
"AKH!!!!"
Suara seorang pria paruh baya terdengar menjerit kesakitan.
"Katakan di mana Mutiara Bulan kalian simpan!" Bentak Baruna penuh emosi.
Hari itu merupakan dua hari sebelum purnama penuh terjadi. Baruna mendatangi rumah Paman Rico.
"Tidak ada padaku!" Ucap pria itu terbata - bata.
Baruna menatap tajam padanya. Pria itu berusaha menggerakkan pisau di belakang Baruna. Namun Baruna tidak sebodoh itu.
Baruna menghindar dan pisau itu mengenai pemiliknya sendiri.
"Akh!!!!"
Paman Rico mati seketika di tangan pisau miliknya. Baruna menghela nafas dan meninggalkan rumah itu. Dia bergerak menuju apartemennya dan berusaha mencari pedang Kaimana namun tidak di temukan.
Baruna mencoba menelepon Snowy namun tidak di angkat. Bahkan Kitty tampak sendirian di apartemen. Kitty mendekati Baruna dan mengeong lemah. Matanya menyorotkan kesedihan dan kekhawatiran.
Baruna yakin ada yang tidak beres. Dengan membawa Kitty bersamanya segera Baruna menuju ke rumah Rico. Terlihat banyak makhluk berjaga di sekeliling rumah Rico.
Baruna mencoba menerobos masuk. Namun dia kesulitan karena Kitty ikut bersamanya. Baruna takut jika Kitty yang terluka.
"Minggir!"
Suara seseorang tiba - tiba terdengar.
Beberapa ekor Elang tampak terbang mengelilingi rumah Rico. Mereka menghabisi satu persatu makhluk peliharaan Rico di sana.
Baruna terkejut melihat hal itu. Hingga seekor Elang yang paling gagah di antar semua Elang yang muncul menghampiri Baruna.
"Pergilah ke pantai Barat. Mereka ada di sana. Ethan dalam bahaya. tolong lindungi keturunan ku dan cakra Elang" Ucap Raja Elang.
"Kau? Raja Elang?" Tanya Baruna memastikan.
"Ya. Aku Raja Elang. Tolong lindungi Ethan dan Cakra Elang. Cakra itu sudah terbangun dari mantra yang aku ikat bersamanya" ucap Raja Elang yang membuat Baruna terkejut.
"Ethan memiliki Cakra Elang? Tapi Aku tidak bisa merasakannya" Ucap Baruna kebingungan.
"Aku yang mengikatnya dalam jiwa Ethan selama dia bereinkarnasi. Karena Aku takut dia di lukai pihak yang menginginkan benda itu saat dia hanya manusia biasa dan tidak pernah di latih. Dia bukan Pangeran Arvie yang terlatih di masa lalu. Kini Cakra nya sudah terbangun karena dirimu Baruna. Kau sudah membiarkan dia merasakan air kolam terataimu dan juga darah milikmu. Hal itu membuat mantra ku tidak bisa lagi mengikat Cakra dan Cakra itu terbangun. Dia akan sempurna saat malam purnama nanti" Ucap Raja Elang.
Baruna tentu terkejut. Dia tidak menyangka hal itu akan terjadi. Tanpa banyak bicara Baruna langsung membawa Kitty menuju ke Pantai Barat.
.
.
.
Di sana terlihat Snowy dan Ethan yang sama - sama terluka menghadapi Rico. Cenayang itu sudah menyangka jika Ethan akan melakukan sesuatu. Dia sengaja membohongi waktu peleburannya sehingga dia tidak akan kalah saat di hadapi Ethan.
"Kau pikir Aku sebodoh itu? Waktu peleburan ku itu besok" Ucap Rico sambil tertawa puas.
Dia sudah mencurigai Ethan yang datang tiba - tiba ke rumahnya bahkan benda yang dia berikan pada Ethan dia tau sudah tidak ada lagi.
Karena itu Rico curiga dan menjebak Ethan untuk mengetahui apa niatnya.
"Kau iblis!" Umpat Ethan pada Rico. Namun cenayang itu malah tertawa. Snowy kembali mencoba menyerang Rico. Namun dengan mudah Rico menjatuhkan Snowy.
"Dasar anjing lemah!"
Rico meledek Snowy dan langsung mendekati Ethan. Dia terkejut karena melihat Cakra Elang di dalam mata Ethan.
"Kau. Ternyata Kau pemilik Cakra Elang. aku sungguh beruntung. Pantas saja kau berbeda dari manusia pada umumnya" Ucap Rico yang membuat Snowy dan Ethan terkejut.
