
"Ceritakan selengkapnya agar bisa Aku artikan apa itu berbahaya atau tidak untukmu" Ucap Rico yang terlihat sesekali menyesap rokoknya dengan dalam.
Ethan terlihat menghela nafas berat. Seolah rasanya sangat berat. Dia memandang jauh ke laut luas di sana. Seperti sangat menderita mimpi yang dia alami.
"Sangat buruk sampai aku merasa nyata, terlalu nyata bagi orang seperti ku yang tidak percaya hal mistis" Jelas Ethan dengan lirih.
Rico yang mendengar gaya bicara Ethan merasa kasihan. Dia merasa Ethan cukup kuat menyembunyikan rasa khawatir dan ketakutan akan mimpinya selama ini.
"Ceritakan agar aku bisa membantu mu" Ucap Rico lagi.
"Aku bermimpi di hutan gelap. Ada orang - orang berpakaian hitam yang aneh mengelilingi sebuah panggung altar. Terus banyak api unggun di sekitarnya. Aku bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Rasanya aneh sekali dan membuat ku merinding. Dan melihat mereka bersetubuh satu sama lain sangat menjijikkan"
Ucap Ethan bergidik ngeri. Dia hanya mengarang kisah dari sekte - sekte yang pernah yang dia dengar dari podcast orang - orang.
"Orang - orang itu tampak wajahnya?" Tanya Rico penasaran.
"Tidak jelas, hanya rasanya aneh dan mengerikan. Jujur baru kali ini aku bermimpi seaneh itu dan mimpi itu terus sama dan berulang kali setiap malamnya. Sangat mengganggu sekali" Ucap Ethan sambil mengusap kasar wajah tampannya.
Wah jika dia menjadi artis sudah pasti dia akan menjadi artis terkenal karena aktingnya saat ini sangat meyakinkan Rico.
Rico tampak berpikir keras dan seperti meramalkan sesuatu.
"Sepertinya ada kegelapan yang mau menarik mu ke dalamnya. Kau harus waspada. Kau butuh sesuatu untuk melindungi mu. Bagaimana jika kita ke tempat ku? Aku akan melihat apa yang bisa aku bawa untuk melindungi mu sementara ini sampai aku menemukan kegelapan apa yang mengincar mu?"
Tanya Rico memberi saran pada Ethan.
"Boleh juga jika itu memang ampuh mencegah masalah untukku. Aku terlalu lelah dengan semua mimpi aneh itu. Aku butuh tidur yang baik" Ucap Ethan yang semakin membuat Rico yakin jika Ethan membutuhkan bantuannya.
"Ayo kita ke tempat ku. Akan aku carikan sesuatu yang mungkin bisa berguna" Ucap Rico.
__ADS_1
Keduanya kembali masuk ke dalam mobil Ethan dan menuju ke rumah Rico sesuai petunjuk arah dari Rico sendiri.
.
.
.
Di rumah Frans. Pria itu terbangun dengan sekujur tubuh bekas percintaan dan rasanya tulangnya sangat remuk. Seolah dia baru berolahraga keras.
Tangannya menyentuh seseorang di sampingnya. Dia berpikir itu adalah Avisa. Senyumnya terbit. Namun kemudian dia bingung karena merasa sesuatu yang panjang dan berdaging menempel di pahanya.
Perlahan Frans menoleh ke arah perempuan di sampingnya. Dia terkejut itu adalah si transgender yang selama beberapa bulan ini mengejar-ngejarnya terus.
"AKHH!!!! KAU SEDANG APA DI SINI?!!" Bentak Frans histeris.
"Kau yang menyuruh ku datang" Ucap wanita itu lirih. Dia terkejut di bentak oleh Frans.
"Gila! Mana mungkin!" Ucap Frans tidak mempercayai pengakuan transgender itu.
Wanita itu langsung berbalik ke arah nakas dan meraih ponselnya. Lalu menunjukkan sesuatu pada Frans.
"Baca saja sendiri" Ucap wanita itu sambil menyodorkan ponselnya pada Frans.
Frans begitu terkejut karena di sana memang benar chat darinya. Cara chatnya juga benar - benar gaya tulisan Frans.
Frans mengatakan dia membutuhkan si transgender dan mau minta maaf sudah kasar padanya. Dia juga mengatakan sedang sakit dan sendirian di rumah hingga meminta si transgender datang ke rumah.
"Gak mungkin. Tadi pagi itu Avisa yang datang. Kenapa malah aku bersama mu?" Tanya Frans kebingungan. Dia ingat sekali Avisa datang pagi tadi. Dan hari memang menunjukkan pukul 5 sore. Itu artinya sudah sekitar 5 jam dia dan si transgender bercinta??
__ADS_1
"Aku jujur. Tadi aku ke sini dan tidak ada siapa - siapa. Pintu rumah mu juga terbuka begitu saja. Termasuk pintu kamar ini makanya aku bisa masuk. aku bersumpah aku tidak bohong" Ucap si Transgender yang memang jujur.
"Argh!! CCTV. Aku harus melihat CCTV. Awas saja kalau kau bohong!" Ucap Frans mengancam transgender itu.
Frans segera meraih laptopnya dan memutar CCTV di jam kedatangan Avisa ke rumahnya. Jelas memang mereka duduk di sofa dan minum kopi bersama. Namun hal aneh yang terjadi adalah Frans mengusir Avisa dari sana dalam kondisi sempoyongan dan membiarkan pintu depan rumahnya terbuka.
Dan setengah jam kemudian terlihat si transgender datang dan masuk ke dalam rumah itu. Itu artinya wanita jadi - jadian itu tidak berbohong.
Frans meruntuki dirinya sendiri. Dia bingung dengan apa yang terjadi.
"Apa sebenarnya yang terjadi ini?? Astaga/ Aku sama sekali tidak sadar apa yang sudah terjadi" Gumam Frans frustrasi.
Di tengah kebingungannya ponselnya berbunyi dan terdengar panggilan masuk dari salah satu teman bisnisnya.
"Ada ap-"
"KAU BENAR GILA?? KAU MEREKAM ADEGAN RANJANG MU SECARA LIVE BAHKAN MENYEBAR VIDEO PENGANCAMAN KITA TERHADAP GADIS - GADIS ITU!!!"
Belum sempat Frans mencerna kejadian dia barusan dia di kejutkan hal yang lebih gila lagi. Dia merekam live adegannya bercinta dengan si transgender dan menyebar video pengancaman dia dan komplotannya yang mengancam gadis - gadis untuk menjadi budak **** yang di jual belikan.
"ARGH!!!!!"
Teriak Frans kesal dan membanting laptopnya. Dia benar - benar bingung saat ini.
Frans segera menelepon Rico namun ponsel sepupunya itu tidak aktif.
"ARGH! SIAL!!!!" Umpat Frans lagi sambil menjambak rambutnya.
Wanita transgender itu hanya bisa mematung dan menjauh dari Frans. Dia segera memakai pakaiannya dan pergi dari tempat itu daripada menjadi bahan amukan Frans.
__ADS_1