
Baruna tampak memasak makan malam untuk Snowy sembari menunggu anjing Husky itu kembali dari shelter. Baruna tau jika Snowy mengunjungi shelter bersama Ethan hari ini.
"Apa Et juga mau makan di sini?" Gumam Baruna.
Kemudian dia langsung membuat 1 porsi lagi daging panggang untuk Ethan. Mengingat Snowy sangat suka bersama Ethan dan pasti Snowy akan mengajak Ethan makan tanpa ijin Baruna.
Tit.. Tit... Tit.. Cklek..
Terdengar suara pintu apartemen terbuka dari luar. Baruna melihat Snowy masuk bersama Ethan.
Benar sungguh jitu tebakan Baruna. Dia mampu menerka jika Snowy akan mengajak Ethan masuk ke apartemen terlebih dahulu.
"Tumben lama?" Tanya Baruna pada Snowy.
Memang kedua makhluk itu pergi lebih lama dari biasanya. Padahal shelter milik Snowy tak jauh dari apartemen jika di lewati melalui jalan tol.
"Iya. Ada binatang baru yang masuk. Kau sudah masak makan malam?" Tanya Snowy beralasan.
Tentu saja itu bohong. Mereka lama karena sempat berbincang sebelum tiba di shelter.
"Aku sudah masak. Pergi lah bersihkan tubuhmu. Kau juga Et. Aku juga sudah memasak bagian untukmu"
Ucap Baruna dengan santai sambil menyusun semua makanan di atas meja makan.
Snowy langsung menuju kamar mandi terlebih dulu, sedangkan Ethan masih berdiri mematung memperhatikan Baruna. Dia cukup senang karena Baruna mau memasak makan malam untuknya tanpa di minta.
__ADS_1
Ethan teringat dengan kondisi Pak Mustafa yang kian membaik namun sangat merindukan Baruna. Pak Mustafa sering sekali berbincang di telepon dengan Ethan dan selalu membahas tentang sang putri kesayangan.
"Papa mu sudah semakin membaik. Jangan khawatir, aku sudah mempekerjakan pengawal tambahan di sekitar mereka" Ucap Ethan memberi tahu.
Ethan hanya ingin Baruna merasa tenang dan tidak terlalu khawatir pada keluarganya. Semakin hari semakin Baruna semakin percaya pada Ethan yang mampu menjaga keluarganya dengan baik.
"Terima kasih sudah mau menjaga keluarga ku menggantikan tugasku" Ucap Baruna sambil tersenyum tulus.
Segala sesuatu mengenai keluarganya tentu akan membuat Baruna merespons. Jujur dia memang senang mendengar keluarganya baik-baik saja dan di jaga oleh Ethan. Hal itu membuat Baruna bisa fokus untuk membalaskan dendamnya.
"Jangan berterima kasih. Aku melakukannya dengan senang hati. Dan aku juga sudah menganggap orang tuamu seperti orang tuaku sendiri"
Ethan terdengar tulus saat berbicara seperti itu. Meskipun begitu Baruna paham hal itu dilakukan Ethan karena Ethan menyukainya.
Ethan ingin menebus semua perbuatannya yang sudah membunuh Kaimana dengan tangannya sendiri. Walaupun Ethan masih bingung ada hal apa yang menyebabkan Arvie dan Kaimana bertengkar hingga berakhir salah satu terbunuh.
Karena dalam ingatan Ethan yang dia rasakan Arvie begitu mencintai Kaimana. Ingatan tentang keduanya yang begitu intim tergambar jelas di pikirannya. Hanya dia tidak bisa mendengar suara pembicaraan Arvie dan Kaimana kala itu.
Tanpa mereka sadari Snowy sudah selesai membersihkan diri dan menatap keduanya yang tersenyum satu sama lain meskipun berdiri berjauhan.
"Sudah selesai adegan romantisnya??" Tanya Snowy memecah keheningan.
Ethan dan Baruna berbarengan menoleh menatap Snowy.
"Wah kompak sekali kalian. Menoleh saja bisa berbarengan begitu" Ledek Snowy lagi.
__ADS_1
Ethan tampak tersenyum malu-malu mendengar perkataan Snowy.
"Mandilah. Handuk bersih ada di rak dalam kamar mandi. Nanti ku bawakan kaos ku untukmu berganti" Ucap Snowy pada Ethan.
Ethan tampak menurut dan langsung segera membersihkan diri. Tak ingin membuat Baruna dan Snowy menunggu lama untuk makan malam tentu saja Ethan buru-buru membersihkan tubuhnya.
Selesai Ethan mandi ketiganya tampak duduk di meja makan bersama. Sambil berbincang ringan karena Snowy mencoba mengalihkan pembicaraan tentang rencana balas dendam Baruna.
"Tolong selama makan bicara hal yang baik saja. Karena kalau bicara soal dendam bisa hilang nafsu makanku"
Ucap Snowy sebelum Baruna mulai membahas masalah Zaky lagi. Ya mereka sudah menunda beberapa waktu karena Baruna dan Snowy harus menyelesaikan masalah di dunia lain.
Kini setelah mereka kembali ke dunia manusia tentu proyek balas dendam pada Zaky harus dilanjutkan.
"Jadi mau bahas apa kalau bukan masalah Zaky?" Tanya Baruna lagi.
"Bahas hal lain tentunya. Liburan kemana gitu kira-kira. Ya minimal biar lebih terasa saat ini kita seperti keluarga kecil" Ucap Snowy dengan enteng.
Ethan dan Baruna saling memandang dan memperhatikan Snowy yang begitu santainya.
"Kan cocok. Suami Istri dengan seekor Anjing Husky kesayangan mereka"
Snowy semakin tampak senang meledek Baruna.
Mata Baruna menatap tajam Snowy tapi itu tidak akan bisa mengintimidasi si Husky satu itu. Sudah menjadi hoby dan kebiasaannya menggoda Baruna.
__ADS_1