Snowy yakin Rico akan membunuh Ethan untuk merebut Cakra Elang itu. Dia langsung menghantam kembali tubuh Rico, namun tetap saja Snowy kalah kuat dari Rico.
"Pergi!!! Cepat pergi Et!!" Teriak Snowy agar Ethan pergi dari sana.
Namun Rico dengan cepat mengejar dan mencekik leher Ethan.
"Aku akhirnya mengumpulkan dua pusaka sakral itu. Haha" Ucap Rico sambil tertawa mengerikan.
Namun tiba - tiba Rico berteriak kesakitan karena kakinya terasa pedih dan panas.
"Akh!!! Apa ini!!! Kucing sialan!!!" Bentak Rico menghempas kan Kitty dari kakinya.
__ADS_1
beruntung Ethan dengan cepat menangkap tubuh Kitty.
Dia sangat takut Kitty terluka karena Rico. Ya sesayang itu Ethan pada Kitty.
"Bagaimana kau ke sini Kitty" Ucap Ethan lirih.
"Akan ku bunuh kalian semua! Sialan!" Umpat Rico kesal dan hendak melukai Kitty yang sudah membuat kakinya terasa sangat panas.
Dia merasa kucing itu bukan kucing biasa yang mampu membuatnya kepanasan.
Namun belum sempat Rico melukai Kitty, dia sudah terlempar karena serangan dadakan Baruna.
"Iblis sialan" Umpat Baruna kesal.
"Hah. Ternyata kau menunjukkan sisi asli mu. Aku sudah curiga kalau kau bukan makhluk biasa" Ucap Rico yang sejak awal memang mencurigai Avisa adalah makhluk jadi - jadian. Makanya dia begitu tertarik dengan sosok Avisa.
Kini dia sudah tau jika Avisa adalah Baruna yang menyamar. Baruna yang pernah di pacari oleh Frans yang tentu Rico kenal.
"Aku akan memusnahkan mu" Ucap Baruna penuh amarah.
"Kau yang akan musnah dan Mutiara Naga mu akan ku ambil" Ucap Rico yang bisa melihat bayangan Naga di tubuh Baruna.
Keduanya bertarung hingga Baruna terlempar. Dia tidak bisa membunuh atau melukai Rico karena di lindungi oleh Mutiara Bulan. Itulah yang sangat di khawatirkan Baruna selama ini.
Manusia setengah iblis malah memiliki Mutiara Bulan. Dengan sekuat tenaga Baruna berusaha kembali menyerang Rico. Walau Rico terlempar terjatuh dan terkena pukulan Baruna, dengan mudah dia kembali bangkit dan menyerang balik.
Tentu Baruna kewalahan. Semakin besar kekuatan yang dia kerahkan memukuli Rico, semakin besar kekuatan Rico memukul balik. Itu benar - benar mengerikan karena efek Mutiara Bulan yang melindungi Rico.
Saat Rico hendak memukuli Baruna lagi. Dengan sekuat tenaga Ethan menebaskan pedang Kaimana pada Rico. Namun Rico tidak terluka. Ethan malah terlempar dan terjatuh ke tanah sambil memuntahkan darah.
Dia terluka dalam. Kemampuan Rico bukan tandingan Ethan. Rico tersenyum menyeringai dan mencoba menggerakkan pedang Kaimana. Pedang itu sangat berat dan sulit di gerakan jika bukan pewaris Naga atau Elang yang menggerakkannya.
Dengan kekuatannya Rico mengarahkan pedang itu untuk menusuk Baruna. Pedang itu melesat menuju Baruna. Snowy terkejut dan menjerit agar Baruna mengeluarkan Naganya.
Jleb!
Pedang itu menusuk tubuh Ethan. Ethan melindungi Baruna. Dia berlari sekuat tenaga untuk menerima tusukan Pedang Kaimana yang hampir mengenai Baruna.
Sesuai janjinya, Ethan melindungi Baruna walau dengan nyawanya sendiri. Dia memuntahkan darah. Perutnya mengeluarkan darah.
Baruna menangis. Dia merasa sedih luar biasa seperti saat melihat Pangeran Arvie yang melepas Cakra Elangnya dan menusuk dirinya sendiri dengan pedang Kaimana hingga binasa.
Ethan yang manusia biasa tentu akan mati jika tertusuk pedang itu. Pangeran Arvie saja sengaja melepas Cakra Elangnya agar dia binasa dan bisa mengikuti Kaimana ke dunia lain.
