan seolah tidak paham.
"Astaga, Kau tidak tau? Dia itu gila. Memacari banyak wanita juga menjadikan mereka barang pemuas untuk investornya. Dia sudah mirip muncikari di antara para pebisnis. Aku sangat takut jika anak perempuanku atau keponakan Ku mengenal manusia seperti dia"
Ucap salah satu pria yang tampak lebih tua dari semua orang di sana.
__ADS_1
Baruna terdiam mendengar hal itu. Ternyata Frans sudah terkenal buruk adat dan sikapnya. Kenapa dulu dia sangat bodoh dan tertutup matanya.
"Astaga. Seburuk itu kah?"
Tanya Ethan berpura - pura bodoh di sana.
"Ya sangat buruk. Ah, Nona Avisa. Anda harus hati - hati dengan pria bernama Frans itu. Sepertinya dia juga punya sesuatu yang membutakan banyak wanita sampai patuh padanya"
Tambah pria itu memberi informasi.
Ya Baruna juga mencurigai hal itu karena Ethan mengatakan Rico sangat dekat dengan Frans. Selain itu Rico juga cenayang yang cukup terkenal hebat di antara pebisnis.
Walaupun ada pebisnis yang persis Ethan, tidak percaya dengan hal seperti itu. Mereka juga banyak yang tidak percaya dengan kekuatan gaib dan menganggap Frans memang pintar merayu juga memang wanita yang tergoda itu sangat bodoh.
"Sudah jangan membahas orang itu. Bikin geli saja ada orang seperti itu. Memalukan sekali bagi pebisnis seperti kita harus menerima dia sebagai bagian penerus bisnis keluarganya"
Tambah yang lainnya yang memang tidak menyukai Frans juga.
Mereka membahas hal lain yang tidak berkaitan dengan Frans. Baruna merasa kurang puas dengan hanya pembahasan singkat itu.
Dia berharap bisa tau sesuatu yang lain yang membuatnya bisa menjatuhkan nama Frans di publik dan setelah itu baru dia akan menyerangnya menggunakan kekuatan yang dimiliki Baruna. Lebih tepatnya menyiksa pria itu.
Namun satu informasi penting adalah benar kemungkinan Rico ada di balik ke suksesan Frans yang bisa membuat banyak wanita terjebak dalam bisnis gelapnya itu.
"Dia datang"
Bisik Ethan di telinga Baruna sambil memeluk erat pinggang gadis yang di cintainya itu.
Mata Baruna menatap ke arah pintu masuk. Terlihat pria yang sangat dia benci berjalan masuk ke dalam ruangan pesta.
.
.
__ADS_1
.