Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Ajakan Tulus...


__ADS_3

Baruna sedang menemani Snowy yang ingin menonton film drama negeri ginseng.


"Ini film sageuk tentang apa sih?" Tanya Baruna penasaran. Snowy tampak seru menontonnya.


Catatan : Saeguk merupakan istilah untuk drama korea bertema kerajaan.


"Ini tentang seorang Ratu jaman pemerintahan Joseon. Ratu terkuat mental dan fisiknya dalam menjaga tatanan pewaris kerajaan. Padahal dia dibenci Ibu Suri. Rajanya juga banyak banget selir" Jelas Snowy sambil mengunyah popcorn caramel.


"Wah keren dong. Biasa Ratu di film film begini selalu teraniaya. Enggak ada perlawanannya banget" Ucap Baruna yang terus menatap adegan drama itu.


"Iya makanya aku suka film ini. Keren loh! Gila banget aura pemainnya. Padahal yang berperan jadi Ratu tuh masih single tapi bisa menunjukkan kasih sayabg tulus seorang Ibu. Apalagi Ratu dianggap sebagai Ibu dari semua rakyat pada jamannya kan" Jelas Snowy yang menatap kagum pada para pemain drama itu.


"Itu siapa?" Tanya Baruna menunjuk salah satu pangeran di drama korea itu.


"Itu anak Ratu. Dia ada kelainan suka berpenampilan jadi perempuan makanya ngendap ngendap begitu" Jelas Snowy.


"Eh ketahuan dong tuh sama nyokapnya??" Tanya Baruna mengomentari adegan film itu.


Keduanya terbawa dalam pembicaraan mengomentari setiap adegan film yang mereka tonton itu.


Ponsel Baruna berbunyi. Terlihat nama Ethan Christian memanggil.


"Halo" Sapa Baruna dingin.


"Hai Una. Kau sedang apa?" Terdengar suara Ethan di sebrang.


"Apa apaan kau memanggilku Una? Emangnya aku unagi??" Tanya Baryna dengan juteknya.


Catatan : Unagi adalah nama lain makanan olahan belut (dalam bahasa jepang).


"Aku suka memanggilmu begitu. Apa kau sibuk?" Tanya Ethan.


"Aku sedang menonton. Kau baru saja mengangguku" Ucap Baruna jujur. Dia memang sedang asyik menikmati film drama yang dia dan Snowy tonton bersama.


"Haha. Maafkan aku. Aku hanya ingin mengajak mu makan bersama" Ucap Ethan jujur.


"Dalam rangka?" Tanya Baruna heran.


"Berterima kasih sudah menyelamatkan ku" Jawab Ethan.


"Oh. Aku akan mengajak Snowy" Ucap Baruna tidak ingin pergi berdua bersama Ethan.


Snowy menatap wajah Baruna heran karena namanya disebut.


"Aku skip. Kalian pergi saja" Ucap Snowy yang memang sedang malas ikut keluar bersama Baruna dan Ethan.


Snowy ingin marathon menonton drama korea yang disukainya.


Ucapan Snowy tentu terdengar oleg Ethan karena suara Snowy cukup keras saat berbicara.


"Bagaimana, Una?" Tanya Ethan memastikan.


"Baiklah kalau begitu. Dimana?" Tanya Baruna.


"Akan aku jemput jam 7 malam nanti" Ucap Ethan menawarkan.


"Baiklah. Aku tutup dulu" Ucap Baruna lalu memutuskan panggilan itu dan kembali fokus menonton.


Snowy tersenyum tipis, mata tajam nya bisa merasakan ada yang memperhatikan mereka belakangan ini. Tapi setiap Snowy mencari sumber itu, mahluk itu langsung menghilang tanpa jejak sama sekali.


Hingga waktu menjelang sore. Baruna segera mandi dan bersiap-siap untuk keluar bersama Ethan. Baruna memilih sebuah dress sederhana namun anggun saat dipakai. Baruna memang lebih suka penampilan sederhana dan tertutup.