"Ethann. Ku mohon bertahan lah" Ucap Baruna menangis.
Ethan tersenyum dan menyentuh wajah Baruna.
"Te- Terima Kasih. Aku masih bisa melihat mu seperti ini. Maafkan Aku. Maafkan Pangeran Arvie yang bodoh. Aku mencintai mu. Sangat"
Ucap Ethan terbata - bata. Baruna menggelengkan kepalanya. Dia menangis lagi.
"Aku akan melindungi mu. Seperti Kaimana yang melindungi Pangeran Arvie dari Ryu yang mengincarnya" Ucap Ethan yang membuat Baruna semakin menangis keras.
Ethan meraih tangan Baruna dan meletakkan tangan Baruna di mata kirinya.
"Cakra ini milikmu. Musnahkan dia" Ucap Ethan yang membuat seketika Cakra Elang keluar dan mengelilingi Baruna.
Pedang Kaimana tiba - tiba bergerak melepas dirinya dari Ethan. Ethan mengerang tertahan menahan sakit di perutnya yang tertusuk.
Rico terkejut melihat Ethan yang bisa menggerakkan Cakra Elang untuk melindungi Baruna. Tapi dia masih yakin dia bisa menghadapi Baruna dengan Mutiara Bulan bersamanya.
Baruna yang sudah penuh amarah langsung meraih pedang Kaimana dan melesat kencang menusuk jantung Rico. Belum sempat Rico melawan, tubuhnya sudah tertusuk.
"Ti-Tidak mungkin. A-Aku punya Mu-Mutiara Bulan" Ucap Rico terbata - bata saat menyadari dia sudah tertusuk.
"Mutiara itu tidak bisa mengalahkan Cakra Elang dan Mutiara Naga jika bersatu" Ucap Baruna yang langsung mencabut pedang itu dari tubuh Rico.
Baruna menusuk kembali pedang itu ke perut Rico.
"Ini balasan untuk rasa sakit Kaimana, Pangeran Arvie, juga penderitaan Ethan" Ucap Baruna.
Setelahnya Baruna mengeluarkan 7 Naga dari tubuhnya untuk membinasakan Rico hingga jiwa nya ikut terbakar dan musnah tanpa bisa bereinkarnasi lagi.
"ARGHHH!!!"
Jeritan Rico terdengar melolong menyakitkan. Suara ombak dan gemuruh terdengar. Mutiara Bulan terjatuh ke tanah. Kitty berlari dan menggigit benda itu untuk di bawa kepada Snowy.
__ADS_1
Seolah tau jika siapa pun yang memegang benda itu akan bisa selamat. Kitty menyelamatkan Snowy seperti saat Snowy menyelamatkannya dari manusia.
"Terima kasih" Ucap Snowy yang langsung menggendong Kitty mendekati Baruna dan Ethan.
Baruna memeluk Ethan dan menangis. Ethan terus memuntahkan darah.
"Aku akan menyembuhkan mu. Kau harus hidup" Ucap Baruna.
Ethan hanya menggeleng, dia tau dia hanya manusia biasa dan tidak akan bertahan hidup dengan luka parah. apalagi tubuhnya tertusuk pedang Kaimana yang bisa membunuh mahluk apapun hingga jiwa mereka musnah.
"Tolong. tolong hilangkan luak di tubuhku. Agar orang tua ku mengira aku meninggal karena sakit" Ucap Ethan sebelum menutup matanya.
"Et... Et.. Ethan..." Baruna mengguncang tubuh Ethan.
Meskipun jantung Ethan masih berdetak namun perlahan nafasnya melemah dan tubuhnya mendingin.
Baruna masih menolak kenyataan Ethan meninggal. Ombak bergerak tinggi seolah ikut bersedih dengan kepergian Ethan.
Hujan turun dengan derasnya membasahi bumi bahkan sampai membuat banjir di kota - kota besar.
Baruna membawa tubuh Ethan ke dalam Goa miliknya. Tubuh yang telah kaku itu. Perlahan dia mencium kening Ethan.
"Aku tidak akan membiarkan mu mati. Tidak" Ucap Baruna.
Sudah tujuh hari Baruna menyimpan tubuh Ethan dan mengawetkannya dengan kekuatan yang dia miliki.
Snowy merasa iba melihat kisah keduanya. Dia lebih takut jika Baruna juga melenyapkan dirinya untuk menemai Ethan di dunia sana.
"Baruna sadar. Ethan manusia biasa. Jiwanya sudah di bawa ke alam sana. Kembalikan jasadnya Baruna. Orang tuanya akan mencarinya" Ucap Snowy berusaha menyadarkan Baruna.
