
"Ada apa?"
Tanya Ethan heran melihat tingkah kedua pegawainya itu.
"Ah. Ti-tidak Tuan Muda. Ma-Maaf"
Ucap salah satu pegawai itu tergagap.
Sedangkan yang lainnya berbisik pada temannya itu yang masih bisa terdengar oleh Ethan. Pegawai lain berbisik , "Mirip sekali dengan gambar Pangeran".
Ethan mencoba mengabaikan apa yang dia dengar. Tujuan utamanya adalah mengajak Baruna melihat sendiri apa yang dia temukan. Dan apa dia bisa mendapat penjelasan akan mimpi anehnya yang selalu menyiksanya setiap saat.
Wajah kematian gadis bernama Kaimana itu terus berputar di kepala Ethan. Dia selalu ingat setiap mimpi yang dia alami itu.
Keduanya menatap seluruh ruangan di dalam rumah itu. Mereka sama - sama takjub karena Ethan sendiri belum pernah datang ke tempat itu.
Ini kali pertama dia datang ke rumah leluhurnya.
Begitu banyak barang antik di dalam yang terlihat unik dan dapat di perkirakan itu merupakan peninggalan lebih dari 100 tahun lalu.
"Rumah ini sejak kapan berdiri?"
Tanya Ethan pada pegawainya itu. Dia memang tidak tahu menahu tentang keluarganya.
"Ini sudah ratusan tahun lalu. Kata Almarhum ayah saya ini peninggalan pangeran. Pangeran membangun rumah ini untuk mengenang istrinya"
"Istri?"
"Iya. Sebenarnya kekasih karena mereka belum sempat melaksanakan pernikahan"
"Kenapa?"
"Ah itu saya kurang tau Tuan. Hanya itu yang di sampaikan Almarhum Ayah saya"
Ucap pegawai itu yang memang meneruskan tugas sang Ayah yang dulunya bertugas menjaga rumah itu. Karena sang Ayah sudah berpulang ke rumah Tuhan maka dialah yang meneruskan pekerjaan menjaga rumah itu sesuai wasiat sang Ayah.
"Aku mau lihat ruangan khusus yang di jaga"
Ucap Ethan pada pegawai itu.
"Oh ada di belakang Tuan. Tapi tidak bisa di buka. Kami gak ada kuncinya"
Ucap pegawai itu. Ethan menatap heran. Namun dia tetap menuju ruangan itu bersama Baruna.
Tiba di ruangan itu tidak tampak ada lubang kunci untuk mengunci pintu namun benar saja saat di coba untuk di buka oleh kedua pegawainya dan di dorong maupun di tarik sekuat apapun pintu itu tidak mau terbuka.
__ADS_1
Bahkan Baruna sengaja mencoba membuka juga tidak bisa. Padahal tenaga Baruna lebih besar dari pada manusia biasa. Seolah ada mantra yang mengunci ruangan itu. Bahkan Baruna merasakan sedikit sengatan listrik saat menyentuh pintu ruangan itu.
"Ya sudah kalian pergilah. Akan aku panggil jika butuh sesuatu"
Ucap Ethan mengusir halus kedua pegawai itu. Dia tidak ingin pembicaraannya dengan Baruna di dengan yang lainnya.
Kedua pegawai itu mengangguk paham dan langsung meninggalkan Ethan dengan Baruna. Mereka masih tampak saling berbisik membahas sosok Ethan yang pertama kali mereka lihat.
Baruna juga penasaran dengan sikap kedua pegawai itu lalu berkeliling di bagian belakang rumah itu. Tanpa sengaja dia melihat sebuah pigura yang berisi lukisan seorang pangeran yang mirip sekali dengan pria di dalam mimpi Baruna.
Wajah pria itu persis dengan wajah Ethan dan terlihat di bahu kanannya berdiri seekor burung elang dengan gagah.
Ethan yang melihat Baruna terpaku menatap ke arah pigura pun ikut melihat pigura itu.
Dia juga sangat terkejut melihat lukisan di pigura itu. Lukisan pria bernama Arvie yang ada di mimpinya. Bahkan pakaiannya sama dengan pakaian saat pria itu membunuh Kaimana di dalam mimpi Ethan.
