
Baruna perhatikan di sana sangat banyak lukisan gadis berwajah sama dengannya.
Gulungan gambar itu berserakan di ruangan itu. Ada juga lukisan gadis itu dengan pria yang ada di pigura di luar ruangan itu.
"Apa maksudnya semua ini"
Gumam Baruna yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Begitu banyak lukisan wajah yang mirip dengannya. Dan beberapa di antaranya terlihat juga ada wajah pangeran yang mirip dengan Ethan.
Baruna berjalan menyentuh lukisan di dinding itu. Sekilas dia melihat nama yang tertulis di sudut kanan bawah setiap lukisan itu.
Sang Naga akan kembali.
Kaimana.
Lembah pelangi kematian.
Kalimat itu tertulis di setiap lukisan gadis itu. Hal itu membuat Baruna sangat penasaran.
"Et. Kau lihat tulisan ini?"
Ucap Baruna sambil menunjuk tulisan yang ada di sana.
Ethan tampak mulai bisa menenangkan dirinya sendiri.
Dia langsung berdiri dan berjalan mendekati Baruna. Perlahan Ethan memperhatikan tulisan yang di tunjuk oleh Baruna.
Mata Ethan membola terkejut.
"Lembah pelangi kematian?"
Gumam Ethan. Pikiran Ethan menuju ke air terjun yang indah di dalam mimpinya.
"Jujur aku tidak paham ini maksudnya apa. Banyak sekali lukisan wajah yang mirip dengan ku. Dan Kaimana ini siapa. Aku juga bermimpi pangeran yang persis foto di depan sana memanggilku Kaimana"
Jelas Baruna yang masih kebingungan.
Bukan hanya Baruna, Ethan sendiri sedang berusaha mencari hubungan antara mimpi yang dia alami itu. Dia masih tidak paham dengan apa yang terjadi kini. Ingin tidak mempercayainya namun ini nyata.
Baruna yang masih bingung mulai melihat - lihat lagi lukisan yang ada dan menemukan sebuah lukisan naga yang sangat indah. Bermata kuning dan hijau.
"Et!!"
Seru Baruna lagi. Dia bisa merasa seperti melihat dirinya sendiri dari lukisan itu.
Ethan langsung berlari menuju Baruna dan ikut melihat lukisan naga itu.
"Ini--"
Ethan turut terkejut. Naga itu persis wujud seekor naga yang pernah Ethan lihat mengelilingi tubuh Baruna.
Keduanya terdiam dan merapikan barang - barang yang ada sebelum keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Sesaat setelah melangkah keluar dari ruangan itu, pintunya kembali tertutup sendiri.
Baruna dan Ethan saling memandang, Baruna kembali mencoba membuka ruangan itu, dan itu benar sudah terkunci lagi dengan erat.
"Sepertinya hanya Kau yang bisa membuka ruangan ini. Lantas bagaimana bisa Papa mu mendapat lukisan gadis itu?"
Tanya Baruna heran.
"Entahlah. Lebih baik kita tanya pada pegawai tadi. Mungkin mereka tau sesuatu"
Baruna mengangguk setuju dengan perkataan Ethan. Keduanya segera menuju halaman luar rumah untuk mencari kedua pegawai itu.
"Tuan ada yang bisa saya bantu?"
Tanya salah satu pegawai yang tampak sedang membersihkan dedaunan di halaman rumah.
"Pintu itu selalu tertutup bukan? Tapi kenapa Papa ku bisa menemukan salah satu lukisan?"
Tanya Ethan heran.
"Lukisan? Ah gulungan? Entah lah itu ada di bawah lukisan Tuan Pangeran Kami tidak berani sembarang menaruhnya jadi kami menghubungi Tuan Christian"
Jelas pegawai itu dengan sopan.
"Terus, lukisan di dalam ruangan itu sebenarnya milik siapa?"
Tanya Ethan penasaran.
"Kalau dari kata Kakek dan Ayah ku itu semua lukisan Tuan Pangeran. Beliau yang melukis semua itu sepanjang sisa usianya sebelum meninggal di lembah pelangi"
"Pangeran?"