__ADS_1


Namun saat menjadi Avisa di luar sana dia terpaksa menyesuaikan penampilannya sesuai kebiasaan Avisa yang selalu memakaian pakaian bermerk juga selalu minim dan terbuka.


Karena hari ini dia akan bersama Ethan yang sudah tau siapa dia. Dia merasa lebih santai dan nyaman bisa memakai style apa yang dia sukai tanpa harus berpura-pura.


"Wuidih. Cantik banget Nona. Mau kencan nih?" Ledek Snowy.


"Sialan kau!" Ucap Baruna kesal di ledek.


"Kau berbeda dari biasanya" Ucap Snowy mengomentari.


"Iya. Style asli ku begini. Style Avisa terlalu terbuka untukku" Jelas Baruna.


"Oh~ Ah ya aku mau ingatkan kau sesuatu. Entah kau sadar atau tidak belakangan ada sesuatu yang memperhatikan kita dan aku jamin itu bukan para Naga dan suruhannya. Karena setiap aku cari selalu memghilang tanpa jejak. Berhati-hati lah" Ucap Snowy.


"Baiklah. Mahluk itu cukup gila jika berani menyerangku saat para Naga bersama ku" Ucap Baruna dengan santai.


"Mungkin kalau mereka memang ingin menjadi abu" Ucap Snowy tertawa.


Tak lama ponsel Baruna berbunyi tanda pesan masuk.


"Aku sudah di bawah" -Ethan-


Baruna segera mengambil tas selempangnya.


"Dia sudah tiba. Aku pergi dulu. Di kulkas masih banyak daging kesukaan mu" Ucap Baruna.


"Tenang saja. Pergilah" Ucap Snowy dengan santai.


Baruna segera turun ke bawah menemui Ethan yang sudah menunggu didalam mobil.


Ethan membukakan pintu mobil untuk Baruna. Suatu perhatian kecil yang belum pernah Ethan lakukan pada wanita mana pun selama ini.


"Kita akan kemana?" Tanya Baruna.


"Restoran steak. Aku sudah memesan ruangan private. Kau bisa bersangai disana dengan wujud mu" Ucap Ethan sambil tersenyum.


Ethan merasa senang bisa berduaan bersama Baruna meskipun Ethan bisa merasakan Baruna yang masih dalam mode dingin.


"Ada apa? Senyuman mu mencurigajan" Ucap Baruna yang melihat Ethan tersenyum sendiri.


"Aku senang kau mau menemani ku makan malam" Jelas Ethan jujur.


"Oh~" Baruna hanya ber-Oh ria.


Mobil melaju menuju salah satu restoran yang cukup terkenal. Setau Baruna restoran itu hanya bisa di masuki jika pengunjung sudah memesan dari jauh hari.


"Ayo" Ucap Ethan mengajak Baruna masuk kedalam restoran.


Keduanya di persilahkan masuk ke sebuah ruangan khusus. Tampak ruangan di hias dengan bunga rose yang harum dan segar.


"Kenapa di hias begini?" Tanya Baruna heran.


"Entahlah. Aku hanya bilang ingin ruangan khusus untuk dua orang" Jelas Ethan jujur. Memang dia tidak meminta pihak restoran menghias ruangan itu. Dia yakin jika dilakukan maka Baruna tidak akan nyaman.


"Aku sudah memesan dinner set daging terbaik. Apa kau ingin makanan yang lain lagi?" Tanya Ethan.


"Tidak usah. Nanti saja" Ucap Baruna.


10 menit kemudian pelayan mengantarkan pesanan mereka setelahnya keluar dan menutup pintu ruangan.


"Mereka tidak bisa keluar masuk tanpa permisi. Jika kau ingin menjadi dirimu maka lakukanlah" Ucap Ethan sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Baruna berpikir sejenak. Mungkin tidak buruk jika dia merubah menjadi sosok aslinya. Terlebih ruangan itu memang private dan tidak ada CCTV didalam itu.