Kitty tampak menaiki tubuh Ethan. Dia menjilati wajah Ethan sambil meneteskan air matanya.
"Kasihan Ethan harus di makamkan Baruna. Dia manusia biasa. jangan menyiksa jasadnya" Ucap Snowy.
Tak lama sosok Naga Qinglong dan Kanjeng Ratu mendatangi Goa milik Baruna. Mereka ikut sedih melihat Baruna yang berkabung. Kaimana dan Pangeran Arvie kembali terpisah kematian.
"Snowy benar. Dia manusia biasa. Lepaskan jasadnya. orang tuanya sudah mencarinya. Sampai - sampai mereka melakukan ritual karena menemukan mobil Ethan di dekat pantai" Ucap Kanjeng Ratu Kidul pada Baruna.
"Aku tidak mau hidup tanpa dia" Ucap Baruna dengan lirih.
Raja Naga Qinglong menghela nafas berat. Dia sudah tau akhirnya akan begini. Namun setidaknya dunia tidak hancur karena Baruna tetap selamat. Walau kini dia malah berdiam diri di dalam Goa tidak menjalankan tugasnya.
"Aku akan menyempurnakan mu menjadi Kaimana yang dulu. Tubuh kasar mu akan di temukan di laut bersamaan dengan tubuh Ethan. Jadi berhentilah melakukan protes begini. Dunia membutuhkan mu untuk menjaga ketenangan laut dan darat" Ucap Naga Qinglong pada Baruna.
Baruna masih terdiam. Dia bergerak menyentuh wajah Ethan yang sudah dingin itu.
"Aku akan meminta keluarga mereka menguburkan keduanya berdampingan"
Suara Raja Elang terdengar. Dia juga datang mengunjungi Baruna.
"Aku minta maaf. Semua terjadi juga karena ku yang tidak mencari tau kebenaran kematian Ratu Angsa hingga Arvie dulu mempercayai semua yang ku katakan. Maafkan Aku. Aku akan memasuki mimpi keluarganya agar memakamkan tubuh Ethan di samping tubuh mu. Dan Aku akan memberkati keluarga dan keturunan keluarga mu" Ucap Raja Elang dengan tulus.
"Kembalikan dia Baruna. Biarkan tubuhnya dan tubuh kasar mu bersatu. Sebagai gantinya kau akan ku bebaskan dari kehidupan sebagai Avisa" Ucap Raja Qinglong.
Baruna masih diam dan berpikir. Dia kemudian menatap Raja Naga Qinglong, Kanjeng Ratu Kidul, dan Raja Elang bergantian.
"Kembalikan jiwa Avisa pada tubuhnya. Aku tau dia belum mati. Dia hanya di sesatkan. Hapus perjanjian keluarganya. Dia tidak tau apa - apa. Biarkan dia hidup berbuat baik untuk menebus kesalahan orang tuanya yang sedang di hukum" Ucap Baruna.
Raja Naga Qinglong menghela nafas dan menyanggupi permintaan Baruna. Akhirnya Baruna melepas tubuh kasar Ethan ke lautan. Bersama dengan tubuh kasarnya yang penuh luka sama seperti pertama kali Baruna terlempar ke laut.
"Aku akan terus mencintai mu" Ucap Baruna melepas tubuh Ethan agar di temukan orang - orang.
Langit tampak menangis terus menerus seolah mengerti rasa sedih Baruna saat itu.
Namun Baruna masih terdiam di dalam Goa. Dia tidak mau bergerak melakukan apa pun.
Kini Kitty ikut tinggal bersamanya di Goa. Baruna masih sering menangis memikirkan Ethan.
Baruna juga melepas cakra Elang dan mengembalikannya pada Raja Elang. Dia tidak membutuhkan itu karena itu bukan miliknya.
Malam itu Baruna berjalan di pinggiran pantai. Dia menatap ke laut luas. Terlihat Bulan bercahaya persis saat dia bersama Ethan dan saling mengenali wujud masa lalu mereka.
"Aku mencintai mu. Saat kau menjadi Pangeran Arvie. Saat kau menjadi Ethan. Atau di masa kapan pun dalam wujud apa pun. Aku akan selalu mencintaimu dan melindungi mu. Kita akan bertemu lagi di kehidupan apa pun. Aku bersumpah"
Ucap Baruna yang membuat ombak menerpa dengan keras. Angin juga bertiup kencang dan kilat menyambar.
THE END....
__ADS_1