"Ini?"
Ethan sangat syok. Pantas pegawai tadi berbisik dan menatap heran pada Ethan.
"Aku kini paham kenapa mereka menatap mu aneh"
Ucap Baruna. Ethan pun mengangguk setuju.
Ucap Baruna yang membuat Ethan terkejut.
"Kau pernah bertemu sosok Arvie di mimpi mu??"
Tanya Ethan terkejut. Baruna juga terkejut Ethan tau nama pria dalam mimpinya itu.
"Kau tau nama dia Arvie??"
Keduanya kini saling menatap heran. Bagaimana mereka bisa memimpikan sosok yang sama persis.
Ethan hanya menghela nafas lalu berjalan menuju pintu yang tertutup rapat. Mereka tidak bisa masuk. Namun setelah Ethan perhatikan ada bentuk seperti telapak tangan di pegangan pintu itu.
Ethan mencoba memegang pegangan pintu kayu itu dan ajaib pintu itu terbuka dengan sendirinya.
Ethan menatap heran pada tangannya begitu pula Baruna.
Keduanya terpaku di depan pintu yang sudah terbuka lebar itu.
Tempat itu sangat bersih tanpa debu sedikit pun padahal sesuai keterangan pegawai di sana, mereka tidak bisa masuk ke dalam ruangan itu.
Sangat aneh dan ajaib jika tempat itu sangat bersih dan tidak ada debu sedikit pun setelah ratusan tahun tertutup rapat.
__ADS_1
Mereka melangkah masuk dan memperhatikan semua isi di dalam ruangan yang besar itu. Ada kursi tempat tidur jaman dulu. Peralatan makan. Beberapa alat lukis bahkan banyak pakaian jaman dulu yang tergantung rapi di sudut ruangan.
Hal yang menarik perhatian Baruna adalah pot yang berisi sebuah bunga teratai dan bunga itu tampak mekar dan segar di dalam ruangan tertutup itu.
"Kenapa ada bunga bisa hidup di sini?"
Ucap Ethan tak kalah bingungnya. Dia sendiri tidak percaya dengan apa yang kini dia lihat. Seolah segala sesuatu sangat aneh dan tidak masuk akal.
Walau sudah banyak mengalami hal tidak masuk akal sejak bertemu lagi dengan Baruna, tetap saja kejadian di rumah itu masih aneh dan asing bagi Ethan.
Walau bukan melihat makhluk aneh dan mengerikan tetap saja dia cukup terkejut dengan fenomena di dalam rumah itu.
Brak!!!
Suara sesuatu terjatuh membuat Ethan dan Baruna reflek menatap kearah suara itu bersamaan.
Terlihat beberapa gulungan berserakan dan kain yang menutupi dinding ruangan itu terjatuh sedikit.
Ethan menarik kain yang menutupi dinding ruangan itu secara perlahan.
Baik Ethan maupun Baruna terkejut saat melihat apa yang tergambar di dinding itu.
Lukisan seekor naga besar dan gadis yang berwajah persis dengan Baruna.
Gadis yang berpakaian sama seperti mimpi Ethan itu. Wajah gadis itu tersenyum bahkan seolah hidup.
Tanpa sadar Ethan meneteskan air matanya. Dadanya seketika terasa sakit. Melihat kondisi Ethan membuat Baruna terkejut dan langsung menolong Ethan.
"Kau kenapa? Hei! Et!"
Ucap Baruna terkejut melihat Ethan yang kesakitan menahan dadanya dan terus menangis.
Ethan menggelengkan kepalanya. Dia sendiri tidak paham dengan apa yang dia rasakan. Dia hanya merasa sangat sedih dan terluka setelah melihat gambar itu.
Setelah Baruna perhatikan di sana sangat banyak lukisan gadis berwajah sama dengannya.
Gulungan gambar itu berserakan di ruangan itu. Ada juga lukisan gadis itu dengan pria yang ada di pigura di luar ruangan itu.
"Apa maksudnya semua ini"
Gumam Baruna yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
.
..
__ADS_1