Baruna merubah wujudnya dari Avisa menjadi Baruna. Melihat hal itu Ethan tersenyum, dia bisa melihat wajah Baruna lagi.


Keduanya mulai menikmati makan malam yang ada.


"Seperti nya ada yang ingin kau katakan" Ucap Baruna menebak.


"Kau baik baik saja?" Tanya Ethan basa basi.


"Aku rasa bukan itu yang ingin kau katakan" Jawab Baruna lalu menatap Ethan.


"Aku mencintaimu Baruna" Ucap Ethan dengan tulus tanpa ragu.


Baruna terdiam. Netra keduanya saling bertatapan sekian detik. Baruna memang tahu dan bisa melihat ketulusan Ethan. Tapi hatinya sudah membeku dan terbalut akan dendam. Tidak ada lagi bagian dari hatinya yang bisa menerima kata 'cinta' dari siapapun, karena cinta juga lah yang menghancurkannya.


"Sudah ku katakan jangan pernah berpikir ataupun berharap apapun. Aku bukan lagi Baruna yang dulu" Ucap Baruna dengan dingin.


Ethan memghela nafas panjang lalu kembali menatap Baruna.


"Aku hanya mengakui perasaanku. Bukan meminta kau membalasku. Cukup kau tau dan rasakan cinta tulusku. Aku bersungguh-sungguh Baruna. Biar aku disisi mu dan menjagamu" Ucap Ethan penuh ketulusan.


"Kau tidak perlu menjagaku. Aku bisa menjaga diriku sendiri" Ucap Baruna lalu kembali menikmati makanan yang ada.


"Tapi aku yakin kau akan membutuhkan ku menjaga rahasia mu dengan baik dan menghancurkan semua orang yang sudah menindasmu. Selain itu kau harus memastikan Orang tua mu baik baik saja bukan? " Ucap Ethan serius.


Baruna terdiam saat Ethan menyebutkan keluarganya.


"Apa maksud mu?" Tanya Baruna sinis.


"Aku tidak mengancam mu jangan salah paham. Aku hanya ingin mengatakan aku sudah tau semuanya. Aku juga tau kau menargetkan Frans. Jika kau ingin menghancurkannya tanpa dia sadari hingga dia ingin mati, aku bisa memberitahu mu caranya. Aku sudah mengenalnya lama dan tahu semua bisnisnya" Ucap Ethan serius.


"Dan tentang orang tua ku. Apa maksud mu?" Tanya Baruna lagi dengan tatapan menelisik.


"Maaf aku lancang sudah menemui orang tua mu. Mereka baik baik saja. Akan aku pastikan itu. Biar aku yang mewakili mu menjaga mereka dari dekat" Ucap Ethan jujur.


"Apa kau serius?" Tanya Baruna memastikan.


"Aku serius dan aku tulus. Aku mencintaimu sejak pertama mengenalmu. Biarkan aku masuk dalam dunia mu. Aku juga mungkin sudah berurusan banyak dengan dunia selain manusia" Ucap Ethan dengan tatapan serius.


Baruna tampak berpikir sejenak. Mungkin dia memang membutuhkan seseorang yang bisa dia percayai sebagai manusia asli. Apalagi di saat dia membutuhkan alibi agar tidak ketahuan.


"Jadi apa rencanamu? Untuk membantuku" Tanya Baruna.


"Kau bisa menjadi partner bisnis ku agar tidak dicurigai. Kau juga bisa ikut dengan ku menghadiri acara yang selalu di buat Frans" Ucap Ethan memberi ide.


"Acara?" Tanya Baruna penasaran.


"Ya, acara yang tampak biasa tapi terdapat transaksi gelap yang tersembunyi"


Ethan menatap Baruna penuh arti.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN


-linalim-

__ADS_1


__ADS_2