Tanya Baruna heran.
"Iya Pangeran Arvie. Kata Kakek dulu keluarga Tuan Christian memang keturunan kerajaan. Tapi yang bagaimana silsilahnya tidak di jelaskan Kakek. Kakek hanya bilang rumah ini rumah yang di bangun Pangeran. karena rumah ini dekat dengan lembah pelangi tempat Pangeran bertemu dengan kekasihnya"
Penjelasan pegawai itu membuat Baruna dan Ethan saling memandang heran. Banyak sekali kejutan demi kejutan yang mereka ketahui tentang rumah itu.
Bahkan tentang seorang pangeran bernama Arvie yang persis dengan wajah Ethan.
"Ma-Maaf Tuan saya lancang"
Pegawai itu terbata - bata karena takut salah berucap.
"Kenapa kau takut?"
Ethan heran melihat sikap pegawai itu.
"Tu-Tuan persis sekali dengan Pangeran. Rasanya seperti melihat Roh pangeran keluar dari lukisan. Aura Tuan juga sangat beda. Bagaimana saya jelaskan ya. Saya juga bingung saat bertemu Tuan saya merasa benar seperti melihat seorang Raja. Berbeda dengan Tuan Christian"
Jelas pegawai itu yang tentu membuat Ethan terkejut. Meskipun memang dia merasa aneh wajahnya persis dengan Pangeran Arvie tapi dia masih menolak itu. Ya dia menolak kemiripan karena dia melihat Arvie membunuh Kaimana dalam mimpinya.
"Ada lagi?"
__ADS_1
Tanya Ethan pada pegawai itu.
"Kata Kakek. Pangeran pernah berkata sebelum kematiannya. Dia akan lahir kembali di dunia dimana Kaimana tinggal dan akan melindunginya"
Ucap pegawai itu degan terbata - bata sambil melirik takut pada Ethan dan Baruna.
Ya sejak tadi dia juga takut pada aura gadis di samping Ethan. Namun karena wujud Baruna saat itu adalah seorang Avisa, Pegawai itu tidak tau jika Baruna adalah gadis di semua lukisan milik pangeran Arvie.
"Terima kasih atas infonya, Kau bisa teruskan pekerjaan mu"
Ucap Ethan pada pegawai itu.
Pegawai itu langsung mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat terhenti.
Ethan menghela nafas lalu menatap Baruna. Keduanya saling memandang.
"Apa Kau memikirkan hal yang sama dengan ku?"
Tanya Baruna. Ethan mengangguk. Keduanya merasa mereka yang sekarang berkaitan dengan Pangeran Arvie dan kekasihnya.
"Takdir gila macam apa ini"
Ucap Ethan yang masih mencoba percaya dengan apa yang dia lihat dan alami.
"Kalau kau adalah pangeran itu. Maka aku adalah Kaimana? Tapi kenapa Kaimana bisa meninggal dan pangeran itu sangat sedih"
Ucap Baruna penasaran. Ya dia tidak pernah melihat bagaimana gadis bernama Kaimana itu meninggal. Dia hanya memimpikan pernah bertemu Pangeran Arvie.
Sedangkan Ethan yang mendengar pertanyaan Baruna hanya bisa diam tidak berani berkomentar.
"Ayo pulang. Hari sebentar lagi sore. Perjalanan jauh"
Ucap Ethan.
Baruna mengangguk setuju. Mereka kembali melewati jalan yang rusak dan hutan di sekitarnya. Tiba - tiba mobil Ethan mogok. saat melintasi hutan itu.
"Ada apa ini. Kau tunggu di dalam saja"
Ucap Ethan pada Baruna sebelum turun memeriksa kondisi mobilnya.
Baru saja Ethan turun, dia di serang oleh orang - orang tidak di kenal.
"Akh!!!"
Ethan di tendang jatuh. Dia tidak sempat melawan karena semua terjadi begitu tiba - tiba.
"Sialan"
.
.
.
__ADS_1
..